Mainan Baru Yahoo! Meme

Belakangan saya punya teman baru yang mengasyikkan. Namanya Meme (dibaca mimi). Awas bukan Cut Memey artis yang pernah bikin heboh dulu. Imut ya namanya. Kesannya cute dan girly. Tapi jangan salah, dia bukan seorang cewek.  Ini produk teranyar Yahoo!

Jika melihat selintas pasti akan mengasosiasikannya pada microblogging twitter. Tak salah, Meme memang sebuah microblogging besutan Yahoo! yang tentunya diposisikan berhadapan dengan Twitter atau Plurk yang lebih dulu eksis.

Apa menariknya Meme dibandingkan Twitter? Mengapa harus punya Meme? Toh dengan twitter sepertinya sudah cukup. Apalagi twitter belakangan lagi happening banget. Rasanya para blogger sejati hampir semuanya punya akun di twitter. *namanya juga rasanya, kalo salah ya sorry*

Yang jelas Meme tak membatasi karakter teks yang bisa kita kirim. Mungkin ini karena meme masih dalam uji coba. Beda dengan Twitter yang membatasi postingan teks sepanjang 140 karakter. Jadi kita bisa lebih ekspresif menumpahkan tulisan.

Dari sisi tampilan, Meme menurut saya lebih segar. Tampaknya sesuai dengan style Yahoo! yang akhir-akhir ini mengupgrade tampilannya sehingga terlihat lebih muda dan fresh. Lihat saja warna-warna theme Meme, menggunakan warna dominan yang soft. Dari sisi ini, jelas target pasar yang dituju Meme adalah anak muda, atau bisa dikatakan mereka yang berjiwa muda. Meski tampilan theme berwarna cerah, bukan berarti Meme tak mengakomodir pengguna pria. Meme juga menyediakan warna solid yang cenderung dark. Warna ini biasa disuka kaum adam.

Lalu apa keunggulan Meme dibanding twitter? Selain bisa mengetik teks mini, Meme memberi fasilitas penggunanya untuk mengupload foto, audio dan video. Inilah kelebihan yang ditawarkan Meme dibandingkan twitter. Pengguna Meme akan dimudahkan saat sharing lagu, foto hingga cuplikan video. Untuk video memang masih terbatas sumbernya, dari youtube dan vimeo.Tapi untuk foto, kita bisa upload langsung dari komputer kita.

Oya, Meme juga bisa diakses secara mobile. Sayangnya fasilitas mobile belum bisa dirasakan pengguna dari Indonesia. Fasilitas ini baru bisa digunakan pengguna Meme dari Philipina. Tak apalah, perlahan jika komunitas pengguna Meme di negeri ini makin membesar, bukan tak mungkin banyak pihak yang membuka kerja sama dengan Yahoo!

So, kalau ingin sharing apapun lewat microblogging baru, kenapa tak coba follow saya di Meme. Mudah kok. Yang terpenting kita punya akun di yahoo. Oya, ini akun saya : http://meme.yahoo.com/syaifuddin/

Saya tunggu lho…

Kompasiana Baru, One Stop Blogging

Wajah baru Kompasiana yang diluncurkan sejak pekan lalu benar-benar mengejutkan. Banyak hal baru yang bisa ditemukan di halaman rumah sehat ini. Yang paling mencolok ya rubrikasi di bagian atas situs yang sangat memudahkan pencarian artikel yang kita cari.

Selain itu, tak ada lagi sekat antara Guest, Public atau Journalist blogger. Semua sama dalam posisi dan kedudukan. Jadi buat blogger baru sekalipun, jangan takut kalah sohor dengan para blogger karatan macam kang Pepih, pak Pray, atau Linda Djalil. Jika punya postingan yang menarik pasti dibaca para Kompasianer.

Jika di orde lama Kompasiana, beberapa postingan bisa menjadi “raja”, maka di orde reformasi Kompasiana sistem itu tak ada lagi. Postingan lawas akan otomatis masuk dalam kategori rubrik-rubrik yang tersedia.

Perubahan lain yang saya rasakan adalah soal interaksi. Di wajah baru memang memungkinkan blogger berinteraksi secara intens dengan blogger lainnya. Pendek kata, admin memberi keleluasaan blogger menulis, membaca, mengomentari sekaligus bersahut-sahutan dengan blogger lainnya. Istilah kerennya mungkin one stop blogging. Sekali masuk ke kompasiana banyak yang bisa dilakukan, ngeblog sekaligus bersosialisasi. Namun sampai detik ini, saya sendiri belum bisa memaksimalkan feature ini. Masih coba sana sini, melihat ini itu.

