ruang bicara


sebuah ruang sejatinya menjadi tempat kontemplasi. ruang juga tak perlu terlalu besar atau kecil, karena bukan ukuran penting. namun bagaimana kita bisa mengelola ruang ini menjadi tempat berlabuhnya ide, kepenatan, atau mimpi-mimpi kita.

ini adalah ruang batin saya yang kesekian, setelah ini, saya merasa harus memiliki ruang lain untuk mencurahkan segala hal lebih tertata.

saya tak punya mimpi terlalu indah. pun juga tak punya keinginan terlalu muluk. ini adalah ruang pribadiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s