Ramaditya, Blind Blogger
Ramaditya, Blind Blogger

Tulisan ini saya buat sebagai penyemangat Agung, blogger tunarungu dan tunawicara, peserta Blogshop Kompasiana. Dalam postingan Yulyanto dan daeng Amril sempat diceritakan bagaimana Agung yang memiliki keterbatasan secara fisik, memiliki tekad dan semangat tinggi agar bisa terampil menulis. Ia punya target besar menjadi seorang pemasar internet (internet marketer). Namun sebagai awal ia akan belajar menulis di Blog. Wow, sebuah cita-cita mulia.

Agung tidak sendiri. Di jagat perblog-an tanah air sebelumnya sudah ada Eko Ramaditya Adikara, blogger tuna netra. Ia memproklamirkan diri sebagai tunanetra pertama di Indonesia yang memiliki blog. Di blognya Rama di Multiply (http://www.ramaditya.multiply.com), Rama menulis tag blognya “Siapa Bilang Tunanetra Tak Bisa Ngeblog”. Jika tak mengenal siapa dia sebenarnya, kita tak bakal menyangka bahwa Rama adalah seorang tuna netra. Selain blogger, ia juga menjadi kontributor rubrik IT di Detikcom, serta motivator.

Postingan di blog Rama sama sekali tak menunjukkan kisah sedih di hari Minggu. Semuanya berisi mengenai mimpi-mimpi Rama, harapan dan pencapaian hidupnya. Aura positif yang berusaha disebarkan Rama. Pendek kata, Rama tak mau dikasihani karena memang tak perlu mengasihani sosok mandiri seperti dirinya.

Rama mengalami kebutaan sejak kecil. Namun keluarganya tak memperlakukan Rama sebagai pribadi yang memiliki kekurangan. Ia diajarkan banyak hal seolah ia adalah anak normal. Hasilnya, Rama sangat peka terhadap musik, menyenangi dunia teknologi informasi, dan senang menulis. Bagaimana ia bisa demikian piawai menulis di komputer? Ternyata ia menggunakan program khusus bagi para tunanetra, sehingga saat ia membaca email di komputer, isi email akan berbunyi. Begitu pula saat ia menulis.

blindpowerYang membanggakan ia juga piawai mengaransemen musik game. Beberapa karyanya mungkin secara tak sadar kita nikmati, seperti musik bagi game Super Mario. Ia  juga membukukan tulisannya dengan judul Blind Power.

Rama juga pernah menjadi manajer artis tuna netra yang sempat juara nyanyi di Indosiar.  Belakangan, karena sederet prestasinya,  ia dijadikan motivator bagi penderita tuna netra. Ia wira-wiri ke sejumlah kota di tanah air seorang diri memberi motivasi bagi teman-teman senasibnya. Berkat aktivitasnya yangs egudang, Rama pernah diundang sebagai tamu di acara Kick Andy di Metro Tv.

Melihat sosok Rama, saya hanya bisa berucap, sungguh ALLAH Maha Adil. Kekurangan yang dimiliki Rama ternyata menjadi sebuah kekuatan luar biasa. Ia bisa mengembangkan bakatnya demikian rupa, memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan selalu rendah hati.

Siapa bilang ketidak lengkapan fisik menjadi penghambat prestasi. Dan Rama sudah membuktikan itu semua. Dan saya hakul yakin Agung, kawan blogger Kompasiana kita yang baru akan bisa mengikuti jejak Rama, bahkan bisa melebihi prestasi Rama. Kuncinya terus belajar.