Waspada Permen Narkoba (sumber Google)
Waspada Permen Narkoba (sumber Google)
Pengedar dan produsen narkoba tampaknya bisa dikategorikan sebagai orang yang kreatif. Karena mereka mampu membuat dan meracik berbagai jenis obat-obatan kimiawi menjadi narkotika dan obat-obatan terlarang. Tapi jangan puji kreativitas mereka, karena mereka berada di jalur yang salah, membuat dan mengedarkan narkoba yang menjadi salah satu obat-obatan pembunuh anak bangsa.

Dari situs Indonesia Bergegas diberitakan, November tahun silam terbongkar pabrik narkoba Red Ice yang mirip permen karet di Apartemen kawasan Sunter, Jakarta Utara dan Tamansari. Narkoba itu berlabel ‘Yaba’ dan ‘Red Ice’, bentuk dan kandungannya tidak seperti narkoba umumnya. Bahan bakunya dikirim dari China yang masuk melalui pelabuhan tikus. Di sini mereka tinggal mencetak. Untuk narkoba jenis Red Ice, bentuknya mirip permen karet dan memiliki kandungan yang ada pada shabu. Dijual pergram sebesar Rp400 ribu.

Sebagai orang tua yang memiliki anak-anak usia sekolah saya mesti hati-hati dan memantau jajanan anak-anak. Karena anak-anak tak mengerti apa dan bagaimana narkoba. Jika sampai mereka terpapar narkoba, maka kematian akan mudah merenggut mereka.

Sebelumnya BNN juga menemukan tiga jenis zat yang mempunyai kandungan narkotik jenis baru. Narkotika jenis baru ini bentuknya seperti lembaran kertas yang mirip dengan LSD (Lysergic Acid Diethylamide).

Menurut juru bicara BNN Kombes Sumirat Dwiyanto, narkotika sejenis LSD yang telah beredar selama ini di Indonesia diketahui mengandung zat lisergida didalamnya. Namun untuk narkotika jenis baru yang mirip LSD ini, hasil pengujian di dalam laboratorium BNN menunjukkan bahwa terdapat kandungan yang berbeda di dalam narkotik berbentuk kertas tersebut. Dimana zat yang terkandung di dalamnya adalah 25C-NBOMe, 25I-NBOMe, 25B-NBOMe.

Senyawa 25I-NBOMe dan 25C-NBOMe merupakan turunan jenis narkotika fenetilamine. Zat ini menghasilkan atau menimbulkan efek psychedelic atau disebut juga reaksi menenangkan. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan akibat si pengguna jadi kehilangan kesadarannya.

Sementara untuk senyawa 25B-NBOMe mempunyai efek halusinogen. Zat atau senyawa ini termasuk bagian dari turunan atau pengembangan dari fenetilamine (2CB).

Sampel 25C-NBOMe didapat tim uji laboratorium BNN dari hasil pengungkapan sebuah kasus penyelundupan narkoba melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan untuk sampel senyawa 25I-NBOMe diperoleh dari hasil laporan masyarakat ke BNN.

Sebenarnya sebelum BNN mendapatkan sampel senyawa narkoba tersebut, Bareskrim Polri telah menemukan senyawa serupa di dalam sebuah pengungkapan kasus narkoba yang terjadi di kompleks Perumahan Mahkota Mas daerah Cikokol- Tangerang.
Pihak Bareskrim kemudian menyerahkan sampel barang tersebut untuk diperiksa BNN. Dari hasil pemeriksaan BNN, ditemukan  barang bukti yang berbentuk kertas tersebut mengandung senyawa lain yaitu 25B-NBOMe.

Berdasarkan laporan koran Tempo 15 januari 2014, terdapat sejumlah narkoba jenis terbaru yang beredar di Indonesia. Dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 24 jenis narkoba baru yang semuanya berasal dari 7 kelompok narkotik yaitu :
1. Dragon Fly dan Sponge Bob, meski barangnya tetap sama ternyata Sponge Bob serta si Dragon Fly ini memiliki sejumlah nama lain di berbagai kota di Indonesia

2. Metilon, narkoba jenis ini berharga tiga ratus ribu sampai enam ratus ribu per butirnya. Metilon memiliki sejumlah nama. Di wilayah Jakarta dia dikenal dengan nama Molly, Kancing, Vitamin, Apel atau Inex. Di Bandung, metilon dikenal dengan nama Molly, Vitamin, Inex atau Apel. Di daerah Mataram yang jauh dari ibukota namun tetap saja bisa dipapar oleh narkoba jenis baru ini, metilon dikenal dengan nama Kacang. Sedangkan di wilayah Pekanbaru, metilon disebut juga vitamin, inex atau apel.

