When Silly Met Venus

Judul Buku : When Silly Met Venus

Pengarang : Silly dan Venus

Penerbit : Grasindo, Jakarta, 2009

Tebal : 114 hal

Bookblog atau buku yang berasal dari postingan di blog belakangan kian menjamur –tapi bukan berarti bukunya jamuran lho–. Ini segenderang seirama dengan dunia blogging yang terus memesona banyak orang. Tak bisa dipungkiri blogging memang mengasyikkan. Dunia tulis-menulis ini –karena lebih banyak yang menulis dibanding photoblog misalnya, menjadi wahana efektif menyalurkan kreatifitas.

Banyak penulis berbakat ditemukan oleh dunia ini. Termasuk kedua penulis yang bukunya diberi judul When Silly Met Venus ini. Menilik judulnya, saya jadi ingat dengan sosok Meg Ryan dan Billy Cristal dalam film komedi romantis Hollywood “When Harry Met Sally”. Film yang kocak namun tidak slapstik itu, sangat membekas di benak saya. Film yang edar di dekade 90-an ini, menjadi salah satu film box office di masanya.

Tapi jangan bandingkan keduanya. Meski memiliki judul yang seirama, tapi WSMV bukanlah bentuk buku dari WHMS. Tampaknya sang editor sengaja membuat judul yang sangat menjual ini demi taktik dagang, mencoba mengingatkan para “pere” pada film WHMS itu.

Buku ini merupakan kolaborasi apik dari kelincahan menulis dua blogger handal yang juga mengelola situs ngerumpi.com itu. Baik Venus maupun Silly menunjukkan kemampuan mereka mengolah kata sehingga enak dibaca dan kerap membuat terpingkal atau senyum dikulum pembacanya.

Kedua penulis membagi bukunya menjadi 7 bagian. Masing-masing diberi sub judul yang lucu-lucu…gimana gitu. Tengok aja, ada judul Oh perempuan…*nengok kiri kanan*, Oh kantongku… *sambil meringis*, Oh anakku… *ngeplak jidat sendiri*.

Dari sub judul itu sendiri kebayang kan pesan apa yang bakal disampaikan dua blogger ini. Karenanya, tak berlebihan kalau Wicaksono alias Ndoro Kakung, si blogger ngetop ituh, memberinya julukan bidadari centil ranah blog.

Pilihan topik tulisannya pun, meski bagi saya tidak semuanya baru, lumayan menarik. Mulai dari persoalan sepele soal sudahkah kita menyatakan sayang pada pasangan, oon-nya perempuan dalam membaca peta, sampai warna underwear after married! Huh.

Tak biasa, tapi diceritakan oleh Silly dan Venus dengan renyah, apa adanya. Membaca buku ini, kita seolah sedang ngerumpi dengan kawan kita di cafe. Bicara apa saja boleh, asal jangan lupa bayar makanannya! hehehe…🙂

Kalau harus ada yang disesali dari buku ini adalah jumlah halamannya. Bagi saya terlalu tipis. Mestinya bisa lebih tebal lagi biar puas bacanya. Tapi ini mungkin disengaja agar pada penasaran menunggu buku berikutnya, itu juga kalau penerbitnya mau nerbitin seri keduanya…hehehe..

Buat sosialita perempuan, saya sarankan membaca buku ini hingga tuntas tas… Bukan apa-apa, ini penting buat menambah pengetahuan, iman dan takwa…lho…kok?