<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Syaifuddin's Blog</title>
	<atom:link href="http://syaifuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syaifuddin.wordpress.com</link>
	<description>nge-blog lah masak nge-blog dong!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 08:19:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='syaifuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7677da807c8ac228a85ff448bc1c68de?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Syaifuddin's Blog</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Yang Tersisa dari Kenanga</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/22/yang-tersisa-dari-kenanga/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/22/yang-tersisa-dari-kenanga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 02:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[b'day]]></category>
		<category><![CDATA[jodhi yudono]]></category>
		<category><![CDATA[kompasiana]]></category>
		<category><![CDATA[linda djalil]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan ini benar-benar istimewa buat saya. Jum&#8217;at lalu saya hadir di acara syukuran yang dibuat Kompasianer Linda Djalil di rumahnya yang apik di jalan Kenanga Jakarta Selatan.  ADa sekitar 25-an kawan yang hadir. Semuanya berbahagia atas kesembuhan mbak Linda dari sakitnya.
Kenapa saya merasa istimewa? Karena mabk Linda dedicated acara kemarin tidak buat dirinya sendiri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=879&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_882" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/14754_1258996242226_1449263453_30728969_2295720_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-882" title="14754_1258996242226_1449263453_30728969_2295720_n" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/14754_1258996242226_1449263453_30728969_2295720_n.jpg?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Syukuran @ kenanga</p></div>
<p>Akhir pekan ini benar-benar istimewa buat saya. Jum&#8217;at lalu saya hadir di acara syukuran yang dibuat Kompasianer Linda Djalil di rumahnya yang apik di jalan Kenanga Jakarta Selatan.  ADa sekitar 25-an kawan yang hadir. Semuanya berbahagia atas kesembuhan mbak Linda dari sakitnya.</p>
<p>Kenapa saya merasa istimewa? Karena mabk Linda dedicated acara kemarin tidak buat dirinya sendiri, saya dan juga Kompasianer Novrita Savitri &#8216;dipaksa&#8217; ikutan merayakan ulang tahun  kami disini. Novrita ultah sehari sebelumnya. Sementara saya 3 hari sebelumnya.</p>
<p>Teristimewa lagi karena ada sajian musik dari idola saya yang juga blogger di Kompasiana, Jodhi Yudhono bareng Irul . . Saya mengagumi Jodhi sebagai penulis ya dari Kompasiana. Tulisan-tulisannya dalem banget dan membawa permenungan. Ia bisa menulis hal-hal ringan namun dengan bahasa yang menawan. Jam terbang dan &#8216;kesenimanan&#8217; Jodhi membuat tulisannya berbeda.</p>
<p>Kekaguman saya makin bertambah saat saya tahu dia juga jago musik, khususnya main gitar dan menyanyi. Perjuampaan pertama saya dengan Jodhi langsung adalah diajang Mochtar KL\\Lubis Award 2009 lalu. Saat itulah pertama kali menyaksikan mas Jodhi live.</p>
<p>Keren!! Hanya itu yang bisa saya katakan saat itu. Ternyata saya bernasib baik, lewat kompasiana pula kemudia  saya dapat kesempatan melihat lagi aksinya. Saat buka puasa di Dapur sunda, hut Kompasiana di Marios Place, serta di  rumah mbak \Linda.</p>
<p>Hmm&#8230;beruntungnya saya bisa berada di barisan depan menyimak musikalisasi puisinya yang memikat. Oiya, sebelum keterusan. Mas Jodhi ini banyak membuat aransemen musik dari puisi-puisi. Tidak hanya puisi karyanya, tapi juga puisi sejumlah seniman lain.</p>
<p>Suaranya menggelegar, dengan permainan gitarnya yang rancak, benar-benar membuat saya teringat pada sosok Leo Kritsi, penyanyi balada yang top di era 70-an.</p>