3. LSD. LSD berharga empat ratus ribu rupiah per 30 cm persegi. Narkoba berbentuk lembaran kertas ini di ibukota Jakarta memiliki nama lain Meterai, Acid, atau Elsidi. Di kota Bandung dia bernama Kertas. Sementara di berbagai kota lain di Indonesia LCD bernama lain Sponge Bob dan Dragon fly.

4. Ketamine Cair. Narkotika jenis ini berbentuk cair. Ketamine dijual dengan harga empat ratus lima puluh ribu per 10 ml. Di daerah Jakarta dan Bandung, ketamine cair dikenal juga dengan nama lain You-C. Ketamine cair ini juga menimbulkan efek bisa membuat si pemakai berhalusinasi dan mampu menghilangkan rasa nyeri

5. Cannabinoids sintetis. Cannabinoids sintetis merupakan jenis ganja sintetis dengan efek menyerupai ganja asli. Nama lain dari cannabinoids sintetis ini adalah JWH-018, XLR-11

6.Cathinones sintetis. Narkotika ini merupakan katinona sintetis. Efek yang ditimbulkannya adalah menimbulkan halusinasi serta rasa senang berlebihan. Efek lain dari Cathinones sintetis ini adalah mendorong timbulnya energi yang lebih berlipat. Dan efek yang paling mengerikan dari narkoba ini adalah ketika seorang pecandu MDPV atau disebut juga bath salt ini menjadi hilang kesadarannya dan beraksi kanibal. Peristiwa ini terjadi di wilayah Amerika Serikat. Nama lain dari katinona sintetis ini adalah MDMC(Metilon), 4-MEC, pentedrone, N-ethylcathinone, MDPV, atau metedrone (4-MMC).

7. Phenethylamines. Phenethylamines bernama lain DMA, DOC, 2-CB, PMMA, 6-APB atau 5-APB. Narkotika jenis ini bisa ditemukan dalam berbagai wujud. Mulai dari bentuk tablet, bubuk, dan potongan kertas kecil yang umum dikenal dengan nama LSD. Phenethylamines memiliki efek mampu menimbulkan halusinasi dengan tingkat yang sangat tinggi. Phenethylamines mampu menyebabkan si pengguna pingsan karena pengaruhnya yang membuat jantung menjadi dipacu terlalu kuat.

8. Piperazines. Piperazines memiliki sejumlah nama lain seperti Chlorophenylpiperazine, Benzylpiperazine, Trifluoromethylphenylpiperazine juga terdapat di dalam sejumlah obat legal. Salah satunya adalah dalam obat cacing. Jika obat ini sampai disalahgunakan, maka akan menimbulkan efek antidepresan.

9.Zat-zat yang berasal dari tanaman. Zat-zat yang berasal dari tanaman misalnya mitragyna speciosa dan catha edulis. Pada umumnya zat ini berasal dari sejenis tanaman yang biasa tumbuh di kawasan Krathom dan Puncak yaitu tanaman Khat. Efek dari zat ini hampir sama dengan ganja yaitu menimbulkan halusinasi.

Semua jenis narkotika baru ini, mampu membuat tubuh seseorang menjadi lebih bugar dari biasanya. Menciptakan perasaan senang yang lama atau panjang. Jaringan peredaran narkoba jenis baru ini jauh terentang mulai dari Cina hingga Eropa termasuk Indonesia. Di Inonesia pun narkotika ini telah tersebar hingga ke berbagai kota besar dan kecil. Memang tak mudah melindungi anggota keluarga kita dari jeratan narkoba jika kita tidak berusaha mencegahnya sedari dini. Laporkan setiap kegiatan atau tindak tanduk yang mencurigakan di sekitar Anda. Siapa tahu ada pengedar narkoba sedang mengedarkan narkoba untuk menjerat para remaja kita.