Hillary
Hillary

Black In News, siapa ‘selebriti of the week’ pekan ini? Yang jelas dia bukan Katherin Wilson yang lagi seru berseteru di infotainment dengan artis Andi Soraya. Dia juga bukan Luna Maya yang kinyis-kinyis itu.

Buat saya yang pantas jadi seleb of the week adalah Hillary Clinton. Menlu Amrik yang baru saja meninggalkan Jakarta, memang seleb kawakan. Pintar membawa diri dan menjadi perhatian publik dan media.

Lihat saja saat datang, senyum senantiasa mengembang dari bibirnya saat menginjakkan kaki di Halim. Gayanya yang charming membuat semua mata tak lepas memandangnya.

Yang menarik, Hillary kerap menerobos batas-batas protokoler. Semula tak ada dalam rencana ia mendatangi anak-anak SDN Menteng 01 yang menyambutnya. Tapi ia lakukan karena ia sadar bagaimana harus tampil di media.

Gambar ia bersalaman dengan Dubes AS pasti jadi basi. Akan lebih menarik dan menyentuh jika ia berfoto bareng anak-anak SD Menteng itu. Mungkin ia berpikir, pastinya redaktur foto dan tivi akan memilih gambar semacam ini dalam beritanya. Bukan apa-apa, ini adik kelas Obama! Jelas, ini pilihan cerdas.

Bisa jadi fotonya bersama anak-anak Menteng sudah dipandangi Obama dari kejauhan.

Sekali lagi, tak semua selebriti bisa mengambil sikap seperti ini. Hanya mereka yang punya insting ‘sadar publikasi’ lah yang bisa dengan cepat bergerak.

Dan yang lebih bikin saya kagum saat dia tampil di acara musik RCTI Dahsyat, hari ini. Kepintarannya mengambil hati publik benar-benar dia praktekkan. Bincang-bincang yang dipandu Isyana Bagoes Oka dan Luna Maya yang semula hanya dijadwal 10 menit, molor hingga 20 menit. Ini semua gara-gara ia begitu larut dengan topik perbincangannya. Apalagi saat disinggung soal musik, ternyata Hillary adalah fans berat Rolling Stone!

Konon tampilnya Hillary di Dahsyat adalah pilihan dari tim Hillary sendiri. Ia sendiri sejak awal memang dijadwalkan wawancara dengan RCTI. Tapi soal di program apa ia bakal tampil itu yang jadi masalah. Ketatnya jadwal Hillary di Indonesia menjadi alasan utama. Biasanya stasiun Tv pasti menempatkan wawancara dengan tokoh politik seperti Hillary di program prime time alias malam hari. Apalagi ia adalah tokoh politik bukan seniman. Bagi stasiun tv lain mungkin riskan menaruh wawancara semacam itu di siang hari.

Tim Hillary waktu itu tanya, apa program RCTI paling tinggi ratingnya. Dijawab Dahsyat dan Idola Cilik. Idola cilik tak mungkin karena terlalu siang, sementara ia harus berada di Petojo menengok MCK Plus-plus sumbangan USAID. Pilihan jatuh pada program musik Dahsyat.

Mengapa di program musik? Itulah bedanya dengan politisi kita. Ia sadar program ini pastinya ditonton jutaan orang di Indonesia, makanya ia ada disitu.

Hillary di Dahsyat benar-benar membuat atmosfer suasana Dahsyat berbeda. Ia menyapa banyak pemirsa tv melalui program yang sebenarnya cuma hiburan layaknya request lagu di radio. Karena ada Hillary, Dahsyat yang biasa live dari studio RCTI pun sengaja diboyong ke hotel Four Seasons tempat Hillary menginap. Luar biasa! Untuk seorang Menlu negeri adidaya, semua bisa diatur!

Pesona Hillary tak selesai di Dahsyat. Saat ia menengok MCK Plus-plus pun lagi-lagi ia menunjukkan bagaimana seorang politisi harus bersikap pada warga biasa. Ia menyapa warga dengan melambaikan tangan ke semua arah. Ia juga mencoba ngobrol dengan ibu-ibu setempat, meski banyak yang tak bisa berbahasa Inggris. Ia tetap enjoy melihat MCK dan hadir di kawasan kumuh, tak ada rona bete atau suntuk.

Black Community, Hillary memang berbeda dengan pendahulunya. Madeline Allbright meski jago diplomasi terlihat terlalu jadul. Begitu pula Condoleeza Rice, meski kecerdasannya dipuji banyak kalangan, ia masih terlalu kaku untuk seorang selebriti politik. Bahkan kedatangannya ke Jakarta tempo hari, membuat repot banyak kalangan.