Arsip

Posts Tagged ‘syaifuddin sayuti’

Prita dan Koin Recehan

Koin Untuk Prita

Saat ini gerakan koin untuk Prita Mulyasari tengah digalang dimana-mana. Gerakan ini untuk menjawab putusan Pengadilan Tinggi Banten yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus perdata Prita melawan RS Omni Internasional Tangerang. Prita dinyatakan bersalah dan diharuskan membayar ganti rugi 204 juta rupiah. Duh!

Jumlah yang mungkin tak seberapa bagi raksasa pemilik modal rumah sakit. Tapi bagi warga biasa jumlah itu sangat besar. Pun bagi Prita sendiri.

Kasus Prita memang aneh. Kasus pidana-nya belum selesai, muncul lagi gugatan perdata. Padahal persoalan awalnya sangat sepele, Prita curhat lewat email soal layanan RS Omni yang buruk. Seperti biasa email keluhan macam itu bakal mengular kemana-mana.

Karena bersangkutan dengan nama besar Omni, kasus ini begitu cepat menggelinding.

Sekarang Prita kembali tersudut. Simpul-simpul dukungan itu pun  bergerak lagi. Mereka mengumpulkan uang recehan untuk membantu Prita membayar denda.

Saya terharu dengan upaya ini. Anak sekolah, ibu-ibu, pemulung, hingga kalangan profesional bahu membahu mengumpulkan uang koin recehan.

Gerakan ini memang bukan semata untuk mendukung pembayaran denda itu sendiri, namun sebuah gerakan menolak ketidak adilan hukum yang menimpa warga biasa.

Karena bukan tak mungkin kasus ini juga menimpa saya, anda, dan kalian. Sejak kasus Prita mencuat, curhat lewat email jadi gak asyik lagi. Banyak yang khawatir bakal jadi Prita kedua. Meski tanpa kasus inipun , sebenarnya kasus serupa juga tengah disidang.

Bagi anda yang sepaham, silakan relakan seperak dua perak recehan anda demi penegakan kebebasan berbicara di republik ini. Ingin tahu lebih banyak tentang gerakan ini, kunjungi saja situs koin keadilan. Gerakan ini  punya  tagline menarik “ketika keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan uang receh”.

We Love You Pak Pray…

Mejeng Sebelum Launching

Ada hubungan apa antara Menul, Yuni Shara dan Pak Prayitno Ramelan? Jawabannya bisa panjang lebar. Menul adalah cewek terkece di SMP-nya Pak Pray yang diceritakan saat Launching buku Intelijen Bertawaf, di apartemen Essence, Jakarta siang tadi. Nama ini disebut pak Pray dan membuat seisi Essence terpingkal-pingkal.

Si Bening Yuni Shara

Nah, kalau Yuni Shara, pasti tahu kan… Itu lho penyanyi imut yang selalu nyanyi lagu lawas. Meski nyanyi lagu lawas, namun Yuni tampil prima. Ia membawakan lagu jadul dengan kemasan kekinian. Yuni Shara hadir di Essence sebagai special gift dari seorang sahabat Pak Pray.

Tapi jangan salah, meski merupakan “gift”, pak Pray tak memonopoli pemberian itu untuk diri sendiri. Ia ‘membagikan’ penampilan Yuni bagi semua pengunjung. Kalau dimonopoli bisa-bisa dimarahi Uti nih!

Launching ini sendiri menurut saya merupakan acara penuh cinta. Selain didukung keluarga, kalangan yang hadir adalah mereka yang cinta dan menyayangi pak Pray.

Lihat saja sejumlah mantan anak buah pak Pray di TNI AU yang sedari pagi sibuk mengatur ruangan, menerima tamu hingga menjaga keamanan. Kemudian juga kehadiran sejumlah mantan petinggi militer seperti Chappy Hakim, Hendropriyono, atau mantan Dubes RRC Sudrajat adalah bukti lain pertemanan Pak Pray.

Dari kalangan blogger Kompasiana pun bisa kelihatan yang hadir adalah orang-orang yang menyayangi Pak Pray. Ada dokter Ririen yang jauh-jauh dari Papua, ada dokter Anugra yang datang dari Purwokerto, Rukmana dari Bandung. Ada pula Mariska Lubis yang tengah hamil tua tapi masih wira wiri itu. Bahkan Nda Ndot yang usai launching harus berkemas menuju bandara Narita Jepang untuk bertugas pun menyempatkan hadir.

Pak Pray in Action

Jadi sorry ya kang Pepih yang sedang berhaji di tanah suci, mas Junanto, dan mbak Nunik rugi besar deh tidak datang.

Acaranya sendiri? Penuh tawa. Mulai dari MC ngocol Dali Taher, moderator Rosiana Silalahi, hingga dua pembahas Chappy Hakim dan Hendropriyono kerap melempar joke yang bikin gerrr. Apalagi Pak Pray, sepanjang penjelasannya mengenai mengapa bukunya berjudul Intelijen Bertawaf, tawa membahana kerap terdengar. Benar-benar cair, tak ada batas antara pengunjung.

Yang patut dicatat lagi adalah penganan yang disajikan. Ada Nasi Brongkos yang baru saya temui. Ternyata uedan tenan rasanya. Kalau ada yang jual lagi di Jakarta, tolong beritahu.

Lalu ada nasi rames Jawa Tengahnya yang bikin cleguk.

Dan satu lagi soto kikil yang aduhai.

