cake kompasiana
cake kompasiana/ photo by nuni

Perayaan ulang tahun pertama Kompasiana di Marios Place, Cikini Jakarta Pusat, Kamis malam berlangsung semarak. Seratusan blogger menjadi saksi sejarah berubahnya kanal Blog Kompasiana yang semula bertag Journalist blog Network menjadi sebuah portal media sosial atau new social media.

Perubahan ini bukan gagah-gagahan atau sekedar rebranding. Bagi Kompasiana perubahan ini membawa arti dan konsekuensi yang luas. Jika saat lahirnya setahun silam, blog keroyokan ini punya sekat-sekat antar blogger. Ada yang dinamakan journalist blogger, sebutan bagi blogger yang orang dalam kelompok harian Kompas dan Kompas dot com. Ada pula Guest Blogger, sebutan bagi blogger tamu yang sengaja diundang menulis di Kompasiana. Ada pula Public Blogger, sebutan bagi orang biasa yang tidak masuk dua kategori tadi.

Pengkotakan itu semula memang sesuai kebutuhan. Apalagi Kompasiana sendiri awalnya merupakan halaman blog bagi internal Kompas. Bahkan masing-masing kelompok blogger itu memiliki cirinya sendiri, dan tentu penggemarnya sendiri.

Namun yang kemudian terjadi adalah beyond expectation. Tauvik Miharja sang, Direktur  Kompas dot com yang menjadi induk Kompasiana mengatakan hal itu. Satu tahun Kompasiana yang semula tidak diperhitungkan, ternyata mengalami perkembangan yang luar biasa. Apa yang tampak saat inibenar-benar diluar perkiraan para pengelolanya. Ini bisa dilihat dari rangking posisi Alexa yang didapat Kompasiana. Jika setahun silam berada di antah berantah, kini sudah masuk jajaran 300 besar Indonesia. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi bakal menembus 100 besar.

Menyadari potensi itu, di HUT-nya yang pertama Kompasiana melakukan rebranding. Kini Kompasiana bukan lagi kanal blog keroyokan yang mengkotak-kotakkan bloggernya. Kini semua blogger adalah Public Blogger, sama rata, sama posisinya. Dan yang membuat Kompasiana berbeda dengan yang lama adalah tampilannya yang lebih catchy, ngepop, light. Ini semata-mata demi meluaskan pasar Kompasiana ke segmen yang lebih luas lagi, demi menjangkau mimpi menjadi kanal blog yang terbesar dan terpercaya.

Kusmayanto Kadiman, salah seorang blogger yang juga baru saja menanggalkan posisinya sebagai Menristek yang semalam juga hadir mengatakan, tantangan terbesar dari kanal blog semacam Kompasiana adalah menjadikan kanal ini rumah bagi 4 generasi. Mulai dari generasi silver seperti pak KK, baby boomer, Generasi X yang melek internet, hingga generasi ABG yang senang dengan kecepatan dan updating segala hal. Jika itu semua bisa dipenuhi, bukan tak mungkin mimpi Kompasiana menjadi kanal blog terbesar dan terpercaya di Indonesia hanya tinggal waktu.

Apa yang diharapkan pak KK sebenarnya sudah bisa dilihat di Kompasiana baru. Dengan tagline sharing-connecting, kini Kompasiana lebih interaktif. Komunikasi antar blogger bisa dilakukan dalam sekali kunjungan. Bahkan ada yang mengatakan, Kompasiana baru mirip-mirip Facebook dengan tambahan blognya. Oo..gitu ya… bagaimana menurut anda?

Happy b’day Kompasiana!!