Makin membosankan dan membingungkan kabar penemuan bom sejak selasa lalu. Agak absurd dan gak jelas, siapa yang dibidik dan siapa yang kurang kerjaan menakut-nakuti dengan bom itu.

Sejauh ini mungkin si pengirim bom merasa misinya berhasil. Setidaknya jika melihat  paket pertama yang ditujukan pada @ulil abshar sang ketua Jaringan Islam Liberal di Komunitas Utan Kayu yang berhasil meledak dan memutuskan tangan seorang polisi. Liputan media yang masif, ditambah kerepotan pihak keamanan dan pemerintah, tentunya membuat pengirim bom “menang” diatas penderitaan orang lain.

Saya pikir kasus bom buku hanya selesai di hari pertama. Setelah @ulil , kemudian paket serupa juga dikirimkan ke Gories Mere (BNN) dan Yapto Suryosumarno (politisi dan pimpinan Pemuda Pancasila). Namun hanya bom di Utan Kayu lah yang meledak karena keteledoran polisi, selebihnya sengaja diledakkan gegana.

Esoknya, kosong sehari. Setelah itu berturut-turut paket bom dikirimkan ke musisi Ahmad Dhani, praktisi hukum Hendardi, Komunitas Utan Kayu (lagi), DPR, Pondok Indah serta ke Kota Wisata Cibubur. Yang paling aneh ya bom yang ke Kota Wisata. Sasarannya tak jelas. Mungkin mau menakut-nakuti presiden SBY, yang tinggal tak jauh dari Kota Wisata. Tapi tak jelas apa maunya si pengirim.

Kalau harus mencari benang merah antara tokoh-tokoh yang dikirimi bom agak sulit juga. Apa coba hubungannya Ulil-Gories Mere-Ahmad Dani-Yapto-Hendardi dan Kota Wisata?

Yang jelas pengirim bom adalah orang yang tak punya hati. Senang melihat penderitaan orang, senang melihat kecemasan, tak ingin ada ketentraman. Kira-kira siapa ya? Biarlah polisi yang bertindak.