<p>Cuma itu? Enggak lah. Permainan gitar Jodhi amat padu dengan liukan biola yang dimainkan dengan ciamik oleh Irul, kawan duet Jodhi.</p>
<p>Hadirnya Jodhi dan Irul di Kenanga jelas menjadi kado istimewa bagi saya. Saya yang tengah diberi cobaan atas pekerjaan saya, seolah diberi guyuran air semangat luar biasa. Syair dan pesan lagu-lagu Jodhi membawa saya untuk tetap optimis melaihat masa depan.</p>
<p>Tengkyu mbak Linda yang sudah memfasilitasi kehadiran idola saya mas Jodhi. Terima kasih juga buat Irul, karena tanpa kau sajian musik mas Jodhi kurang sedap. Terima kasih juga buat  semua Kompasianer, 2 kawan dari PSA UI, Sys NS, Ray Sahetapi dan mbak Iin yang mau  ikut &#8216;gila&#8217; di Kenanga.</p>
<p>Benar-benar malam yang tak terlupakan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=879&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/22/yang-tersisa-dari-kenanga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/14754_1258996242226_1449263453_30728969_2295720_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">14754_1258996242226_1449263453_30728969_2295720_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Mbah Surip Lewat Jodhi</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/17/membaca-mbah-surip-lewat-jodhi/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/17/membaca-mbah-surip-lewat-jodhi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[grasindo]]></category>
		<category><![CDATA[mbah surip]]></category>
		<category><![CDATA[resensi-jodhi]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[


Membuat buku mengenang seorang kawan yang telah berpulang, rasanya susah-susah gampang. Mudah kalau kita pernah menjadi bagian hidup si tokoh. Kepergiannya malah justru membuka semua sejarah hidup yang kita pernah tahu selama ini. Namun menjadi persoalan yang rumit manakala terbentur harus melakukan verifikasi data atau mengkonfirmasi kisah masa lalu. Bagaimana mau mengklarifikasi, lha wong tokohnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=874&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><dl>
<dt><a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/buku-mbak-surip.jpg"><img class="alignleft" title="Mbah Surip We Love You Full" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/buku-mbak-surip-199x300.jpg" alt="//www.grasindo.co.id)" width="199" height="300" /></a></dt>
</dl>
<p>Membuat buku mengenang seorang kawan yang telah berpulang, rasanya susah-susah gampang. Mudah kalau kita pernah menjadi bagian hidup si tokoh. Kepergiannya malah justru membuka semua sejarah hidup yang kita pernah tahu selama ini. Namun menjadi persoalan yang rumit manakala terbentur harus melakukan verifikasi data atau mengkonfirmasi kisah masa lalu. Bagaimana mau mengklarifikasi, lha wong tokohnya saja sudah tiada!</p>
<p>Semangat itu pula yang saya camkan saat membaca buku “Mbah Surip We Love You Full” karya kompasianer Jodhi Yudono terbitan Grasindo. Meski saya tahu Jodhi sangat mengenal sosok mbah Surip, namun menjadi persoalan tersendiri bagi Jodhi untuk mengklarifikasi sejumah hal. Misalnya soal kisah hidup mbah Surip sebagai pekerja di kilang minyak. Di beberapa kesempatan penyanyi nyentrik bernama asli Urip Ahmad Arianto mengatakan sebelum menyanyi ia pernah bekerja di kilang minyak di sejumlah Negara.</p>
<p>Untuk mengecek kebenaran cerita ini Jodhi sudah berupaya mencari tahu ke berbagai pihak termasuk keluarganya, namun semuanya gelap. Jodhi sendiri tampaknya ragu pada bagian kecil kisah mbah Surip yang ini. Meski di bagian awal dengan gagah Jodhi menceritakan hal itu, namun di bagian lain bukunya justru Jodhi menggugat cerita ini.</p>
<p>Cerita mengenai hal inilah yang membuat saya dan mungkin pembaca lainnya penasaran. Benar-benar untold stories. Almarhum mbah Surip sendiri setiap dipertanyakan mengenai hal ini, jawabannya kerap berubah-ubah. Bahkan lebih sering menimpalinya dengan senyuman dan tawa berderai “Hahaha…hahaha….I love you Full!.” Untuk soal yang satu ini, rasanya hanya mbah Surip dan Tuhan saja yang tahu kebenarannya.</p>
