atap1

Black In News, sejak 2 minggu terakhir saya memutuskan menggunakan moda angkutan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek ke kantor. Lantaran kantor pindah ke tengah kota, sayapun harus menanggalkan zona nyaman saya di taman mini. 5 tahun terakhir saya memang merasakan surga jika pulang-pergi ke kantor. Letak yang dekat, membuat perjalanan ke kantor selalu menyenangkan. Tak pernah terkena macet, karena praktis hanya setengah jam menggunakan sepeda motor.

Saat manajemen memutuskan kantor direlokasi ke tengah kota, hal yang paling mengganggu saya adalah jalanan yang macet. Dari Cibubur nun di timur Jakarta saya harus menerjang banyak kawasan berlabel macet di tengah kota. Membayangkan terjebak macet saat berkendara atau naik bis adalah mimpi buruk.

Sebelumnya, saya pernah mengalami kemacetan lebih dari 6 tahun saat berkantor di kawasan kuningan jakarta selatan. Selama itu harus berangkat lebih pagi untuk bisa sampai tepat waktu. Itupun dengan kondisi tubuh yang keletihan setiba di kantor.

Pulang pun ceritanya tak lebih baik. Alih-alih ingin cepat sampai rumah, biasanya saya terjebak kemacetan di kuningan hingga satu jam. Itu belum termasuk merayap di gatot subroto, tol dalam kota dan jagorawi. Singkat kata, orang macam saya pasti tua di jalan.

Biasanya saya dan juga beberapa kawan punya solusi jitu mengatasi problema kemacetan ibukota, yakni dengan nongkrong di mall atau cafe after office hour. Kita ngobrol ngalor ngidul hingga agak larut menunggu jalanan lengang. Memang cara itu bisa membunuh waktu. Tapi belakangan itu juga bisa membunuh kantong kalau keseringan!

Keputusan menggunakan KRL saya ambil, setelah membandingkan dengan moda angkutan lain. Waktu tempuh jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan bis, angkot, kendaraan pribadi, atau busway sekalipun.

Selama di KRL meski tidak setiap hari dapat duduk, kenyamanan masih saya peroleh. Daya tampungnya yang cukup besar membuat tingkat kepadatan penumpangnya tak separah biskota. Saya yang biasa menumpang KRL AC Ekonomi (biasa disebut AC Eko) tetap segar setiba di kantor. Perjalanan dari stasiun Pondok Cina Depok ke Gondangdia Cuma butuh 40 menit saja. Bandingkan jika menggunakan moda kendaraan pribadi atau angkutan lainnya!

Sayangnya, meski cukup nyaman, KRL AC Eko juga punya cacat. Tak ada satupun fasilitas toilet di dalam kereta api. Jadi jika anda hendak menggunakan KRL Jabodetabek jangan lupa mampir ke toilet dulu sebelum naik kereta. Karena jika tak bisa menahan hajat, alamat bakal tersiksa selama perjalanan.

Black Community, perjalanan memang tak seberapa lama, namun kadang bisa menjadi lama dan menyebalkan lantaran ada kerusakan atau gangguan listrik. Kalau sudah begini, tak ada nasehat bijak yang paling ampuh bagi para penumpang, jangan pipis di KRL!! Berabe!

(nyambung ke gerbong berikutnya)