Manusia tampaknya senang dengan sesuatu yang unik. Angka-angka unik salah satunya. Tidak hanya Presiden SBY yang senang dengan utak-atik angka saat Pemilu, sebagian warga lainnya juga gandrung akan hal-hal yang dianggap lain, unik, memberi keberuntungan bahkan mistis.

Besok menurut penanggalan masehi adalah tanggal 10 bulan 10 (Oktober) tahun (20)10. Sebenarnya tanggal ini sama dengan tanggal-tanggal lainnya. Permainan angka dan ‘rasa’ manusia lah yang membuatnya jadi berbeda.

Ada yang ingin mengabadikan keunikan tanggal tersebut sebagai tanggal pernikahan. Ada yang sengaja memilih tanggal tersebut sebagai hari kelahiran, tentunya dengan operasi Cesar. Ada pula yang dengan sengaja membuat keriuhan seperti reuni di tanggal tersebut.

Saya mencatat beberapa event besar sengaja mengambil tanggal, bulan, tahun dan jam yang serba sepuluh. Pernikahan pesohor Indra Bekti salah satunya. Presenter Indra Bekti bakal menikah dengan aura serba 10. Mulai dari tanggal, bulan, tahun, jam, mas kawin, hingga jumlah MC kondang yang terlibat dalam pesta pernikahannya dengan Adila Jelita besok. Dengan sejumlah keunikannya, konon acara ini bakal dicatatkan dalam Indonesia Book of Record (IBOR).

Selain pesohor Indra Bekti. konon jumlah pasangan yang bakal menikah besok bakalan booming. Ini pastinya membuat sibuk para penghulu, pendeta, atau petugas catatan sipil. Jangan kaget jika besok banyak penghulu yang hadir di sebuah akad nikah last minute, karena harus berada di tempat lain di waktu yang mepet.

Event besar lain yang saya catat adalah peristiwa kelahiran. Meski belum ada catatan resmi berapa banyak perempuan yang ‘meminta’ untuk melahirkan dengan operasi caesar esok hari, informasi sejumlah rumah sakit setidaknya sudah menggambarkan ‘keria-an’ melahirkan di tanggal unik tersebut. Ini belum termasuk yang proses persalinannya tepat pukul 00.00 nanti malam.

Peristiwa lain yang saya kira tak kalah menyedot perhatian adalah hajatan Pasar Seni ITB di kota Bandung. Hajatan 5 tahunan ini dipastikan bakal menyedot ribuan pengunjung, baik warga Bandung sendiri, mahasiswa ITB, serta ribuan alumni yang sengaja ingin bereuni dengan kampus. Buat warga Bandung bersiaplah terkena macet akut esok hari. Saran saya, jika taki perlu benar, jangan lewati kawasan Dago, Tamansari, Cihampelas/ Setiabudi. Kawasan ini pasti bakal dapat limpahan macet luar biasa. Tak ada Pasar Seni saja tiap akhir pekan kawasan ini sudah macet, apalagi besok dengan sensasi 10-10-10 itu.

Diluar ‘kepercayaan’ terhadap tafsir angka-angka seperti yang dianut para politisi, apa sebenarnya yang membuat orang tergila-gila pada hal-hal semacam ini? Sekedar ingin tercatat dalam sejarah, terpengaruh mistis ataukah just lifestyle? Gak gaya kalau tak menjadi bagian dari keriuhan tafsir atas angka tadi.

Saya melihat kegemaran masyarakat kita pada hal-hal yang sifatnya mistis ‘ditangkap’ dengan cantiknya oleh industri. Gaya hidup konsumsi yang telah membelenggu masyarakat modern membungkusnya dengan sentuhan terkini. Saya yakin pasti hal ini dimanfaatkan oleh biro jasa pengatur pernikahan (wedding organizer), rumah sakit (dokter), hingga produsen barang. Lagi-lagi gaya hidup konsumtif lah yang mengemuka, sementara esensi apa itu 10-10-10 itu sendiri tidak terlalu penting.