sby-presidenku
Logo SBY Presidenku

Iklan SBY presidenku yang menggunakan jingle iklan Indomie belakangan kerap wara-wiri di Tv. Banyak pemirsa yang terperangah, kok bisa tim sukses SBY menggunakan jingle yang sudah sangat populer dan identik dengan produk Indomie itu untuk iklan kampanyenya? Kurang kreatifkah pekerja iklan sehingga mengkanibal jingle dan konsep iklan mie instan itu menjadi iklan politik?

Hari Kamis jubir Presiden yang juga salah satu ketua DPP Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menjelaskan perkara itu. Menurut Andi, tak ada yang salah dengan penggunaan jingle iklan mie instan itu. Karena mereka melakukannya sesuai prosedur, dan tidak mencontek.

Pihak agency sudah membereskan semua persoalan menyangkut hak atas kekayaan intelektual atau HAKI. Pemilik hak cipta dalamhal ini pencipta lagu, pembuat iklan dan rumah produksi serta produsen mie instan kabarnya sudah ‘dibereskan’.  Jadi jangan takut, iklan itu sesuai aturan main periklanan.

Sebenarnya kalau dari aspek periklanan atau marketing communication, iklan ini sangat efektif. Idiom mie instan ini kan sudah sangat terkenal. Mulai dari anak kecil hingga dewasa dengan mudah melafalkan jingle iklannya meski sudah dibuat dalamberbagai versi lagu dan irama. Lagu ciptaan mendiang A.Riyanto ini memang sangat melekat di benak banyak orang.

Dan Fox Indonesia sebagai produsen iklan ini tak main-main. Sejak Rabu (27/5) mereka memasang iklan ini di semua tv nasional dan 400 radio lokal di seluruh Indonesia. Menurut Choel Mallarangeng, petinggi Fox Indonesia, iklan ini ingin menunjukkan betapa antusiasnya seluruh rakyat negeri ini dari Sabang sampai Merauke memilih SBY.

Dugaan saya, si penggagas iklan sby presidenku versi mie instan ini mungkin berpikir, bagaimana membuat sebuah kampanye iklan yang efektif, mudah diingat semua pemirsa dari berbagai strata ekonomi maupun pendidikan . Menggunakan jenis iklan testimonial seperti dilakukan JK-Win yang memasang mantan Sesdalopbang Solichin GP atau wartawan Kompas, khalayak yang disasar terlalu sempit.

Yang mengerti iklan tutur testimonial hanyalah kalangan tertentu yang terpelajar.  Selebihnya tak terlalu hirau dengan ujaran lebih cepat lebih baik yang dilontarkan JK.

Dan penggunaan jingle dan iklan mie instan ini saya rasa cukup jenial. Terbukti sejak tayang dalam beberapa hari ini, pemirsa TV sudah mulai mengakrabinya.

Persoalannya kemudian adalah, apakah strategi marketing tim sukses SBY ini tak berpengaruh buruk pada pencitraannya selama ini?

Akankah iklan ini bakal dibalikkan oleh pesaingnya sebagai tidak kreatif, mengesankan SBY semutu mie instan yang enak dimakan tapi tak bergizi? Ataukah akan berdampak buruk pada produk yang ditebenginya, misalnya para penolak SBY jadi emoh makan mie instan merk tertentu. Atau malah jadi berkah bagi produsen mie instan bersangkutan? Kita tunggu saja.