Jerawat


Sms pendek siang tadi saya terima dari si sulung di rumah. Bunyinya, “yah, beliin obat jerawat. udah habis yang di rumah. beli yang merknya *** kata teman lebih ampuh”. Saya pun mengiyakan permintaan si sulung dan janji bakal membeli sepulang kerja.

Saya sangat berempati dengan mereka yang berjerawat. Selain pernah juga jerawatan. Saya juga mengalami krisis pede saat masa pubertas dulu. Kalau ada jerawat yang tumbuh di muka yang cuma seuprit ini, langsung kebingungan. Seolah dunia mau kiamat, pasti nyari obat atau apapun yang bisa menutupi si jerawat tadi. Pernah suiatu ketika jerawat itu saya beri obat merah –masih ada gak ya obat ini hari gini– eh seorang kawan malah ngeledek kalau saya sedang naksir seseorang. Karena merasa lagi gak naksir siapapun saya kesal juga.

Sejak itu saya biarkan saja jika jerawat tumbuh di wajah. Anehnya, saya kok merasa malu ya kalau ketahuan berjerawat. Padahal, jerawat kan penyakit yang wajar muncul saat usia puber, terutama bagi mereka yang kulitnya berminyak.

Soal jerawat juga kerap dihubung-hubungkan dengan penganan bernama kacang. Kalau jerawatan pastilah karena makan kacang. Jadi kacang sebagai penyebab. Padahal bukan kacangnya, tapi kandungan dalam kacang yang tidak bersahabat bagi mereka yang kulitnya berminyak. Benar gak sih? Entahlah.

Pernahkah anda berjerawat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s