Mulai Kamis 13 Januari 2010, ada perubahan di sejumlah pintu tol Jagorawi (Jakarta, Bogor dan Ciawi). Perubahan terbesar adalah ditutupnya pintu tol Taman Mini. Biasanya pintu tol Taman Mini dari Bogor merupakan pintu masuk utama ke ibukota. Fungsinya kini digantikan pintu tol Cimanggis. Perubahan ini sekaligus mengubah sistem pembayaran tol di ramp Cibubur dan Kampung Rambutan. Jika dulu Cibubur hanya pintu perlintasan dan pengguna tol hanya mengambil tiket, kini pengguna tol langsung membayar tiket Rp.2000.

Buka tutup sebuah pintu tol sebenarnya adalah hal biasa. Namun yang tak biasa adalah efeknya. Bagi mereka yang tinggal di kawasan Cibubur dan sekitarnya pasti paham benar jika kawasan yang tengah bertumbuh ini macetnya luar biasa. Penyebabnya, jumlah kendaraan pribadi yang melebihi kapasitas jalan membuat siapapun yang melalui jalanan Cibubur di hari kerja atau akhir pekan akan terkena macet yang parah.

Dan kamis pagi ‘neraka’ kemacetan parah saya alami sendiri. Saat mengantar anak sekolah terjebak kemacetan tak berujung sejak di kawasan Kranggan, sekitar 5 kilometer dari mulut pintu tol. Ternyata dugaan saya salah. Mobil beringsut sangat pelan, dan baru sampai di mulut pintu tol Cibubur setelah setengah jam. Bagi saya ini luar biasa untuk jarak yang biasanya ditempuh dalam 5 menit.

Setelah saya amati, ternyata penyumbang kemacetan parah pagi tadi adalah dimulainya sistem bayar di pintu tol Cibubur. Mobil yang biasanya melaju kencang, terpaksa mengular sangat pelan karena harus membayar ongkos tol. Umumnya pengguna tol tidak siap harus membayar di pintu tol Cibubur, akibatnya transaksi pembayaran yang mestinya sebentar ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.

Saya tak mengerti kenapa hal ini tidak diantisipasi oleh PT.Jasa Marga selaku operator jalan tol. Saya yang hampir tiap hari melewati pintu tol Cibubur tidak pernah melihat ada pengumuman sosialisasi akan adanya pembayaran di pintu tol ini. Yang saya tahu malah rencana pembongkaran pintu tol Taman Mini.

Harusnya infra struktur berupa penambahan loket pembayaran atau pelebaran pintu tol dilakukan terlebih dulu oleh operator jalan tol sebelum perubahan diberlakukan. Jangan sampai terkesan PT.Jasa Marga sebagai penyumbang kemacetan baru di kawasan ini. Apalagi pintu tol ini merupakan akses utama lalu lalangnya rombongan Presiden SBY dan ibu negara sebelum beraktivitas ke istana negara tiap harinya. Apa jadinya jika kemacetan parah membuat kegiatan presiden menjadi terhambat? Sulit membayangkannya.