iwan Fals dan Andy Noya

Siapa tak kenal kepiawaian Iwan Fals dalam mencipta lagu. Sulit mencari tandingan penyanyi balada satu ini dalam hal kedalaman makna liriknya. Lirik-lirik lagunya lugas, bercerita mengenai banyak hal. Jika di tahun 70-80-an public banyak disuguhi Iwan Fals pada potret ketimpangan sosial, politik yang kotor, hingga kehidupan. Maka di tahun-tahun berikutnya Iwan masuk ke persoalan lingkungan hingga kesewenangan politik. Dalam kurun waktu tersebut Iwan juga banyak mencipta lagu dengan tema cinta.

Ada sejumlah lagu Iwan Fals yang hingga kini masih sering kita dengar di tv yang bercerita mengenai kebusukan Orde Baru. LIhat saja lagu Bento yang bercerita mengenai kebusukan pengusaha dan penguasa. Atau lagu Bongkar yang menceritakan soal ketidak adilan. Iwan mengambil bingkai kehidupan social politik orde baru sebagai inspirasi lagu-lagunya. Atau lagu legendaries Oemar Bakrie yang bercerita mengenai nasib malang guru. Dari liriknya pasti kita semua sepakat Iwan Fals sangat kritis terhadap pemerintahan Orde Baru. Ia mungkin sejenis pemberontak, atau bisa dikatakan oposan kritis dari luar parlemen.

Ternyata Iwan Fals sesungguhnya tidak membenci sosok Suharto. Setidaknya itu terungkap dalam wawancara di Kick Andy, di Metro Tv Jum’at malam. Ia menganggap Suharto orang hebat. Buktinya Suharto bisa bertahan begitu lama sebagai presiden. Ia bahkan berterima kasih terhadap Orde Baru, yang menurutnya member banyak inspirasi penciptaan lagu buatnya. Mungkin dalam bahasa lain, ia tak mungkin bisa menciptakan lagu-lagu yang dinilai public sebagai lagu protes atau kritik social jika ia sendiri tidak hidup dalam era Orde Baru yang serba memberangus hak-hak pribadi warganya.

Bahkan ternyata yang tak banyak diketahui public, Iwan pernah bertemu muka dengan penguasa Orde Baru itu secara langsung. Ini terjadi saat adiknya menikah, dan Pak Harto menjadi saksi pernikahan adiknya. Sayang bagian ini tak banyak dieksplore oleh Andy Noya. Padahal bisa jadi ini jadi bagian paling menarik dari wawancara dengan Iwan. Seorang penyanyi yang kerap bersuara lantang mengungkap borok orde baru bisa berhadapan langsung dengan pemimpin besar Orde Baru.

Oya, di Kick Andy, Iwan yang saya lihat selama ini sebagai pribadi yang sangat pelit berkomentar mengenai persoalan pribadi, tiba-tiba menjelma menjadi sosok yang sangat luwes mengungkap sisi hitam, sisi kreatif, hingga sisi manusiawi lainnya. Bagian paling menyentuh dari wawancara dua jam itu adalah saat Iwan Fals harus menjawab sejumlah pertanyaan mengenai anaknya Galang Rambu Anarki yang sudah meninggal sejak beberapa tahun silam.

Iwan seperti kehabisan kata-kata saat Andy Noya menanyakan rumor kematian Galang adalah akibat over dosis obat-obatan terlarang. Iwan sepertinya ragu-ragu menjawab. Terlihat beban berat ada di pelupuk matanya. Kenangan ditinggal seorang yang dicintai memang menyakitkan. Apalagi dia adalah buah hati sendiri. Apalagi kepergian Galang kemudian banyak mengubah hidup Iwan Fals, terutama terkait dengan proses kreatifnya. Ia sempat tak bisa bermusik sejak Galang meninggal secara mendadak.

Di acara ini Iwan juga dengan kebesaran hatinya menyatakan ia dulu pernah berteman dengan obat-obatan terlarang. Sebuah pengakuan jujur yang tak mudah dikatakan dari seorang musisi besar. Ia tak takut bakal dijauhi penggemar demi pencitraan pribadinya. Beda sekali dengan politisi yang selalu memberi kesan dan menyatakan bersih dari berbagai skandal.

Kalaupun sekarang ia bisa bangkit, Iwan mengatakan tak lebih dari peran besar sang istri, Rossana alias Yos. Yos dan juga penggemar dan keluarga banyak memberikan stimulus agar ia bangkit dan kembali berkarya.

Blak-blakannya Iwan di acara ini tak lepas dari kepiawaian Andy Noya selaku host. Ia berhasil membuat Iwan Fals sangat nyaman berujar. Untuk hal yang satu ini rasanya tak salah jika salut dua jempol saya berikan pada Andy Noya. Ia bisa menampilkan sosok Iwan Fals apa adanya. Faktor pernah satu kampus dengan Andy Noya mungkin menjadi salah satu poinnya. Tapi memang hanya Andy Noya yang bisa begini, membuat Iwan Fals tak hanya berujar pendek-pendek, namun mengungkap banyak hal tentang dirinya, tentang pandangannya yang tak pernah terungkap sebelumnya.

*foto diambil dari sini.