<p>Sementara soal Bulungan, tempat dimana mbah Surip dan Jodhi menjadi bagian dari komunitas seniman di Jakarta Selatan itu, Jodhi bisa mengisahkannya dengan sangat baik. Itu karena mereka pernah bersama-sama menyanyi, berdiskusi, dan tidur di ‘kampus’nya seniman ibukota itu.</p>
<p>Buku ini memang tidak bermaksud menjadi sebuah biografi perjalanan karier seorang mbah Surip. Kalau itu mau anda, jangan pernah baca buku ini.</p>
<p>Jodhi hanya bermaksud mengungkapkan pandangannya mengenai sang kawan dari kacamatanya. Kacamata seorang sahabat. Karena perjalanan hidup mbah Surip sendiri penuh misteri, Jodhi menjadikan buku ini sangat personal. Ia mengungkapkan sosok mbah Surip apa adanya, yang dipenuhi kelebihan dan kekurangan. Sosok yang membumi, setia kawan, dan penolong.</p>
<p>Karena merupakan pandangan seorang kawan, tidak semuanya berisi kisah yang “baik-baik” saja. Jodhi bisa dengan entengnya mengungkap gaya mbah Surip saat manggung di warung apresiasi Bulungan. Atau mengungkap aroma rambut gimbalnya yang kerap meruapkan aroma wangi Rinso. Ini sekedar menunjukkan mbah Surip yang keramas tiga hari sekali, dan bukan menggunakan shampoo namun justru sabun cuci. Jodhi mengungkap itu bukan dengan maksud mengejek atau merendahkan, namun justru menunjukkan kebersahajaan, apa adanya, dan kejujuran seorang Mbah Surip.</p>
<p>Buku ini sengaja memotret sosok kesenimanan mbah Surip dengan kacamata kejujuran seorang sahabat. Paling tidak, Jodhi mengungkap apa yang diketahui dan dirasakannya. Dan ia tidak mencoba masuk ke wilayah abu-abu yang tak diketahuinya secara pasti.</p>
<p>Kalaulah perlu dikritik, ada hal yang kurang dari sebuah buku testimonial macam ini. Mengapa Jodhi tak menampilkan foto-foto kedekatannya dengan mbah Surip semasa hidup hingga akhir hayatnya. Menurut saya ini penting, karena akan memetakan sedekat apa hubungan perkawanan mereka berdua. Dan yang jauh lebih penting, foto akan membantu menjelaskan siapa sosok mbah Surip sebenarnya. Karena pembaca belum tentu ‘ngeh’ dengan sosok mbah Surip yang meninggal dunia di puncak kariernya itu.</p>
<p>Menganggap semua pembaca adalah penggemar mbah Surip adalah salah. Karena dengan demikian membatasi siapa pembaca buku ini.</p>
<p>Apalagi kalau Jodhi mau menambahi dengan dokumentasi foto pribadinya saat mbah Surip berada di tengah komunitas seniman Bulungan, ini akan menjadi memorabilia yang sangat berharga bagi para penggemar mbah Surip.</p>
<p>Tapi apapun itu, melalui buku ini saya bisa mengenang sosok Mbah Surip dengan ujaran khas-nya I love You Full. Ujaran yang membuat semua pendengarnya merasa nyaman, dihargai dan dicintai. Sebuah ungkapan cinta yang penuh dari lelaki yang kini sudah berdamai dengan keabadian.</p>
<p><em>Tak gendong kemana-mana&#8230;.tak gendong kemana-mana&#8230;.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=874&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/17/membaca-mbah-surip-lewat-jodhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/buku-mbak-surip-199x300.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mbah Surip We Love You Full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/09/867/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/09/867/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[dukung TPI tetap on air]]></category>
		<category><![CDATA[pailit]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>
		<category><![CDATA[tpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Semangat gerakan sejuta Fesbuker dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto hingga kini masih terus bergelora. Meski Sudah berhasil melewati angka satu juta dukungan, namun gerakan sosial ini terus bergema. Apalagi belakangan Polri membuat serangan balik yang hendak menghantam gerakan tersebut.
