Pemilu kurang sehari lagi, namun prediksi pemenang Pemilu sudah bersliweran di media massa. Lembaga Surve Nasional, LSN kemarin merilis hasil survey yang dibuatnya sejak Maret hingga awal April.

Menurut LSN, Pemilu kali ini akan menempatkan 3 partai politik di posisi 3 besar. Siapa dia? Agak mengejutkan memang hasil survey yang dilakukan LSN ini. Karena menempatkan Partai Demokrat di posisi pertama dengan 19,3 persen. Di susul PDIP dengan 16,2 persen. Dan posisi ketiga partai Gerindra dengan raihan dukungan 15,6 persen.

Keberadaan Demokrat di posisi pertama tak terlalu mengejutkan. Selain karena faktor SBY begitu kuat citranya di masyarakat, sehingga tak mudah dikalahkan oleh pesaing-pesaingnya yang lain.

Hasil survey ini juga menunjukkan popularitas seorang Prabowo Subianto mampu menjadi magnet kuat terkereknya popularitas partai Gerindra. Saya tak dapat bayangkan bagaimana jika partai Gerindra tanpa Prabowo. Ia mungkin hanya dikenal sedikit orang di negeri ini.

Terkereknya popularitas Prabowo jelas menunjukkan pula pada kerapihan kampanye media yang dilakukan Prabowo dan tim. Materi kampanye Prabowo memang mudah diingat dan menancap kuat di benak warga.

Ini yang membedakan posisi Gerindra dengan partai yang juga dipimpin mantan jenderal, Wiranto, Hanura. Dalam survey LSN, partai Hanura dimasukkan dalam golongan partai yang hanya meraih suara di kisaran 2,5 persen.

Saya heran mengapa Hanura yang semula tingkat elektabilitasnya tinggi kini seolah melempem? Bisa jadi salah satunya adalah penolakan banyak kalangan terhadap sosok Wiranto. Ini yang membedakan nasib Gerindra dan Hanura.

Sementara hari ini, pesaing LSN yakni Lingkaran Survey Indonesia tak mau kalah. Mereka merilis prediksi Pemilu yang berbeda dari temuan LSN. LSI memprediksi wajah parlemen akan banyak berubah pasca pemilu. Tiga partai ‘lama’ masih bertengger di posisinya, yakni Demokrat, PDIP dan Golkar.Disusul PKS, PPP, PAN, PKB, dan 2 debutan Gerindra serta Hanura.

Tampilnya dua nama partai terakhir secara ortomatis mnnggusur keberadaan partai politik lain, yang kali ini tanpa satupun wakilnya di parlemen. Lalu kemana PBR, PDS,  PBB? Kemungkinan besar mereka tak lolos ketentuan KPU, parliamentary threshold sebesar 2,5 persen suara.

Kalau ini terjadi, akan menarik menyaksikan bangunan koalisi yang dibentuk pasca pemilu ‘nanti’.

* diposting di politikana 7 April.