Ramadhan..I'm In Love
Ramadhan..I'm In Love

Dua hari ini saya begitu kehabisan kata-kata. Ramadhan yang didamba segera pergi. Dan hari ini usai sudah ramadhan. Ada yang hilang. Dan kehilangan kali ini begitu membekas dihati.

Akankah saya diberi rizqi usia sehingga bisa sampai di ramadhan berikutnya? Apakah Allah masih sayang pada saya sehingga diberi kesempatan memperbaiki diri lagi ? Dan sejuta pertanyaan lagi menggunung dalam benak.

Entah mengapa kesedihan perpisahan pada ramadhan kali ini begitu mengusik diri saya, tidak seperti ramadhan yang lalu. Mungkin usia menjadi faktor utama. Makin bertambahnya usia berarti makin sedikit jatah hidup seseorang di dunia ini.

Saya sedih karena sadar dengan penuh belum beribadah dengan baik. Meski selalu ada ‘sesuatu’ yang saya dapat tiap kali ramadhan, saya merasa belum apa-apa.

Ramadhan kali ini saya jalani dengan banyak ujian, utamanya soal penataan emosi. Saya sudah berupaya maksimal menempatkan emosi pada tataran tertentu, namun entah mengapa kerap ‘kalah’. Namun saya tak akan pernah menyerah kalah. Memang tak mudah menata emosi di tengah banyak masalah, persoalan mulai dari masalah kerjaan, masalah rumah hingga persoalan lainnya yang kadang tak bisa diprediksi hadirnya.

Karenanya, jika masih diberi nikmat usia, saya akan menebus ramadhan berikutnya dengan ibadah yang jauh lebih baik dari sekarang. Percuma berjanji memang kalau tak melakukan. Tapi berjanji bukankah sebagian dari niat baik?

Insya Allah kita masih jumpa di ramadhan berikutnya. Ingin rasanya berucap Ramadhan jangan pergi…Tapi siapa yang bisa mencegah datangnya hari kemenangan?

Selamat hari raya Iedul Fitri, Taqabalallahu minna wa minkum, taqabal ya karim…..Maaf lahir batin!!