Belajar dari semangat gerakan terhadap Chandra-Bibit, kawan-kawan stasiun TPI membuat gerakan sejuta tanda tangan mendukung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=867&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_868" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-868" title="n194956036521_3421" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/n194956036521_3421.jpg?w=200&#038;h=174" alt="n194956036521_3421" width="200" height="174" /><p class="wp-caption-text">TPI tetap On Air</p></div>
<p>Semangat gerakan sejuta Fesbuker dukung Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto hingga kini masih terus bergelora. Meski Sudah berhasil melewati angka satu juta dukungan, namun gerakan sosial ini terus bergema. Apalagi belakangan Polri membuat serangan balik yang hendak menghantam gerakan tersebut.</p>
<p>Belajar dari semangat gerakan terhadap Chandra-Bibit, kawan-kawan stasiun TPI membuat gerakan sejuta tanda tangan mendukung TPI tetap on Air.</p>
<p>Ini bukan gerakan ikut-ikutan. Namun ini merupakan gerakan yang memang dibutuhkan kawan-kawan TPI agar tetap bisa menjalankan misinya sebagai stasiun TV yang paling Indonesia, sesuai mottonya Makin Indonesia Makin Asyik Aja.</p>
<p>Seperti belakangan diberitakan banyak media, stasiun televisi TPI divonis pailit oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Jika sudah berkekuatan hukum tetap nantinya TPI harus tutup dan tak lagi bisa siaran. Artinya, akan ada sejarah baru di negeri ini sebuah stasiun TV dinyatakan pailit!</p>
<p style="text-align:left;">Putusan pailit sendiri bagi karyawan TPI jelas mengejutkan. Karena tanpa ada angin apapun, tiba-tiba pengadilan memutuskan demikian. Karyawan jelas kaget karena selama ini kondisi keuangan perusahaan relatif  &#8216;aman&#8217;. Masalah lengkapnya baca <a href="http://news.okezone.com/index.php/read/2009/10/20/320/267443/kreditur-fiktif-gugatan-pailit-tpi-mestinya-tak-diproses">ini</a>.</p>
<p style="text-align:left;">Saat ini TPI sedang menanti putusan kasasi kasus tersebut. Selain kasasi, berbagai upaya sudah dijalankan serikat pekerja dan manajemen, diantaranya mendatangi sejumlah pihak guna meminta dukungan dari DPR, Komnas HAM, KPI, Dewan Pers hingga Menakertrans. Semua upaya ditempuh demi memperjuangkan hak 1.083 karyawan TPI.</p>
<p style="text-align:left;">Saya pribadi berharap dukungan lebih banyak lagi dari pemirsa televisi nasional. Karena selama ini TPI termasuk stasiun tv yang konsisten mengangkat seni budaya lokal lebih banyak daripada tv swasta lainnya. Lihat saja selain dangdut, di TPI juga pernah ada ludruk, wayang kulit, lawak, sinetron tradisi, hingga sinetron religi.</p>
<p style="text-align:left;">Saya kira kita tak ingin budaya lokal nusantara makin tak mendapat tempat lagi jika stasiun televisi yang &#8216;peduli&#8217; bakal hilang dari udara. Makanya, dukung <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=194956036521">TPI Tetap On Air</a> di Facebook.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=867&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/09/867/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/n194956036521_3421.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n194956036521_3421</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gonjang-ganjing di TV Swasta Kita</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ada-apa-di-sctv-antv-tpi/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ada-apa-di-sctv-antv-tpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 02:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[antv]]></category>
		<category><![CDATA[pailit]]></category>
		<category><![CDATA[sctv]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>
		<category><![CDATA[tpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Dunia broadcasting kita akhir-akhir ini goyah. Kabar tak menyenangkan menyeruak begitu cepatnya. Akhir pekan lalu seorang kawan lama di Sctv menulis sebuah notes di Facebook yang mengabarkan perpisahannya dengan Redaksi Liputan 6. Setelah 13 tahun bersama kapal SCTV, ia &#8216;dipaksa&#8217; untuk mengundurkan diri secara massal bersama 120-an karyawan.