Kalau bicara kelebihan the new Kompasiana, pastilah ada kekurangannya juga. Yang paling saya rasakan adalah tipologi huruf yang digunakan. Terlalu kecil dan tipis, sehingga membuat mata harus ekstra kerja keras. Jelas ini menyulitkan bagi mereka yang memiliki problem dengan mata. Apalagi di Kompasiana banyak juga blogger senior yang aktif menulis. Pastinya mereka juga mengalami hal serupa.

kekurangan lain adalah logo yang kurang catchy. Terlalu biasa malah. Saya lebih senang dengan tulisan Kompasiana yang dulu, lebih elegan. Sekarang kesannya lebih light. Tapi bisa jadi perubahan logo atau tampilan ini punya tujuan besar, membuat rumah sehat ini makin nyaman dihuni. Saya melihat dengan perwajahan dan konsep baru ini, pengelola Kompasiana ingin meraih pasar lebih luas, lebih luas dari pasar Kompasiana sebelumnya.

Sebelum ini banyak kalangan yang melihat Kompasiana terlalu serius. Tulisannya bagus-bagus, tapi membuat kening berkerut saat membacanya. Nah, dengan perwajahan dan konsep barunya, saya yakin makin banyak kalangan yang tertarik dan ingin bergabung. Dengan konsepnya yang sekarang, saya yakin ngeblog di Kompasiana bakal makin seru!

Pailit

Pailit bukan barang baru bagi saya. Makanya saat tempat kerja saya digugat pailit, saya tak seheboh kawan-kawan lainnya. Maklum sudah pernah mengalaminya.

Sekian tahun lalu saat di perusahaan lama –yang kebetulan sama jenis usahanya dengan yang sekarang, pailit menjadi kata-kata menakutkan. Saat itu terbayang bakal menganggur dengan anak istri yang harus dinafkahi.

Bayangan suram masa depan menghantui saya. Apalagi di kantor situasi pun mendukung. Fasilitas kantor makin minim. Line telepon yang biasanya puluhan, perlahan berkurang dan menyisakan 4 line. Perubahan drastis yang membuat tak nyaman.

Untungnya, perusahaan lama akhirnya tak jadi dipailitkan. Gugatan pailit berhasil digagalkan dan hingga kini perusahaan tersebut masih eksis.

Kondisi sebaliknya kini saya alami lagi. Secara keuangan, kondisi tempat kerja saya sekarang masih jauh lebih baik dari tempat kerja dulu saat digugat pailit. Malah perusahaan ini tergolong sehat. Makanya agak aneh tiba-tiba ada yang gugat pailit lantaran dianggap tak bisa bayar hutang.
Lho?

Bersiap untuk kondisi terburuk adalah lebih baik. Tapi siapa yang mau menampung? Atau inikah saatnya untuk switching channel, total ke wirausaha?

Bagaimana menurut anda?

Reuni

Setelah 26 tahun, akhirnya sebagian alumni SDN Grogol Selatan 03 Pagi, sabtu (24 Oktober 2009)  bertemu muka di gedung Pertamina Simprug, Jakarta Selatan. Perjumpaan setelah sekian lama diwarnai cekikikan, saling tebak nama, cerita-cerita seru dan saru saat SD.

Sebagian wajahnya masih mudah dikenali, karena perubahan tidak terlalu drastis. Namun untuk sebagian lagi saya harus memutar otak dengan kencang untuk sekedar mengingat versi kecilnya wajah kawan.

Selain bertemu kawan masa kecil, yang paling membahagiakan dan mengharukan adalah kesempatan bertemu dengan guru. Tidak semua memang, karena sebagian sudah lebih dulu berpulang, seperti Bu Sri Nur Alamsih, Bu Ernalis, Bu Yayah, dan Pak Sanusi. Saya hanya berharap mereka yang sudah berpulang diberi kelapangan di alam kubur dan diberi balasan setimpal atas jasanya dalam dunia pendidikan.

Sementara itu guru yang hadir adalah Pak Gani, Pak Yusuf, Pak Maman, Bu Komariah, Bu Rosadah dan Pak Rusman. Bu Nani batal hadir karena ibundanya baru saja berpulang di Bandung.

