Caleg PKB Gantung Diri!

Begitu headline sebuah harian ibukota hari ini. Wah, bertambah lagi korban Pemilu kali ini. Setelah ada yang stres dan terganggu jiwa, meminta sumbangan dikembalikan, jantungan hingga meninggal, kali ini lebih tragis.

Sri hayati, caleg PKB dari kota Banjar, Jawa Barat ditemukan gantung diri di sawah desa Bangunjaya, Ciamis. Diduga ia gantung diri karena tak kuat menahan malu karena hanya 10 orang yang memilihnya dalam Pemilu lalu.

Entah seberat apa tekanan psikologis yang dideritanya sehingga ia mengambil jalan pintas dan nekat seperti itu.

Begitulah kalau mengikuti pemilu tak siap menang dan kalah. Hutang menggunung dan tekanan mental membuat caleg gelap mata.

Melihat banyak kasus memalukan pasca Pemilu, mestinya rekrutmen caleg diubah. Partai harusnya jangan hanya silau pada kemampuan tak terukur seperti harta kekayaan. Para caleg harus melalui serangkaian uji mental yang melibatkan psikiater atau psikolog. Tujuannya jelas, mempersiapkan mereka dari kemungkinan goncangan jiwa jika apa yang diraih tak sesuai dengan mimpinya saat kampanye.

Kampanye parpol pun harusnya diubah. Tak lagi jor-joran memasang atribut yang mahal. Menggunakan media massa dan internet adalah solusi cerdas. Tapi cara ini tampaknya belum akan membudaya ke seluruh tanah air, mengingat masih minimnya akses internet ke pedesaan.