Pokoknya, full kenyang. Ya kenyang tawa, juga kenyang jajanan.

Pak Pray, selamat ya acaranya sukses. Saya yakin ini benar-benar tak terlupakan buat semua yang hadir. Sukses terus buat eyangnya Dewo ini.

Soal bukunya nanti saya posting tersendiri ya pak…

Optimis

Selamat pagi kawan. Sudahkah anda bersikap optimis pagi ini?

Bagi saya optimisme mesti dipelihara. Pun di saat kita berada pada suasana yang sangat pesimis sekalipun.

Tetap optimis yuk.

Juragan Mie Bangka Itu Bernama Oleh

2 Desember 2009 syaifuddin 6 komentar

Kedai Mie Bangka Itu

Hari minggu lalu saya dan keluarga besar Sayuti menyatroni kedai mie Bangka milik sepupu saya, Oleh. Gak nyangka meski baru 3 minggu dibuka, kedai yang terletak di seberang komplek Lemigas Kebayoran Lama Jakarta Selatan itu cukup laris manis.

Rasa mie ayamnya dijamin lekker dan yang pasti 100 persen halal! Soal rasa top lah. Pantas saja kedai ini langsung mendapat tempat di hati penikmat mie ayam, meski tak ada promosi secara langsung.

Kedai ini menumpang sewa di sebuah toko yang tidak terlalu ramai sehari-harinya. Di siang hari ada usaha foto copy di toko ini. Dan malam hari berganti jadi kedai sate padang, kalo gak salah.

Karena siang hari kosong, Oleh menyewanya untuk tempat berjualan mie ayam bangka. Untuk sebulan sewa tempatnya 600 ribu rupiah.

Sebagai pemula di dunia wira usaha, ternyata Oleh hanya bermodal awal sekitar 5 juta-an rupiah. “Ini tidak termasuk gerobak mie-nya lho, “ujar Oleh menegaskan. Sebab gerobak itu dipinjamnya dari sang kakak yang sudah tak terpakai lagi.

“Jadi kalau dihitung total modalnya bisa sampai 8 jutaan,” katanya.

Oleh in Action

Oleh yang sarjana dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini, mengaku sudah menyiapkan diri terjun wirausaha sejak setahun silam, saat dirinya masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan besar.

Setelah kontraknya tak diperpanjang, ia pun menyimpan hasrat terpendam ingin membuka usaha sendiri. Alasanya, “Bosan diperintah melulu. Sekali-kali jadi boss kan boleh.”

Ia pun bergerilya mempelajari pembuatan mie ayam bangka dari seorang kawannya di kawasan Glodok. Dari hasil melihat dan hobbynya makan mie ayam, akhirnya keberanian itu pun muncul ke permukaan.

Dengan bismillah ia wujudkan mimpinya. Saat ini karena baru mulai semua hal nyaris dikerjakannya sendiri. Terutama dalam hal meracik mie ayamnya. Ia belum sempat mentransfer ilmu meraciknya pada orang lain. Semua dari tangannya langsung. Sementara pekerjaan lain seperti bersih-bersih dan beberes ia kadang dibantu oleh bapak atau ibunya bergantian.

Saya kagum dengan anak muda yang satu ini. Berani ambil resiko dan berani menentang arus. Seperti kita tahu, di luaran sana jutaan sarjana menganggur tanpa tahu harus bekerja apa. Sementara Oleh membalikkan anggapan bahwa sarjana tak selamanya harus duduk manis di kantor. Ia bisa terjun langsung berwira usaha tanpa pusing fasilitas kredit atau belas kasihan pemerintah.

Maju terus Leh. Jangan pernah surut melangkah, kami semua mendukungmu. Bagi yang tinggal di sekitar permata hijau atau simprug, mampir aja ke kedai mia ayam bangka ini. Gampang dicari kok, letaknya tepat di depan komplek Lemigas, dekat pool bis antar kota Safari Dharma Raya.

Di sana, Oleh akan menanti!

Saving Private Century

Saving Private Century

Film terbaru yang bakal booming di pekan-pekan ini. Jangan salah, 2012 pun bakal takluk, apalagi NewMoon. Kalau 2012 berkisah soal hari akhir di dunia. Sementara NewMoon adalah sekuel dari Twilight yang masyur itu.

Maka Saving Private Century berkisah mengenai dana talangan pemerintah sebesar 6,7 trilyun rupiah yang dibenamkan pada sebuah bank kecil bernama Bank Century. Bank itu sendiri kini sudah berganti baju menjadi bank Mutiara.

Prosedur pemberian talangannya itulah yang konon bermasalah. Dan konon kabarnya, dana itu mengucur alias mengalir deras ke kantong parpol tertentu saat pemilu lalu. Dan nama mas Bud serta mbak Ani kerap disebut dalam pusaran persoalan.

Akankah Saving Private Century ini bakal menyeret dan membenamkan aktor-aktornya, hanya DPR dengan hak angketnya atau publik yang terus mengkritisinya yang bisa menjawabnya.

Oh ya, Saving Private Century dibintangi aktor kaliber penCitra-an seperti Susislow Bimbang Yudon’t know, mbak Ani, mas Bud, dan bang Raden Par de de. Tidak tanggung-tanggung film besutan Robert Tantular ini selain menghiasi seluruh layar XXI juga bakal mengunjungi layar kaca di rumah anda.

Tidak percaya, setel saja TV anda sekarang, pasti ada informasi film ini.