Saat kami semua menyanyikan himne guru, sebagian guru tak kuasa menahan air mata. Sampai kapanpun kami memang tak pernah bisa membalas jasa guru-guru. Mereka terlalu luar biasa dalam sepenggal kehidupan kami. Dari merekalah kami bisa baca tulis, mengerti ilmu-ilmu dasar, mengerti akan pekerti, dan memiliki mimpi untuk menjadi sesuatu  kelak di kemudian hari.

Kompasiana Baru, Terbesar dan Terpercaya

cake kompasiana

cake kompasiana/ photo by nuni

Perayaan ulang tahun pertama Kompasiana di Marios Place, Cikini Jakarta Pusat, Kamis malam berlangsung semarak. Seratusan blogger menjadi saksi sejarah berubahnya kanal Blog Kompasiana yang semula bertag Journalist blog Network menjadi sebuah portal media sosial atau new social media.

Perubahan ini bukan gagah-gagahan atau sekedar rebranding. Bagi Kompasiana perubahan ini membawa arti dan konsekuensi yang luas. Jika saat lahirnya setahun silam, blog keroyokan ini punya sekat-sekat antar blogger. Ada yang dinamakan journalist blogger, sebutan bagi blogger yang orang dalam kelompok harian Kompas dan Kompas dot com. Ada pula Guest Blogger, sebutan bagi blogger tamu yang sengaja diundang menulis di Kompasiana. Ada pula Public Blogger, sebutan bagi orang biasa yang tidak masuk dua kategori tadi.

Pengkotakan itu semula memang sesuai kebutuhan. Apalagi Kompasiana sendiri awalnya merupakan halaman blog bagi internal Kompas. Bahkan masing-masing kelompok blogger itu memiliki cirinya sendiri, dan tentu penggemarnya sendiri.

Namun yang kemudian terjadi adalah beyond expectation. Tauvik Miharja sang, Direktur  Kompas dot com yang menjadi induk Kompasiana mengatakan hal itu. Satu tahun Kompasiana yang semula tidak diperhitungkan, ternyata mengalami perkembangan yang luar biasa. Apa yang tampak saat inibenar-benar diluar perkiraan para pengelolanya. Ini bisa dilihat dari rangking posisi Alexa yang didapat Kompasiana. Jika setahun silam berada di antah berantah, kini sudah masuk jajaran 300 besar Indonesia. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi bakal menembus 100 besar.

Menyadari potensi itu, di HUT-nya yang pertama Kompasiana melakukan rebranding. Kini Kompasiana bukan lagi kanal blog keroyokan yang mengkotak-kotakkan bloggernya. Kini semua blogger adalah Public Blogger, sama rata, sama posisinya. Dan yang membuat Kompasiana berbeda dengan yang lama adalah tampilannya yang lebih catchy, ngepop, light. Ini semata-mata demi meluaskan pasar Kompasiana ke segmen yang lebih luas lagi, demi menjangkau mimpi menjadi kanal blog yang terbesar dan terpercaya.

Kusmayanto Kadiman, salah seorang blogger yang juga baru saja menanggalkan posisinya sebagai Menristek yang semalam juga hadir mengatakan, tantangan terbesar dari kanal blog semacam Kompasiana adalah menjadikan kanal ini rumah bagi 4 generasi. Mulai dari generasi silver seperti pak KK, baby boomer, Generasi X yang melek internet, hingga generasi ABG yang senang dengan kecepatan dan updating segala hal. Jika itu semua bisa dipenuhi, bukan tak mungkin mimpi Kompasiana menjadi kanal blog terbesar dan terpercaya di Indonesia hanya tinggal waktu.

Apa yang diharapkan pak KK sebenarnya sudah bisa dilihat di Kompasiana baru. Dengan tagline sharing-connecting, kini Kompasiana lebih interaktif. Komunikasi antar blogger bisa dilakukan dalam sekali kunjungan. Bahkan ada yang mengatakan, Kompasiana baru mirip-mirip Facebook dengan tambahan blognya. Oo..gitu ya… bagaimana menurut anda?

Happy b’day Kompasiana!!

