gas sation

Pemerintah pastikan bakal menurunkan harga BBM lagi pekan ini. Menteri Keuangan yang juga merangkap menko perekonomian Sri Mulyani sudah memberi sinyal kebijakan itu hari Jum’at kemarin.

Apa yang dapat ditanggapi dari kebijakan jilid tiga pemerintah ini?

Sebagai warga yang awam politik, saya dan mungkin juga jutaan orang lainnya senang. Bahagia karena ada juga yang turun dari sekian banyak yang naik. Minimal uang bensin makin enteng. Tak perlu cemas lagi gak bisa beli bensin meski duit cekak.

Mengapa saya begitu bergembira? Sebelumnya saat bensin naik dari 4000 ke 6000, saya kesal dan sangat membenci sang pembuat kebijakan. Uang di kantong makin tak ada nilainya, karena untuk mengisi tanki motor butuh lembaran duit lebih banyak dari sebelumnya. Saya sempat uring-uringan karenanya.

Saat itu meski sudah banyak baca alasan pemerintah dan melihat harga minyak dunia yang melonjak hingga di atas 100 dollar amerika per barrel, tetap saja saya marah. Mengapa pemerintah tak sensitif, mengapa tega menaikkan harga BBM di saat kondisi serba sulit seperti sekarang.

Kekesalan pun bertambah saat mengetahui harga-harga meluncur naik tak terkendali. Duh, dosa apa sih kita tinggal di negeri ini, pikir saya.

Lalu situasi pun berubah, pemerintah menurunkan harga premium awal Desember 2008, dari 6 rb ke 5.500. Alhamdulillah bisa bernafas sedikit. Saat itu nikmat penurunan harga BBM belum begitu terasa. Baru saat turun harga jilid dua lebih terasa.

Tapi yang saya sayangkan, kondisi ini tidak siap ditangkap oleh para pengusaha SPBU, disana sini premium sulit dicari, kelangkaan menjadi bahasa sehari-hari. Mencari stok premium bak mencari anak hilang.

Kabarnya banyak pengusaha pom bensin yang ‘bermain’, mereka ogah rugi besar akibat diturunkannya harga, karenanya mereka memilih menimbun atau menyimpan.

Terus terang saya tak begitu paham logika bisnis mereka. Namun sangat disayangkan jika hanya alasan ogah rugi mereka justru merugikan rakyat banyak. Tak terbayangkan bagaimana sulitnya mencari premium bagi warga di kota kecil. Padahal yang mereka cari hanya seliter-dua liter untuk dipakai bekerja menyambung hidup.

Terkutuklah bagi mereka yang dengan sengaja memainkan hidup orang banyak!

Itu juga mengapa selain gembira harga BBM yang akan kembali turun pekan depan, saya juga kembali khawatir. Mungkinkah keruwetan mendapatkan premium bakal dialami sodara-sodara kita yang lain?

Buat pertamina, benahi distribusi jangan berdalih apapun, rakyat sudah susah jangan dipersulit. Bagaimana mau bersaing dengan pom bensin kelas dunia seperti Shell dan Petronas jika persoalan seperti ini saja tak bisa diatasi.

Buat semua pengusaha pom bensin, bekerja dan berusahalah dengan ikhlas. Rejeki sudah ada yang mengatur, jangan serakah hanya selalu ingin mendapat laba besar saja. Jika harga turun, sikapi kebijakan itu sebagai dinamika bisnis.

Mengapa kalau harga naik anda semua tak pernah berada di pihak rakyat yang kesusahan, tapi begitu harga turun anda seolah sebagai pesakitan yang wajib ditolong?

Sekali lagi, Jangan Permainkan Rakyat!

gambar diambil dari sini.