Black In News: Benar-benar Bad Tuesday!

Selasa lalu menjadi hari buruk bagi warga Jabotabek. Listrik mati 6 jam lantaran terjadi gangguan di pembangkit listrik Suralaya, Jawa Barat. Kesemrawutan pun terjadi. Di jalan raya, terjadi penumpukan kendaraan lantaran traffic light mati.

Kesengsaraan menimpa para penumpang keret api jabotabek. Semua kereta jurusan Jakarta – Bogor atau sebaliknya mengalami keterlambatan. Sebenarnya terlambat itu cerita biasa, malah kita kerap maklum dengan kinerja perusahaan pelat merah ini. Tiada hari tanpa terlambat.

Tapi keterlambatan yang terjadi Selasa kemarin benar-benar menjengkelkan.17.30 dengan tergopoh-gopoh saya naik ke lantai atas stasiun Gondangdia. Seorang petugas dengan ramah mengatakan KA AC Depok Express sudah bersiap di stasiun Gambir. Wah, sudah dekat tuh, pikir saya. Saya yang sudah memegang tiket terusan AC Eko tergoda untuk membeli tiket Depok Express. Tunggu punya tunggu tak ada satupun kereta ke arah Bogor yang lewat. Justru KA jarak jauh yang sliweran selama saya di stasiun.

Selama menunggu KA datang petugas stasiun kerap membuat kesal calon penumpang dengan pengumuman melalui pengeras suara. Kadang mengabarkan posisi KAtertentu, tapi lagi-lagi hanya berita kosong. Entah apakah mereka sadar tindakan itu mempermainkan nasib ratusan orang.

Akhirnya baru pada pukul 19.30 KA AC Eko pun datang. tapi ini tak menyelesaikan  persoalan. Karena menurut petugas sedang terjadi kerusakan teknis antara stasiun Manggarai dan Pasar Minggu. Alhasil selama perjalanan KA kerap berhenti saat berpapasan dengan KA lain, karena hanya satu jalur rel KA yang bisa digunakan.

Saya heran dengan kelakuan PT KAI selaku operator jasa perkereta apian di tanah air, kerap menelantarkan penumpang namun  seolah tak bersalah. Saya tak pernah menemui permintaan maaf akibat keterlambatan jadwal kereta api. Apalagi keterlambatan itu hampir terjadi tiap hari dan tiap jam. Bahkan ada yang bilang, jika ingin melihat ketidak pastian dirawat dengan sempurna,  datangi saja stasiun kereta api. Di tempat ini segalanya tidak pasti.

Karena sudah terbiasa telat, petugas pun sudah imun sopan santunnya sebagai seorang manusia. Tak ada perkataan maaf, kompensasi atau penjelasan yang memadai mengapa kereta terlambat. Termasuk mengapa memberi informasi yang salah pada penumpang. Ya, selasa lalu ratusan penumpang di Gondangdia menyaksikan dan mendengar betapa kesalahan petugas membuat banyak penumpang kecele. petugas mengumumkan  KA yang masuk adalah KA Depok Express. Setelah beberapa penumpang naik ke gerbong,, ternyata  diralat. KA itu jurusan Bekasi. Terbirit-biritlah penumpang yang sudah masuk gerbong. Salah sebenarnya manusiawi. Tapi melakukan kesalahan semacam itu di waktu yang tak tepat adalah kecerobohan.

Saya juga heran mengapa perusahaan sekaliber PT KAI tidak pernah belajar mengelola problema yang sudah puluhan tahun mereka hadapi. Harusnya tiap kesalahan ditinjau, dikritisi, dan dicari solusinya. Jika mereka tak pernah belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, saya kok ragu PT KAI bisa mengoperasikan kereta api yang lebih canggih, seperti kereta  peluru  shinkansen di jepang itu.

Black Community,  kalau begini jadi ingat dengan lagu iwan Fals…

“sampai stasiun kereta pukul setengah dua…duduk aku menunggu hanya loket dan penjaga, kereta tiba pukul berapa? biasanya, kereta terlambat dua jam..cerita lama…”