Launching Komunitas Blogger Bekasi yang Aneh

4 Penggede

4 Penggede

Launching Be-blog atau komunitas blogger Bekasi hari ini di Gloria Jeans Coffee, Bekasi Cyber Park, sukses digelar dengan sejumlah keanehan. Meski panitia sempat deg-degan bakal gak ada yang datang, ternyata kursi yang tersedia sekitar seratusan penuh diduduki blogger dan undangan dari berbagai kalangan.

Dimulai agak lelet sedikit dari jadwal yang dirancang panitia sekitar pukul 11.00 karena harus menunggu sejumlah pihak yang akan membuka acara. Akhirnya jam sebelas lebih dikit acara dimulai. Tapi launching tadi menurut saya adalah launching teraneh. Mau tahu kenapa?

Pertama, Komunitas ini sendiri sudah aneh. Komunitas ini tergolong baru, baru terbentuk 17 Agustus 2009. Meskipun baru secara komunitas, sebenarnya sudah banyak blogger asal Bekasi yang malang melintang di jagad blogging secara nasional. Misalnya, di komunitas ini ada Amril Taufik Gobel yang kondang di beberapa komunitas blogger dan kini menjadi salah satu panitia Pesta Blogger 2009. Di sini juga ada Yulyanto, blogger imut yang juga lumayan karatan. Belum lagi mbak Ajeng yang kondang di kalangan komunitas blogger daerah. Kalau harus ditambahi daftarnya, ada juga Antyo Rentjoko (paman Tyo), mantan jurnalis yang sudah senior di dunia blog. Semua ini makin menambah aneh komunitas ini. Sudah begitu banyak blogger yang top tapi baru kali ini punya komunitas. Ini juga menjadi pertanyaan sejumlah kawan dari daerah yang datang tadi.

Lega...

Lega...

Keanehan kedua, ada orang-orang super sibuk yang tega-teganya datang ke hajatan komunitas anyar bin terpinggir ini (jangan salah sangka, karena Bekasi memang di pinggiran Jakarta). Salah satunya Budi Putra, Itu lho country editor Yahoo! Indonesia yang berkantor di Singapura. BP yang sudah memproklamirkan diri sebagai full time blogger rupanya kepincut dengan langkah teman-teman di Bekasi yang membentuk komunitas ini. Tadi siang dia kagum dengan semangat para blogger yang menyiapkan acara sehingga bisa mendapat dukungan walikota Bekasi. Tengkyu ya mas Budi sudah jauh-jauh datang dari Singapura demi Bekasi.

Orang aneh lainnya Pepih Nugraha, Antyo Rentjoko, Taufik Miharja, Chappy Hakim dan Prayitno Ramelan. Tiga nama pertama adalah blogger yang sibuk di masing-masing aktivitasnya. Sementara dua yang terakhir blogger Kompasiana yang saya sangat tahu kesibukannya. Meski purnawira, keduanya adalah blogger-blogger produktif.

Budi Putra

Budi Putra

Keanehan ketiga, kawan-kawan komunitas blogger dari daerah yang begitu semangat memberi dukungan. Kedatangan para blogger dari komunitas Wong Kito Palembang, Tugu Pahlawan dot com Surabaya, Bengawan Solo, Blogger Garut, Blogger Ngalam dari Malang setidaknya memberi bukti solidaritas dan perkawanan di dunia blog adalah segalanya. Padahal untuk ke Bekasi, mereka pastinya mengorbankan banyak hal.

Terima kasih kawan-kawan atas dukungannya. Dukungan bukan hanya dari daerah, tapi juga dari komunitas lain di seputaran Jabotabek seperti DeBlog dari Depok, komunitas Bundara Hotel Indonesia atau BHI Jakarta, serta kawan-kawan dari Kompasiana. Buat kalian semua, cukup dua kata LUAR BIASA.

Talk Show

Talk Show

Tapi keanehan keempat yang derajatnya paling tinggi ya Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad. Belum begitu paham mengenai komunitas ini tapi ternyata MM (begitu inisial pak wali) dengan sangat teganya memberi kejutan pada semua blogger yang hadir. MM menyediakan total 45 juta rupiah bagi lomba penulisan Blog dan Photo Blog. Lomba dimulai hari ini hingga sebulan ke depan. Jangan salah paham dengan pemberian ini, karena walikota menjamin uang yang diberikan sebagai hadiah bukan dari APBD, melainkan dari kocek pribadinya.

