Listrik
Listrik

Selasa lalu PT.PLN memasang iklan permintaan maaf di harian Kompas. PLN minta maaf atas pemadaman listrik bergilir yang menimpa sebagian warga Jakarta dan terjadi akibat terbakarnya trafo di gardu induk tegangan tinggi Cawang Jakarta.

Langkah ini merupakan pertama kali dilakukan PLN. Selama ini PLN sering cuek bebek jika mereka melakukan pemadaman listrik sepihak. PLN tak pernah memikirkan dampak pemadaman dan tak pernah merespon komplain pelanggan.

Padahal akibat tindakan PLN melakukan pemadaman listrik, kerugian materi yang diderita pelanggan tak sedikit. Yang paling terasa adalah tak berfungsinya alat-alat rumah tangga yang menggunakan sumber listrik. Belum lagi mereka yang mempunyai usaha rumahan dengan listrik sebagai sumbernya, kerugian tak terhitungh lagi.

Anehnya selama ini tak pernah ada kompensasi yang diberikan oleh PT PLN bagi pelanggannya. Pelanggan dipaksa memakan semua kerugian sendirian. Untung dimakan PLN, kalau rugi di pihak pelanggan ya rasakan sendiri.

Kalau melihat logika berpikir PLN, perlukah kita pelanggan listrik meminta kompensasi pada PLN akibat pemadaman listrik? Karena jika dibiarkan, PLN akan terus bersikap seolah tak bersalah melakukan pemadaman sepihak. Padahal ada konsumen yang dirugikan akibat tindakan mereka.

Untuk layanan listrik di negeri ini, pelanggan memang bukan raja. Pelanggan memang hanya hamba sahaya yang selalu sial nasibnya.

*postingan ini juga dimuat di sini.