Jumlah ini tak sebanyak kabar yang saya dengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=855&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_856" class="wp-caption alignleft" style="width: 174px"><img class="size-full wp-image-856" title="Liputan6-logo-a" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/liputan6-logo-a.jpg?w=164&#038;h=198" alt="Liputan6-logo-a" width="164" height="198" /><p class="wp-caption-text">Liputan 6 SCTV</p></div>
<p>Dunia broadcasting kita akhir-akhir ini goyah. Kabar tak menyenangkan menyeruak begitu cepatnya. Akhir pekan lalu seorang kawan lama di Sctv menulis sebuah <a href="http://www.facebook.com/inbox/?drop&amp;ref=mb#/note.php?note_id=201934357574&amp;ref=nf">notes di Facebook</a> yang mengabarkan perpisahannya dengan Redaksi Liputan 6. Setelah 13 tahun bersama kapal SCTV, ia &#8216;dipaksa&#8217; untuk mengundurkan diri secara massal bersama 120-an karyawan.</p>
<p>Jumlah ini tak sebanyak kabar yang saya dengar sebelumnya, yang menyebut sekitar 500 karyawan SCTV di-phk. Tapi apapun itu, jumlah itu cukup membuat terhenyak. Pengunduran diri itu sendiri dibungkus dengan label yang cantik &#8216;pensiun dini&#8217;. Inikah jawaban dari rumor yang beredar beberapa bulan terakhir dari Senayan City markas Liputan 6?</p>
<p>Saya sudah mendengar kabar tak sedap macam ini sejak beberapa waktu. Tepatnya sejak gonjang-ganjing terjadi di Liputan 6 saat pencopotan Pemred Liputan 6 Rosiana Silalahi. Pencopotan Rosi kemudian diikuti dengan penggeseran besar-besaran awak redaksi. Ada yang tak boleh siaran lantaran memprotes pencopotan Rosi, dan ada pula yang dilempar ke bagian non news.</p>
<p>Sungguh situasi yang saya bayangkan tidak nyaman. Kebersamaan sebagai ciri khas kerja jurnalistik pastinya sudah tak ada lagi di sana. Tangan kekuasaan kemudian mengubah semuanya, mulai dari kebiasaan kerja, perombakan tim, hingga format siaran. Pemred kemudian dipegang langsung sang pemilik modal.</p>
<p>Bagi pemirsa, seperti yang saya rasakan, layar Liputan 6 kemudian tak lagi secantik dan sedinamis dulu. Tak ada gaya siaran Bayu Sutiono yang penuh greget, tak ada lagi gaya tegas Rosi saat talk show. Bahkan momen Pemilu dan Pilpres yang biasanya menjadi kekuatan SCTV, berlalu begitu saja, tanpa sesuatu yang spesial.</p>
<p>Bagi pemirsa dan dunia jurnalistik TV, ini kemunduran. Suka tak suka Liputan 6 SCTV adalah sebuah ikon berita TV di Indonesia. Saya tahu persis mereka membangun  kejayaan dari bawah, dari kondisi yang amat sangat pahit dengan sokongan dana yang minim di awal pendirian Liputan 6.</p>
<p>Perlahan dengan kerja kerasnya, Liputan 6 kemudian menancapkan tajinya. Bahkan menjadi acuan serta rujukan banyak kalangan, termasuk para pengambil keputusan di negeri ini.</p>
<p>Kebesaran Liputan 6 dibangun dengan mengedepankan kapabilitas dan kredibilitas, sesuai dengan motonya Aktual, Tajam, Terpercaya.</p>
<p>Saya sendiri tak tahu pasti ada apa di internal SCTV sehingga harus mem-phk karyawan sebanyak itu. Apakah ini karena imbas krisis keuangan Amerika? Saya kok tak terlalu percaya. Karena setahu saya, kondisi keuangan stasiun TV ini lumayan sehat dibandingkan beberapa stasiun TV yang lain. Ataukah ini cara perusahaan mengurangi SDM tetap dengan memperbanyak karyawan kontrak? Entahlah?</p>
<p>Situasi berbeda tampaknya juga dialami 2 stasiun TV lainnya. TPI sedang menunggu putusan kasasi kasus Pailit yang diajukan Crown Capital. Sementara kabar gonjang-ganjing lainnya datang dari stasiun tv milik Bakrie, Antv. Kabarnya mereka menghadapi situasi serupa dengan Sctv pasca hengkangnya raksasa media Rupert Murdoch selepas lebaran lalu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/855/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/855/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/855/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=855&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ada-apa-di-sctv-antv-tpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/11/liputan6-logo-a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Liputan6-logo-a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba-lomba yang Menarik</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/lomba-lomba-yang-menarik/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/lomba-lomba-yang-menarik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jodhy yudono]]></category>
		<category><![CDATA[lomba. blogging contest]]></category>
		<category><![CDATA[mbah surip]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Guys, ada beberapa lomba yang mungkin bisa kamu ikuti.
