Layanan Ring Back Tone (RBT) yang dikeluarkan operator selular adalah layanan jenial di dunia telekomunikasi nirkabel. Sebelum ada RBT, kegiatan bertelepon, utamanya saat menghubungi seseorang kerap membuat jenuh. Menunggu hubungan tersambung dengan HP menempel di telinga tanpa ada aktivitas lain membuat saya kerap seperti ‘orang bener’.

Setelah adalah layanan RBT, menunggu sambungan telepon selular adalah hiburan tersendiri. Biasanya saya akan happy jika RBT yang saya dengarkan adalah lagu favorit saya, baik dari musisi lokal maupun mancanegara. Bahkan komunikasi melalui HP jadi makin seru lantaran ada perbincangan soal RBT di sela kegiatan bertelepon. Apalagi jika RBT milik rekan saya lagunya asyik tapi belum saya tahu, bisa-bisa niat ngobrol pendek jadi panjang lebar. Pendek kata, bagi saya RBT itu layanan pintar, pandai membuat suasana hati jadi senang dan menghilangkan bete.

Sementara itu secara bisnis sendiri, layanan RBT merupakan tambang uang operator seluler. XL Axiata misalnya, menurut Direktur Komersial Joy Wahyudi dalam suatu kesempatan seperti saya kutip dari ForumJualBeli.Net pernah menyatakan, layanan RBT dan RBT plus dari XL menjadi tulang punggung pendapatan dari layanan bernilai tambah (value added service/ VAS). Hingga kuartal pertama 2011, ada sekitar 9 juta pengguna aktif RBT dari total 39,3 juta pelanggan XL.

Apa arti angka-angka ini ?

Menurut saya, RBT adalah layanan yang dahsyat. RBT ada karena dibutuhkan oleh pengguna telepon selular. Angka-angka itu sudah cukup berbicara, RBT bukan hanya layanan iseng-iseng, namun menjadi salah satu layanan opeator selular yang keberadaannya banyak memberi nilai baru pada arti komunikasi.

Sedangkan bagi penyedia jasa, RBT adalah primadona yang mempertebal nominal pemasukan bagi perusahaan. Suka tak suka layanan RBT telah memberi nilai tambah (value added) bagi komunikasi nirkabel selama ini.

Ke depan, saya mengharapkan RBT bukan sekedar lagu tapi bisa dalam bentuk lain. Memang saat ini sudah ada operator telepon seluler yang membuat RBT berisi iklan. Namun kehadirannya masih belum cukup diterima publik. Mungkin perlu dipikirkan agar konten RBT digarap lebih bagus sehingga pendengarnya tidak merasa terteror oleh informasi berupa iklan tadi.