Nia di Poster Kampanye Sang Ayah

Seorang kawan kemarin mengingatkan kalau hari ini bekas bos saya mantu. Siapa? Oh, Aburizal Bakrie yang bakal menikahkan putranya Ardie Bakrie dengan artis Nia Ramadhani. Saya memang sempat menjadi pegawainya 6,5 tahun di sebuah stasiun tv. Saya jadi pegawai saat stasiun tv itu jaya, kemudian surut dan merangkak lagi.

Saya katakan, terus urusannya apa dengan saya? Wong masuk dalam list undangan pun tidak. Pak Ical sendiri, saya hakul yakin tidak kenal dengan saya. Emang saya siapa? Pegawai rendahan yang hanya sebagian kecil dari sekrup perusahaan.

Saat menjadi karyawannya, posisi pak Ical belum sebesar sekarang. Saat ini selain sebagai pengusaha papan atas dengan sekian banyak bidang usaha, Ical juga ketua umum partai Golkar. Ia juga bekas menteri, dan tentunya mantan orang terkaya di Indonesia.

Sebagai orang terkaya, konon kekayaan pak Ical saat jadi menteri di tahun 2007 mencapai 5,4 Milyar dolar amerika atau setara 50 Trilyun rupiah. Hmm…kalau ditukarkan duit recehan seratus perak bisa berapa gerobak ya? Oleh majalan Forbes Indonesia, pak Ical ditempatkan sebagai orang terkaya nomor wahid di Indonesia. Jauh di atas Eka Tjipta Widjaya dan duo Djarum Michael dan Budi Hartono.

Tahun lalu Ical sudah tak berada dalam jajaran teratas orang terkaya. Posisinya digantikan duo Djarum yang berkibar dengan banyak bisnis diluar rokok itu. Meski tak lagi berada di urutan teratas orang terkaya, tapi siapa yang bisa membantah bahwa pak Ical adalah orang super kaya di negeri ini?

Kalau diundang, kira-kira apa kado yang cocok diberikan pada pasangan Ardie Bakrie dan Nia Ramadhani ya? Kalau saya kasih uang atau barang nanti dikira menghina, karena nilai uang yang bisa saya berikan pasti tak ada seujung kuku yang mereka miliki. Apalagi pesta pernikahan Ardie-Nia konon berbiaya 100 Milyar rupiah. Sementara kalau barang, pastinya bakal malu-maluin, karena kedua mempelai pastinya sudah punya segalanya.

Lalu, apa dong? Saya jadi ingat ide presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono yang dilontarkan pekan lalu. Saat itu SBY mengusulkan lokasi lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo Jawa Timur ia sarankan untuk dijadikan lokasi wisata geologis. Ia berharap nantinya warga setempat bisa dilibatkan di  proyek wisata geologis tersebut.

Balik ke kado tadi, saya jadi ingin memberi kado bagi pasangan Ardie dan Nia liburan ke lokasi Lumpur Lapindo. Saya yakin keduanya pasti belum pernah melihat keajaiban dunia di Sidoarjo itu. Di tempat ini Nia juga bisa memanjakan diri dengan treatment spa menggunakan lumpur lapindo. Siapa tahu khasiat lumpur Lapindo bakal mengalahkan keajaiban lumpur dari laut Mati di timur tengah sana.

Selamat menjadi keluarga besar Bakrie ya Nia. Gak usah main sinetron lagi. Dan bapaknya kalau kampanye gak perlu memajang foto Nia lagi. Kan sudah ada yang lebih bermagnet, pajang saja foto kawinan ini. Pasti semua orang ngeh, pak Prya Ramadhani itu besannya pak Ical.

Gbr diambil dari sini.