Kedai Mie Bangka Itu
Hari minggu lalu saya dan keluarga besar Sayuti menyatroni kedai mie Bangka milik sepupu saya, Oleh. Gak nyangka meski baru 3 minggu dibuka, kedai yang terletak di seberang komplek Lemigas Kebayoran Lama Jakarta Selatan itu cukup laris manis.

Rasa mie ayamnya dijamin lekker dan yang pasti 100 persen halal! Soal rasa top lah. Pantas saja kedai ini langsung mendapat tempat di hati penikmat mie ayam, meski tak ada promosi secara langsung.

Kedai ini menumpang sewa di sebuah toko yang tidak terlalu ramai sehari-harinya. Di siang hari ada usaha foto copy di toko ini. Dan malam hari berganti jadi kedai sate padang, kalo gak salah.

Karena siang hari kosong, Oleh menyewanya untuk tempat berjualan mie ayam bangka. Untuk sebulan sewa tempatnya 600 ribu rupiah.

Sebagai pemula di dunia wira usaha, ternyata Oleh hanya bermodal awal sekitar 5 juta-an rupiah. “Ini tidak termasuk gerobak mie-nya lho, “ujar Oleh menegaskan. Sebab gerobak itu dipinjamnya dari sang kakak yang sudah tak terpakai lagi.

“Jadi kalau dihitung total modalnya bisa sampai 8 jutaan,” katanya.

Oleh in Action

Oleh yang sarjana dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini, mengaku sudah menyiapkan diri terjun wirausaha sejak setahun silam, saat dirinya masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan besar.

Setelah kontraknya tak diperpanjang, ia pun menyimpan hasrat terpendam ingin membuka usaha sendiri. Alasanya, “Bosan diperintah melulu. Sekali-kali jadi boss kan boleh.”

Ia pun bergerilya mempelajari pembuatan mie ayam bangka dari seorang kawannya di kawasan Glodok. Dari hasil melihat dan hobbynya makan mie ayam, akhirnya keberanian itu pun muncul ke permukaan.

Dengan bismillah ia wujudkan mimpinya. Saat ini karena baru mulai semua hal nyaris dikerjakannya sendiri. Terutama dalam hal meracik mie ayamnya. Ia belum sempat mentransfer ilmu meraciknya pada orang lain. Semua dari tangannya langsung. Sementara pekerjaan lain seperti bersih-bersih dan beberes ia kadang dibantu oleh bapak atau ibunya bergantian.

Saya kagum dengan anak muda yang satu ini. Berani ambil resiko dan berani menentang arus. Seperti kita tahu, di luaran sana jutaan sarjana menganggur tanpa tahu harus bekerja apa. Sementara Oleh membalikkan anggapan bahwa sarjana tak selamanya harus duduk manis di kantor. Ia bisa terjun langsung berwira usaha tanpa pusing fasilitas kredit atau belas kasihan pemerintah.

Maju terus Leh. Jangan pernah surut melangkah, kami semua mendukungmu. Bagi yang tinggal di sekitar permata hijau atau simprug, mampir aja ke kedai mia ayam bangka ini. Gampang dicari kok, letaknya tepat di depan komplek Lemigas, dekat pool bis antar kota Safari Dharma Raya.

Di sana, Oleh akan menanti!