kemacetan dan wajah kota


Kesal juga melihat kondisi Jakarta akhir-akhir ini. Kemacetan yang terjadi akibat pembangunan jalur Busway sudah sampai pada taraf tak logis. Bayangkan, jalur jalan yang tak seberapa di ibukota, diperkecil untuk dipakai jalur Busway.

Alhasil, tiap hari di sejumlah jalur jalan seperti jalan Panjang, Permata Hijau di Jakarta Selatan, atau Pinang Ranti di Jakarta Timur macet total. Kendaraan yang sebelumnya hanya merayap saat jam kerja, kini bertambah parah, tak jalan sama sekali.

Seorang kawan bahkan terpaksa harus terlambat tiap hari. Dari rumahnya di Depok menuju kantornya di Permata Hijau harus dilewati selama 5 jam! Surat peringatan pun kini dikantongi dari bosnya gara-gara macet itu.

Herannya tak ada solusi mengatasi macet. Gubernur Foke cuma nyaranin warga agar menggunakan badan jalan Busway yang belum resmi dipakai untuk digunakan kendaraan umum. Sebuah solusi tak cerdas!

Kalau itu sih bukan solusi bang..

Yang namanya solusi harusnya memberi pemecahan masalah. Mestinya sebelum dibangun, ada studi kelayakan terlebih dulu, apa yang akan terjadi jika sekian meter jalan diokupasi untuk jalur Busway. Kemana harus dilarikan kendaraan yang melewati jalur-jalur tersebut.

Manajemen tata kota kita memang amburadul. Kemana larinya ahli tata kota yang sekolahnya tinggi-tinggi itu? Makan gaji buta bos?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s