Setelah menunggu ide jatuh dari langit, akhirnya dapat juga ide buat postingan blog siang ini. Sebagai blogger yang punya mood temporer, agak susah juga mencari sela waktu untuk nulis, meski sudah bertelad melahirkan postingan #365tulisan2011. Libur membuat waktu agak luang.

Saya jadi ingin posting mengenai Telkom, ya itu tuh BUMN besar di negeri ini yang konon merupakan BUMN paling untung di jagat Indonesia. Ide terlintas gara-gara sempat ditelpon tim marketing PT.Telkom yang kerajinan. Dalam rentang kurang dari 3 jam ditawari pasang paket Speedy, layanan internet di rumah produk PT.Telkom.

Andai saja di rumah belum pasang Speedy tentunya saya pasti terbujuk oleh rayuan tim marketing Telkom. Dengan agak kesal saya katakan sudah pasang Speedy. Bahkan sudah lebih dari 2 tahun!

Penawaran yang aneh. Apa perusahaan sekaliber Telkom tidak punya data base pelanggan yang akurat, sehingga harus menghabiskan waktu kerja para salesnya dengan menawarkan promo Speedy pada masyarakat yang sudah tercatat sebagai pelanggan?

Padahal kalau mereka profesional, ingat profesional, garis bawahi itu, mereka bakal bisa mendapatkan customer baru yang yang lebih banyak. Mestinya data base pelanggan mereka berikan pada para sales sehingga tidak menghabiskan waktu menawarkan produk pada pelanggan sendiri.

Yang paling menggelikan ini adalah penawaran Speedy yang keempat kalinya saya terima melalui telepon. Artinya tak ada sistem yang memprotect data pelanggan yang sudah pernah dihubungi. Jika produk yang ditawarkan berbeda, it’s OK. Tapi ini sami mawon.

Kalau petinggi Telkom membaca, semoga mereka sadar harus kembali menatar para salesnya agar bekerja lebih terarah dan punya target yang jelas.

Oya, di telepon yang terakhir saya sempat tertawa mendengar tawaran sales Telkom yang meminta saya putuskan paket yang sekarang dan menggantinya dengan yang lebih murah. Ini lebih aneh lagi. Pakai ilmu marketing apapun ini gak sinkron. Mestinya mereka merayu customer agar mengambil paket yang lebih tinggi atau lebih komplet dong. Bukan malah merayu agar kita menurunkan paket langganan.

Cara jualan seperti ini bakalan diketawain sama pakar marketing seperti Hermawan Kertajaya. Trust me!

#tulisan 7 dari 365