101959Hatta Rajasa makin benderang menjadi bakal pasangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon wapres. Indikasi itu terlihat dari deklarasi pasangan ini yang akan digelar di Sabuga Bandung, yang masih satu komplek kampus Institut Teknologi Bandung, almamater Hatta.

Mengapa Bandung? Konon menurut Andi Mallarangeng, kota ini dianggap banyak kaitannya dengan perjalanan sejarah bangsa ini. Saya melihatnya tak sejauh itu. Bandung dan ITB dipilih karena Hatta. Apalagi Hatta adalah pengurus Ikatan Alumni ITB.

Lalu, kenapa Hatta dan bukan Budiono? Bukankah belakangan nama Budiono termasuk sangat santer disebut? Apakah SBY sudah bergeser prioritasnya dari keinginan mengawal bangsa ini keluar dari krisis ekonomi dengan kembali menempatkan seorang politisi sebagai wapres?

Tampaknya SBY sudah kepincut habis dengan style Hatta Rajasa yang kalem, santun, dan tidak ‘lebih cepat lebih baik’. SBY merasa nyaman bersanding dengan Hatta yang konon sangat setia itu.

Indikasi bakal dipilihnya Hatta belakangan terlihat dengan makin banyaknya Hatta tampil ke publik. Meski berkali-kali Hatta mengatakan kapasitasnya sebagai Mensesneg, namun publik dapat mengukur dan mengendus Hatta sedang diplonco oleh SBY.

Keberhasilan Hatta memecah kebekuan komunikasi dengan kubu Megawati dan PDIP adalah prestasi Hatta yang tidak main-main. Kedua tokoh memang sudah tak saling bersapa dan bertemu, setidaknya sudah 5 tahunan sejak SBY menjadi Presiden. Penyebabnya, mungkin Mega merasa ditelikung mantan anak buahnya di kabinet yang kemudian jadi presiden.

Dengan pengalamannya sebagai politisi di DPR, Hatta memang tak dapat diragukan mampu menjalin komunikasi yang lebih baik dengan parlemen jika bersanding dengan SBY. Itu adalah modal awal yang bagus. Bandingkan dengan Jusuf Kalla yang meski sebagai ketua partai namun tak berhasil mengamankan posisi pemerintah di parlemen. Bahkan JK seperti melenggang sendirian membentuk citra sebagai yang lebih cepat lebih baik.

Saya sendiri beranggapan, duet SBY dan Hatta adalah pasangan paling ideal untuk saat ini. Setidaknya resistensinya paling kecil jika dibandingkan dengan pasangan SBY-Budiono atau SBY-Hidayat Nurwahid.

Kalau Jusuf Kalla dan Wiranto menamakan pasangan mereka sebagai JK-Win, kira-kira apa sebutan paling enak untuk pasangan SBY dan Hatta ya? Mungkin bisa SBY-Hatta, duet SH, atau Susilo – Hatta? Kalau yang terakhir kedengarannya seperti duet legendaris Sukarno-Hatta.

Bagaimana menurut anda?

*tulisan ini ada juga disini.