Dua hari belakangan ini demo menolak Boediono sebagai calon wapres SBY ramai digelar. Berbagai alasan diungkap mengapa harus menolak Pak Boed. Mulai dari tudingan sebagai agen Neo Liberalisme, dekat dengan IMF dan Bank Dunia, sampai dugaan keterlibatan kasus BLBI.

Salut untuk energi para penolak Boediono. Tapi tolong jangan lupakan juga dengan rekam jejak 2 cawapres lain. Karena jika tak ada aral melintang selain Wiranto, kemungkinan ada Prabowo Subianto. Kebetulan keduanya mantan tentara. Yang satu mantan Panglima ABRI, sementara yang satu mantan Pangkostrad.

Sekedar mengingatkan, kedua jenderal itu sedang memegang tampuk pimpinan saat terjadinya tragedi Trisakti, kerusuhan Mei, hingga peralihan kekuasan di bulan Mei 1998, persis 11 tahun silam.

Apakah sesederhana itu kita menerima sang jenderal dan menolak si sipil hanya karena tudingan tak berdasar?

Adalah adil jika rekam jejak kedua tentara itu juga dikuliti, dikritisi. Jangan-jangan akan banyak fakta terungkap dari rekam jejak kedua tentara tersebut, yang mungkin lebih mencengangkan daripada fakta-fakta neo Lib yang ditudingkan ke Boediono.

Jadi, siapa pilihanmu? Ekonom atau tentara?

*tulisan ini dimuat di Politikana, 15 Mei 2009