Alm Barens Hidayat

Kaget saya buka Multiply siang ini, seorang kawan blogger, Barens Hidayat kemarin meninggal dunia setelah berjuang dengan penyakit kanker kelenjar kulitnya. Sejak setahun terakhir cak Barens memang sudah keluar masuk ke RS lantaran penyakitnya itu.

Meski tak mengenal beliau di dunia nyata, saya ‘berkawan’ dengan cak Barens, begitu saya menyebutnya, sudah sejak lama. Kalau tak salah sejak 2005-an sejak kenal Multiply. Diantara sakitnya, saya kerap menyapa dia lewat Facebook. Dan kehangatan cak Barens tak hilang meski saya tahu dia tengah berjuang dengan sakitnya.

Saya mengenal cak Barens dari postingannya yang menerbitkan kepositifan. Tak pernah ia memaki orang atau membuat postingan kontroversi. Selalu ada yang bisa kita ambil dari postingannya.

Postingannya yang paling saya gemari dari cak Barens adalah soal kuliner. Wah kalau untuk yang satu ini cak Barens ahlinya. Saya kerap dibuat terkagum-kagum dengan laporan pandangan matanya soal tempat makan enak yang dia rekomendasikan. Begitu menyatu dengan makanan yang dia laporkan.

Membaca postingannya seolah kita ada di depan makanan itu sendiri. Fasihnya Cak Barens bercerita soal kuliner karena dia juga anggota komunitas jalansutra yang kerap membuat acara makan dan jalan bersama.

Selain di MPID, saya kembali ‘bertemu’ dengan cak Barens di Kompasiana. Dia jadi member sejak februari 2009. Kompasianer mungkin gak banyak yang kenal cak Barens. Karena penyakit kanker kelenjar kulit yang dideritanya, di sini cak Barens hanya sempat membuat dua postingan. Dua-duanya soal kuliner, pecel dan nasi ulam. Saat posting dua tulisan itu, Kompasiana belum jadi social media yang seheboh sekarang.

Selamat jalan kawan, semoga kita sempat blogging-an di sana…

Bagi yang ingin tahu jejak alamarhum di dunia maya, bisa klik ini, itu dan ini.

*Foto diambil dari sini.