Email saya di hack! Hah tak pernah terbayang saya mengalami hal seperti ini. Pagi tadi sebuah sms dari kawan di UI masuk, “Bos, ada  yg ngebajak alamat email lo niy.. Email nya gw forward k lo ya,” Begitu kawan saya menulis.

Sejak semalam memang saya tak bisa mengakses email saya yang juga jadi email account di Kompasiana. Semula saya pikir Hotmail sedang trouble. Berkali-kali saya coba tetap tak bisa. Saya pun mulai panik. Karena banyak informasi dan keanggotaan milis di email ini. Celaka!

EmaIl kawan saya tadi menjawab kegelisahan saya. Ia juga mengabarkan menerima email dari saya yang mengabarkan saya yang tengah berseminar kini terbaring sakit di Inggris. “Saya” yang palsu itu juga minta dipinjami uang 2.500 dolar amerika untuk biaya operasi kecil sakit perut. Di email tersebut saya berjanji akan membayarnya jika telah kembali ke tanah air. Sadis!

Mau tahu seperti apa emailnya? Oya nama dan alamat email kawan sengaja saya hilangkan. Dan di beberapa bagian email ada yang saya beri garis tebal untuk membantu memahami poin-poin penipuan yang menimpa saya.

Sent: Fri, April 16, 2010 6:31:32 AM
Subject: Urgent Assistance

Hello,

How are you doing and how is your family? I believe they are all fine and in the best of good health. I am in UK; I came here for a seminar, which just ended. Since i got here i have not been feeling too well, i feel sharp pain in my stomach and due to this have gone to hospital to see a doctor for Check up and i was examine and ask to stay back for medication which will require a minor Surgery Where my problem lies is that i don’t have a enough money with me presently,staying back means i have to continue paying for my hotel room, also pay for my hospital bill and other expenses that may spring up.

Am sorry to bother you with my problem but please i want you to help me with a loan of $2,500 to take of myself. If you cannot do that amount what ever that you can arranged i would really appreciate because i know this is not an easy request to make and i would not have done so unless it was really a huge necessity. I will reimburse you once i get home in a week time.

Anticipating you reply at the earliest to my request!

Yours Sincerely,
syaifuddin

Beruntung yang menerima email itu adalah kawan kuliah yang semalam masih sempat dalam kelas bersama, sehingga ia sangat tahu persis keberadaan saya yang sehat wal afiat dan tidak sedang bepergian ke luar negeri. Saya tak bisa membayangkan bagaimana kalau email itu diterima kawan yang kebetulan jarang bertemu dan sangat pemurah. Pastinya ia telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening “Saya” yang palsu itu.

Hingga saya menulis di blog ini saya masih belum bisa mengakses kembali email saya. Mungkin saya akan berganti email untuk keanggotaan sejumlah milis dan Kompasiana. Karena saya lupa jawaban kunci pertanyaan rahasia yang saya simpan di email tersebut. Moral cerita sederhana ini adalah jangan pernah percaya 100 % pada email dari siapapun yang menyangkut berita/ kabar baik atau buruk. Cek dan recek jauh lebih baik daripada menelannya bulat-bulat.

Selamat menikmati akhir pekan…