Koin Untuk Prita

Saat ini gerakan koin untuk Prita Mulyasari tengah digalang dimana-mana. Gerakan ini untuk menjawab putusan Pengadilan Tinggi Banten yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus perdata Prita melawan RS Omni Internasional Tangerang. Prita dinyatakan bersalah dan diharuskan membayar ganti rugi 204 juta rupiah. Duh!

Jumlah yang mungkin tak seberapa bagi raksasa pemilik modal rumah sakit. Tapi bagi warga biasa jumlah itu sangat besar. Pun bagi Prita sendiri.

Kasus Prita memang aneh. Kasus pidana-nya belum selesai, muncul lagi gugatan perdata. Padahal persoalan awalnya sangat sepele, Prita curhat lewat email soal layanan RS Omni yang buruk. Seperti biasa email keluhan macam itu bakal mengular kemana-mana.

Karena bersangkutan dengan nama besar Omni, kasus ini begitu cepat menggelinding.

Sekarang Prita kembali tersudut. Simpul-simpul dukungan itu pun  bergerak lagi. Mereka mengumpulkan uang recehan untuk membantu Prita membayar denda.

Saya terharu dengan upaya ini. Anak sekolah, ibu-ibu, pemulung, hingga kalangan profesional bahu membahu mengumpulkan uang koin recehan.

Gerakan ini memang bukan semata untuk mendukung pembayaran denda itu sendiri, namun sebuah gerakan menolak ketidak adilan hukum yang menimpa warga biasa. Kesewenangan hukum bila tak dilawan akan membuat penguasa hukum merasa benar.

Karena bukan tak mungkin kasus ini juga menimpa saya, anda, dan kalian. Sejak kasus Prita mencuat, curhat lewat email jadi gak asyik lagi. Banyak yang khawatir bakal jadi Prita kedua. Meski tanpa kasus inipun , sebenarnya kasus serupa juga tengah disidang.

Bagi anda yang sepaham, silakan relakan seperak dua perak recehan anda demi penegakan kebebasan berbicara di republik ini. Ingin tahu lebih banyak tentang gerakan ini, kunjungi saja situs koin keadilan. Gerakan ini  punya  tagline menarik “ketika keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan uang receh”.