Ini oleh-oleh usai nonton duo Budjana dan Tohpati, di Bentara Budaya Palmerah, seberang kantornya kang Pepih, kamis malam. Baru kali ini lihat langsung mereka berdua tampil hanya nge-gitar, tak lebih. Ternyata mengasyikkan!

Saya dan seorang kawan datang agak telat, BBJ sudah penuh sesak oleh Bud-Toh mania, hehehe…lagi seneng nyingkat nama orang setelah demam ngutak-ngatik nama pasangan capres. Ada JK Win, Mega-Pro, SBY-Boed, atau Susi Budi? Halah terserah.

Nyaris kami tak bisa masuk ke arena.Pintu depan sudah dijaga ketat satpam. Artinya tak boleh masuk. Akhirnya setelah sedikit ngotot dengan penajaga pintu samping, kami dibiarkan masuk. Semula kalau dilarang masuk, saya berniat mau ‘ngejual’ nama kang Pepih. hehehe….siapa tahu manjur!

Tanpa banyak kata, pentas Bentara Music Performance kali ini dibuka dengan “Guitar in the Midnight” dan “Takbir”. Aplaus 200-an penonton pun membahana saat duo ini menyelesaikan opening act-nya.

“Lagu takbir ini saya ciptakan saat malam takbiran,” begitu Tohpati menceritakan sedikit cerita soal lagunya yang rancak itu.

Penjelasan dan obrolan singkat Tohpati dan Budjana mewarnai sepanjang pertunjukan. Budjana yang pendiam terlihat sangat irit bicara. Beda dengan Tohpati yang ternyata ‘bocor’.

Ketika Budjana bilang, “Kami memang mencoba sering tampil duo, karena sedang mempersiapkan album bersama,” kata Budjana.

Pernyataannya disahut Tohpati, “Tergantung siapa presidennya..”. Kontan tawa pengunjung pun membahana.

Kemudian berturut-turut meluncur petikan khas kedua gitaris papan atas Indonesia ini. Mulai dari Layang-layang, Lukisan Pagi hingga Keroncong Kemayoran. Saya senang aransemen gitar yang mereka buat, karena membuat lagu keroncong kemayoran benar-benar beda.

Mereka memang bintang dengan “B”. Meski mengakui tampil tanpa sempat latihan bersama, keduanya menunjukkan kelasnya sebagai salah dua maestro gitar terbaik yang dimiliki negeri ini. Terkadang masing-masing bersolo memperlihatkan kemahirannya mengolah senar. Namun di banyak saat keduanya menampilkan harmonisasi yang memukau.

Lagu yang mereka bawakan diapresiasi dengan baik oleh penonton.Namun baru di penghujung acara-lah suasana benar-benar blend saat mereka mainkan lagu yang dipopulerkan mendiang Chrisye, Kisah Cintaku. Lagu ini membuat seisi BBJ tanpa dikomando ikut menyanyi bersama.Konser mini ini kemudian ditutup dengan lagu “Dan” dari Sheila on 7. Sebuah upaya cerdik merangkul penonton untuk interaktif, karena terbukti beberapa penonton juga ikut larut menyanyi.

Sebuah pertunjukan menarik. Lumayan melepaskan ketegangan setelah berkutat dengan aneka berita koalisi gombal para politisi. Buat kang pepih, sorry tak sempat berteleponan karena batere HP-ku drop. Lain kali ajang rutin kamisan di BBJ ini bisa digunakan untuk kopdaran Kompasiana. Seru dan menghibur!

Thx BBJ, Budjana dan Tohpati.