Bangun pagi udara dingin bener, bukan hanya karena AC, tapi ternyata di luaran juga hujan. Pinginnya sih narik selimut lanjut tidur. Berhubung selimut ‘hidupnya’ dah bangun duluan, yo wis jadi ikut bangun.

Usai subuhan baca pesan Bayu si bos londry. Katanya, semoga hari ini bensin gak langka. Lho? Ada apa? Bukannya tradisi sejak harga BBM turun, SPBU pada malas buka?

Ternyata bukan itu, depo BBM milik Pertamina di Plumpang terbakar semalam. Halah kok bisa!

Kebakaran memang tak pandang bulu. Bulu siapapun bisa terbakar. Jika sebelumnya kos-kosan yang membakar 8 nyawa, kini giliran bulunya juragan minyak negeri ini, Pertamina. Yang saya heran, kok instalasi sepenting itu tak punya proteksi kebakaran yang memadai? Karena bukan sekali depo Plumpang kena musibah.

Makanya kemudian banyak yang mengaitkannya dengan serangan teroris segala. Apalagi sebelumnya depo ini sempat menjadi target kelompok teroris Banten. Wow, sarana vital begitu mudah menjadi sasaran tangan usil.

Mudah-mudahan kekhawatiran Bayu teman saya itu gak terjadi. Apalagi pertamina sudah woro-woro tak akan ada problem terkait pasokan BBM ke publik. Semoga bukan omong kosong!!

Selain soal kebakaran, jakarta hari ini masih banjir di beberapa lokasi. Hmm… Masalah lama yang tak pernah selesai. Kemana ya si “ahli” itu? Dulu saat pilkada dengan bangganya bilang “sayalah orang yang ahli.” Sekarang? Yuk mari…