1. Lomba Menulis Kisah Kasih Ibu.
Deadline 10 Desember 2009
2. Pertamina Blog Contest.
Deadline 5 Januari 2010
3. Lomba Resensi buku Mbah Surip
Deadline 14 November 2009
Yuk mari&#8230;.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=853&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guys, ada beberapa lomba yang mungkin bisa kamu ikuti.</p>
<p>1. Lomba Menulis <a href="http://islamunderattack.multiply.com/reviews/item/108">Kisah Kasih Ibu.</a></p>
<p>Deadline 10 Desember 2009</p>
<p>2. <a href="http://www.pertaminablogcontest.com/showcase/list/thumbnail">Pertamina Blog Contest</a>.</p>
<p>Deadline 5 Januari 2010</p>
<p>3. Lomba <a href="http://blog.kompasiana.com/2009/10/30/lomba-resensi-buku-mbah-surip-dimulai/">Resensi buku Mbah Surip</a></p>
<p>Deadline 14 November 2009</p>
<p>Yuk mari&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=853&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/lomba-lomba-yang-menarik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Faisal Basri Geram!</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ketika-faisal-basri-geram/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ketika-faisal-basri-geram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 17:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[boediono]]></category>
		<category><![CDATA[chandra-bibit]]></category>
		<category><![CDATA[faisal basri]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang menarik dari postingan kompasianer yang juga pengamat ekonomi, Faisal Basri. Postingan itu tak berbau ekonomi sama sekali. Tapi justru disitu menariknya. FB memposting sebuah puisi sederhana yang sangat dalam maknanya. Puisi ini mewakili kegundahan hatinya melihat nasib negeri ini. Ia ungkapkan kekesalannya melihat kasus penahanan komisioner (beda-beda tipis dengan Kompasianer) KPK Bibit Samad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=848&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada yang menarik dari postingan kompasianer yang juga pengamat ekonomi, Faisal Basri. Postingan itu tak berbau ekonomi sama sekali. Tapi justru disitu menariknya. FB memposting sebuah puisi sederhana yang sangat dalam maknanya. Puisi ini mewakili kegundahan hatinya melihat nasib negeri ini. Ia ungkapkan kekesalannya melihat kasus penahanan komisioner (beda-beda tipis dengan Kompasianer) KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah oleh polisi.</p>
<p>Simak puisinya yang diberi judul <a href="http://umum.kompasiana.com/2009/10/31/geram-untuk-pak-bibit-dan-bung-chandra/">&#8220;Geram &#8230;..untuk Pak Bibit dan Bung Chandra&#8221;.</a></p>
<p><em>Kini, aku geram!!!</em></p>
<p><em>Menatap mata-mata nanar mereka,</em></p>
<p><em>yang seolah siap menerkam apa saja.</em></p>
<p><em>Haruskah kita menyerah</em></p>
<p><em>kepada para durjana itu.</em></p>
<p><em>Dengan keheningan kalbu</em></p>
<p><em>Dengan kejernihan rongga-rongga alam pikiran</em></p>
<p><em>Sekali-kali jangan hentikan pekik kebenaran</em></p>
<p><em>Walau selaput suara hanya mengalirkan</em></p>
<p><em>desah-desah yang kian parau.</em></p>
<p>Menurut saya apa yang diutarakan FB kali ini bukan hanya semata kegundahan seorang yang dekat dengan pusat kekuasaan. Karena selama ini publik kadung tahu FB dekat dengan wapres Boediono. Tapi jauh dari itu, inilah bentuk kegelisahan anak negeri ini, yang bisa mewakili kegelisahan saya, anda dan juga mungkin sebagian dari kita, mengenai ketidak jelasan hukum yang dipertontonkan para penegak hukum yang terhormat.</p>