Lagi-lagi aneh, kok mau-maunya ya pak wali membenamkan uang segitu untuk hadiah lomba blog. Tapi pak wali, tenang saja kita juga cukup aneh kok menyambutnya. Lihat saja banyak wajah sumringah dan  tepuk tangan panjang kali lebar disertai jingkrak-jingkrak. Tandanya, kita siap menyambut keanehan hadiah yang disediakan walikota.

So? Yuk, posting! Siapa tahu menang…

KPI Hentikan “Makin Malam Makin Mantap”

Komisi Penyiaran Indonesia kembali menghentikan sebuah program televisi nasional. Program Makin Malam Makin Mantap (4M) yang tayang di Antv mulai 9 Oktober ini dihentikan untuk sementara waktu. Penghentian acara variety show yang ditayangkan tiap Senin-Jum’at jam 21.30 hingga 23.00 WIB itu maksimal selama dua bulan.

Kenapa acara ini dihentikan?

KPI mendasarkan tindakannya pada tayangan 4M tanggal 2 Oktober lalu. Sepanjang program, menurut KPI terus menerus dibicarakan payudara dan alat kelamin secara vulgar. Selain itu, pembawa acara wanita yang berperan sebagai suster cenderung menampilkan perilaku dan tutur kata yang seronok. Bahkan sempat menyebut alat kelamin laki-laki dalam bahasa yang kasar dan tidak sopan.

KPI menilai program tersebut melanggar undang-undang penyiaran serta standar program siaran. Keputusan ini sendiri diterima oleh pihak Antv dalam forum klarifikasi yang dihadiri diantaranya ketua KPI Pusat Sasa DJuarsa Sendjaja serta Direktur Antv Dudi Hendrakusuma.

Saya bukan penggemar acara ini. Namun beberapa kali sempat menyaksikan acara yang dipandu Tora Sudiro dan Vincent Rompies ini. Kesan saya kedua presenter yang maunya jenaka, kadang kelepasan melempar joke atau humor yang ’saru’, agak menyerempet porno malah. Mungkin maunya melucu tapi yang terdengar malah ‘aneh’.

Kebetulan saya juga tak menyaksikan acara 4M yang dikomplain KPI itu. Tapi kalau benar banyak joke atau obrolan saru soal alat vital di sepanjang acara, jelas itu sudah keterlaluan. Apa tujuan sebenarnya acara ini? Menghibur? Mengapa harus jorok?

Saya jadi ingat dengan penghentian program 4 Mata di stasiun Trans 7 beberapa waktu lalu. Saat itu –kebetulan saya nonton– seorang tamu acara Empat Mata memakan hewan kodok dengan cara yang menjijikkan. Kodok yang masih hidup, digigit hingga mengeluarkan darah. Hiii…Maunya mungkin memperlihatkan aksi nekat yang luar biasa, namun kesannya malah sadis!

Namun yang lebih miris keputusan KPI saat itu disikapi Trans7 dengan meluncurkan acara sejenis yang diberi label Bukan Empat Mata. Pensiasatan yang sangat tak elok. Hanya demi menangguk keuntungan, acara itu tetap diproduksi. Memang tak ada aturannya sebuah acara yang dimatikan kemudian dihidupkan dengan nama lain. Itu sah sah saja, tapi tak etis lah. Publik kadung tahu seperti apa kemasan 4 Mata sebelum dihentikan itu.

Saya menduga Antv pasti melakukan hal yang serupa. 4M meski per 9 Oktober dihentikan, pastinya bakal disiapkan penggantinya, yang mungkin namanya cuma plesetan dari nama program sebelumnya. Mungkin 4M diganti menjadi 5M, atau Makin Malam Makin Asyik… Who knows?

Berkaca dari kasus 4 Mata yang berubah wujud menjadi Bukan 4 Mata, tampaknya bagian program acara sebuah tv justru menjadikan keputusan penghentian program oleh KPI sebagai celah promosi gratis. Program tersebut menjadi lebih populer, atau setidaknya mengusik pemirsa yang belum pernah menonton menjadi minimal ingin tahu.

Ada yang aneh mengapa penghentian 4M tidak langsung dilakukan begitu surat ketetapan KPI bertanggal 6 Oktober keluar? Apakah KPI tunduk pada stasiun TV yang minta waktu mencari pengganti acaranya? Nanti kita tanya ke KPI.

diposting disini saat KPI keluarkan putusan penghentian program 4M