Mejeng Sebelum Launching

Ada hubungan apa antara Menul, Yuni Shara dan Pak Prayitno Ramelan? Jawabannya bisa panjang lebar. Menul adalah cewek terkece di SMP-nya Pak Pray yang diceritakan saat Launching buku Intelijen Bertawaf, di apartemen Essence, Jakarta siang tadi. Nama ini disebut pak Pray dan membuat seisi Essence terpingkal-pingkal.

Si Bening Yuni Shara
Nah, kalau Yuni Shara, pasti tahu kan… Itu lho penyanyi imut yang selalu nyanyi lagu lawas. Meski nyanyi lagu lawas, namun Yuni tampil prima. Ia membawakan lagu jadul dengan kemasan kekinian. Yuni Shara hadir di Essence sebagai special gift dari seorang sahabat Pak Pray.

Tapi jangan salah, meski merupakan “gift”, pak Pray tak memonopoli pemberian itu untuk diri sendiri. Ia ‘membagikan’ penampilan Yuni bagi semua pengunjung. Kalau dimonopoli bisa-bisa dimarahi Uti nih!

Launching ini sendiri menurut saya merupakan acara penuh cinta. Selain didukung keluarga, kalangan yang hadir adalah mereka yang cinta dan menyayangi pak Pray.

Lihat saja sejumlah mantan anak buah pak Pray di TNI AU yang sedari pagi sibuk mengatur ruangan, menerima tamu hingga menjaga keamanan. Kemudian juga kehadiran sejumlah mantan petinggi militer seperti Chappy Hakim, Hendropriyono, atau mantan Dubes RRC Sudrajat adalah bukti lain pertemanan Pak Pray.

Dari kalangan blogger Kompasiana pun bisa kelihatan yang hadir adalah orang-orang yang menyayangi Pak Pray. Ada dokter Ririen yang jauh-jauh dari Papua, ada dokter Anugra yang datang dari Purwokerto, Rukmana dari Bandung. Ada pula Mariska Lubis yang tengah hamil tua tapi masih wira wiri itu. Bahkan Nda Ndot yang usai launching harus berkemas menuju bandara Narita Jepang untuk bertugas pun menyempatkan hadir.

Pak Pray in Action

Jadi sorry ya kang Pepih yang sedang berhaji di tanah suci, mas Junanto, dan mbak Nunik rugi besar deh tidak datang.

Acaranya sendiri? Penuh tawa. Mulai dari MC ngocol Dali Taher, moderator Rosiana Silalahi, hingga dua pembahas Chappy Hakim dan Hendropriyono kerap melempar joke yang bikin gerrr. Apalagi Pak Pray, sepanjang penjelasannya mengenai mengapa bukunya berjudul Intelijen Bertawaf, tawa membahana kerap terdengar. Benar-benar cair, tak ada batas antara pengunjung.

Yang patut dicatat lagi adalah penganan yang disajikan. Ada Nasi Brongkos yang baru saya temui. Ternyata uedan tenan rasanya. Kalau ada yang jual lagi di Jakarta, tolong beritahu.

Lalu ada nasi rames Jawa Tengahnya yang bikin cleguk.

Dan satu lagi soto kikil yang aduhai.

Pokoknya, full kenyang. Ya kenyang tawa, juga kenyang jajanan.

Pak Pray, selamat ya acaranya sukses. Saya yakin ini benar-benar tak terlupakan buat semua yang hadir. Sukses terus buat eyangnya Dewo ini.

Soal bukunya nanti saya posting tersendiri ya pak…