Sebulan Tanpa Tv


Bagaimana rasanya sebulan di rumah tanpa TV? Seru..

Bermula dari rusaknya tv jadul kami. Usia 10 tahun ternyata membuat banyak komponennya tak mampu lagi bertahan. Gambarnya menghilang, yang muncul hanya suara.

Anak-anak komplain. Si bungsu sedih tak lagi bisa melihat film kartun kesayangannya di Disney. Si tengah dan sulung tak bisa lagi melihat Viking.

Cukup berat situasi awal tanpa tv di rumah, terutama bagi anak-anak. Biasanya suara tv mendominasi hari-hari mereka. Sambil makan setidaknya dengar suara tv, pulang sekolah lihat tv, hari libur pun kalau tak ada acara di luar tv jadi teman sehari-hari.

Tapi itu di awal. Setelah berjalan seminggu, ternyata ketiadaan tv malah menjadi berkah. Si sulung jadi punya banyak waktu membaca. Pe-er dari sekolah lebih sering dikerjakan lebih cepat dari biasanya. Waktunya jadi lebih produktif.

Si tengah jadi senang menulis. Beberapa puisi kecil ia hasilkan di sela bete tak ada tv. Melukis pun kembali ia gemari. Krayon dan  pensil jadi teman yang paling setia.

Yang paling menyenangkan adalah si kecil Ninis. Ia lebih sering menyanyi dan belajar membaca. Ia juga bisa membuat tulisan mini meski harus didikte. Saya sendiri meski bekerja di tv tak serta merta kehilangan. Karena masih ada internet yang setia mendampingi.

Pendek kata, tak ada tv ternyata kita tak mati.

Tapi kesepian kita tak ada tv kemarin berakhir. Kita sepakat mengakhirinya dengan banyak catatan. Yang penting kami pernah sama-sama belajar. Ini akan menjadi memori di hati kami masing-masing. Semoga kami bisa lebih bijak menggunakan kotak ajaib ini di kemudian hari.

Advertisements

7 thoughts on “Sebulan Tanpa Tv

  1. Saya juga merasakan suatu saat tanpa TV, awalnya susah terutama ketika tidak bisa nonton langsung acara siara sepakbola. Suatu saat juga pernah tanpa TV dan internet, ini yang lebih repot lagi, terputus dengan dunia luar. Ternyata memang kemajuan TIK telah membuat banyak orang tergantung dan merasa kehilangan saat tidak ada.

    Salam

  2. mas aris, untungnya kemarin saat tak ada tv, inet masih jalan. gak kebayang tanpa inet saat ini. dengan inet lebih banyak bisa menjelajah. anak-anak pun lebih kreatif, karena bisa menggambar, baca cerita dan lihat tv…hehehe…

    tengkyu mas sudah mampir kemari.

  3. tv memang sangat menghibur.. tapi sayang di negara ini kita masih saja disuguhkan acara2 tv yg gak pantas ditonton, acara tv yg bisa merusak mental dan moral para pemuda seperti sinetron2 sampah yg bisanya cuma nangis2 dan merusak etika pergaulan ketimuran.. miris dah.. 😉

    tapi tv jg ada efek baiknya jg lho.. hehe..

  4. nice post ^^
    salam kenal mas syaifuddin,
    hidup tanpa tv sekarang kayaknya sudah bisa dijalani. tapi kalo tanpa inet en hp wah bener2 gak kebayang tuh. msalahnya tv di kamar saya dah lama rusak gak dibener2in, jadi kalo mo nonton tv harus ke ruang keluarga > malas keluar kamar karena dah ada internet. paling kalo pas ada berita2 seru & hangat di luar sana, baru maksa’in rebutan remote control TV sekedar mo liat gambar suasananya aja. smentara kalo kompi rusak ato kena virus a gak bisa connect internet wah dah kelimpungan telp sana/i cari cara sesegera mungkin biar bisa internetan lagi. mungkin ini merupakan bagian dari perkembangan TIK yang dah jadi bagian dari hidup manusia, ato dah addicted?

    salam Indonesia > arie..

  5. @muhammad zakariah: efek negatif juga menjadi pertimbangan mengapa semula saya emoh memperbaiki tv yang rusak. rasanya malas sekali melangkah ke tempat servis. apalagi anak-anak kemudian enjoy dengan kegiatan masing-masing di rumah. tp sebulan rasanya cukup musuhan dengan tv. ini sekedar latihan, ternyata kita bisa hidup tanpa tv, tapi tidak jika inet rusak atau mati.

  6. @arie saksono: saya sampai kapanpun tak akan pernah punya lebih dari satu tv. karena buat saya tv itu media silaturahmi antar anggota keluarga. tv saya jadikan media pengendalian diri, tenggang rasa. dengan tv, kita belajar memahami orang lain, dengan tv pula anak-anak belajar apa yang bisa dan tidak boleh mereka tonton.

    tengkyu rie sudah mampir. apa kesibukanmu terakhir? main dong ke kantor, udah di tengah kota sekarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s