ceritapuri
Ceritapuri

Seharian tak menyentuh komputer ternyata membuat saya ketinggalan kereta. Sebuah kabar menyedihkan malam ini saya terima. Seorang Kompasianer, Puriwati Purasari Andono, mahasiswi Komunikasi UGM telah pergi menghadap sang Khalik kamis lalu. Ia pergi seusai operasi kanker payudara.

Saya dan juga kompasianer lainnya memang terlambat mendengar kabar kematiannya. Tiga hari setelah Puri pergi baru kami semua mendengar kabarnya. Tak ada kata terlambat untuk sebuah do’a. Sebuah do’a paling tulus bagi perempuan pemberani, yang tak memiliki kata ‘kalah’ dalam hidupnya. Saya yakin Allah pasti memberinya tempat terbaik di sisi-Nya.

Puri memang tergolong baru menjumpai kawan-kawan Kompasiana. Dari halaman blognya terlihat ia baru bergabung sebagai Kompasianer sejak 16 Oktober 2009. Meski baru, bisa saja sebelumnya Ia sudah lebih lama membaca banyak tulisan di sini. Puri baru memposting tulisan 25 Oktober 2009. Tolong dicatat, tanggal itu adalah sekian hari sebelum ajal menjemputnya. Karena ia adalah manusia yang sama dengan kita, sedikitpun ia tak mengetahui rahasia Illahi kepulangannya ke sisi Allah.

Tulisan pertama Puri judulnya Upss… Salah Sangka!! Postingan Puri ini lebih sebagai perkenalannya pada Kompasianer. Dengan gaya cerianya khas remaja, ia menceritakan bagaimana ia divonis menderita kanker payudara. Padahal semula ia mengira hanya terkena Fibroadenomas, semacam benjolan di payudara saja.

Tak ada nada mengeluh atau minta dikasihani dengan postingannya itu. Lihat saja jawabannya saat ditanya kompasianer Rosiy tentang sakitnya.

Ia menjawab begini, “Makacih yah..kena Kanker Payudara  salam smuana!”

Atau baca juga saat disemangati Rosiy untuk terus menulis.

Puri menjawab dengan cerianya, “Sippp ) Chayooooo…..Puri selalu semangat!! Iyah ni Kak’ Puri suka bgt nulis kLo lgi istirahat gt, tapi masih jelek bgt tulisanna…Huhuhu… ) Semangat”

Puri…Puri… hidupmu yang singkat ternyata tak sesingkat semangatmu. Lihat saja komentarnya atas tanggapan dan semangat dari kompasianer.

“selamat pagiiii….. Hmmmm….sambil minum susu nih, ^_~

makacih ya bt smuana, Puri senneg kalo smuana jd ikut2an smangat… D Puri yakin banget kuk, kanker bkn penyakit yg menakutkan dan uda byk yg sembuh…makana, semangat yah!!”

Lagi-lagi saya kagum dengan keyakinannya itu.

Semasa hidup dengan kanker payudara yang dideritanya, saya yakin hari-hari Puri pasti tak senyaman mahasiswi atau remaja lain seusianya. Sakitnya yang hingga kini belum ada obatnya itu, tentunya mengurangi keceriaan, menghambat aktivitas bahkan upayanya meraih mimpi sebagai sarjana komunikasi.

Tapi ternyata saya salah. Sepenggal Ceritapuri di Kompasiana ternyata menyingkirkan kesan itu. Ia begitu tabah, jauh melebihi saya yang kerap mengeluh hanya karena kelelahan beraktivitas. Ia jauh lebih kuat dari saya yang kadang maju mundur menghadapi banyak problema hidup.

Ah Puri, saya kok jadi malu dengan apa yang saya miliki. Sungguh, 5 postinganmu dalam 4 hari telah menularkan semangat luar biasa bagi siapapun mengenai arti berjuang, mengenai semangat pantang menyerah. Hidup harus dihadapi dengan ikhlas, dengan perjuangan tak kenal lelah.

Dalam 4 hari sebelum dipanggil Tuhan, Puri telah menghasilkan 5 postingan di Kompasiana. Tulisan yang akan sangat berarti karena berisi sebuah semangat bernama Puri.

Semoga 5 postingan ini menjadi api penyemangat bagi siapapun yang mungkin kini sedang menderita penyakit apapun. Semoga keikhlasan, semangat dan keceriaan Puri menular pada kawan-kawan semua.  Puri pasti senang jika kita bisa berbagi semangat. Selamat jalan Puri ….