@coffeecream waa congratz @syai_fuddin yg menang kontes blog @voaindonesia periode Januari!! *traktir traktiiir😀

Sepenggal twit dari teman saya, Desi pagi tadi membuat saya terperanjat. Saya nyaris lupa kalau ikut ajang Kontes Ngeblog VOA. Karena banyaknya peserta, saya pikir kans saya untuk memenangkan salah satu hadiah bulanan bakal sirna.

Postingan yang memenangkan gelar juara pertama kontes bulan Januari 2012 saya beri judul “Bahasa Daerah Terancam Punah Salah Kita Juga”. Tulisan yang saya posting 7 Januari 2012 ini berdasarkan berita di situs VOA Indonesia dengan judul “Jarang Digunakan, Ratusan Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah”. Hadiahnya? gadget idaman Ipad 2!

Tulisan ini muncul dari kegelisahan saya mengamati kondisi bahasa daerah yang makin terpinggirkan di berbagai daerah. Salah satunya adalah akibat ‘ekspor’ bahasa kota ke desa. Kalau keberadaan bahasa daerah dan bahasa ‘kota’ tadi berjalan seiring no problem, tapi yang terjadi bahasa daerah seperti dirusak dan dipinggirkan. Memang ini tidak terjadi di semua daerah, namun apa yang saya temukan menjadi keprihatinan tersendiri.

Salah satu penanggap di tulisan saya mengatakan, mungkin yang saya temukan itu hanya khas di daerah saya. Benar, bisa saja begitu. Tapi itu adalah sebuah gejala sosial yang merambat seiring dengan penetrasi pengaruh kota ke desa-desa.

Kok jadi serius? hehe… baca saja sendiri di blog ini. Linknya ada di sini.

Oya, yang saya tak duga, kemenangan ini ternyata dipantau sebuah situs citizen journalism Koki (Kolom Kita) yang tertarik mempublish postingan saya di Koki. Saya cuma bisa bilang monggo… Ini link tulisan di Koki Detikcom.