<p>Puisi ini mengingatkan saya pada sikap Faisal Basri beberapa bulan yang lewat. Saat itu  negeri ini tengah dilanda eforia dukung-mendukung pada calon presiden dan wakil presiden. Dan Faisal Basri yang selama ini termasuk pelit memuji seseorang, berada di garda depan pendukung Boediono. Bahkan postingannya berjudul <a href="http://umum.kompasiana.com/2009/05/14/pak-boed-yang-saya-kenal/">Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal</a> menjadi masterpiece postingan. Tulisan ini sudah dikunjungi lebih dari 38 ribu kompasianer, dan berhasil menggiring lebih dari 400 komentar. Sebuah pencapaian yang tak main-main.</p>
<p>Di postingan itu Faisal memang seolah melawan arus yang saat itu banyak menghujat pak Boed dengan isu Neolib-nya. Faisal memang tak serta merta mempersalahkan para penghujat, tapi Faisal bercerita sebagai orang yang sangat dekat, seorang murid yang kagum pada dosennya, seorang junior yang kagum dengan kawannya yang senior.</p>
<p>Dan ternyata angin pun berubah. Belum lagi genap sebulan sejak dilantik, hati Faisal Basri tampaknya terluka pada pemerintahan baru. Di satu sisi mungkin ia maklum kawannya yang didukung ternyata tak segalak JK, sehingga tak menunjukkan tajinya saat kasus Bibit-Chandra merebak. Tapi memaklumi saja tak cukup, karena negeri ini sudah kerap berjalan dengan pemakluman. Faisal pun gerah sehingga terciptalah puisi Geram tadi.</p>
<p>Perubahan &#8217;sikap&#8217; Faisal juga terlihat dari sejumlah komentarnya di beberapa postingan. Misal di postingan berjudul Berlin. Disitu faisal sempat menanggapi Rizky, seorang Kompasianer yang menanyakan mengapa Faisal tak memposting soal skandal Century. Apa karena rekannyta, Boediono terlibat?</p>
<p>Begini kutipan jawaban faisal yang diposting 7 Oktober jauh sebelum pemerintahan baru dilantik,</p>
<p><em>Bung Rizky yang budiman,<br />
mohon maaf, saya tak pernah brani/mau menulis yang saya tidak tahu persis duduk masalah dan datanya. Perhatikan saya silang pendapat yang beredar dewasa ini, hampir semua punya versi sendiri-sendiri. Saya sudah dapat briefing dari yang paling tahu kasus ini, tapi tak bisa menceritakannya kembali, apalagi sumber saya itu meminta dirahasiakan.</em></p>
<p><em>Saya pun dapat konfirmasi langsung dari petinggi BI yg sangat saya hormati. Ternyata yg beredar di masyarakat itu tak benar, misalnya tentang Sri Hartati Murdaya dan Arifin Panigoro yang ditengarai memiliki dana di century.</em></p>
<p><em>Tengok pula perilaku tak terpuji dari ketua BPK yg mengumbar isi hasil audit sementara sehingga diinterpretasikan secara “liar” oleh beberapa anggota DPR.</em></p>
<p><em>Bukan soal Boediono sama sekali. Justru yg saya dengar menyangkut yang di atasnya. Tapi itu kan gossip. Kalau memang kenyataannya demikian, ayo kita buka lebar.</em></p>
<p><em>Saya tak kuasa menyampaikan sesuatu yang menambah keruh.</em></p>
<p><em>Tabik,<br />
faisalbasri</em></p>
<p>Itu dia tulis bulan lalu. Dan yang terkini saat mengomentari kompasianer Linda Djalil, dia berujar begini <em>&#8220;Ya, Kak Linda, saya sekarang semakin yakin. Ada keterkaitan satu sama lain. Ketakutan bahwa kekuasaan yang tergengam mulilai terancam. Insya Allah kebenaran tak bisa ditutup-tutupi.. Tinggal data dan kesaksian yang harus dihimpun.&#8221;</em></p>
<p>Berubahnya sikap Faisal Basri saya kira manusiawi. Toh ia berubah untuk kembali ke sikap asalnya, tetap kritis. Mungkin saja ia bakal menjadi orang asing diantara kawan-kawan pendukung pemerintahan. Tapi tenang aja bang Faisal, jika pemerintah tak juga berubah, berarti anda tidak sendirian!!</p>
<p>*dimjuat di <a href="http://politik.kompasiana.com/2009/11/02/ketika-faisal-basri-geram/">kompasiana.</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=848&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/03/ketika-faisal-basri-geram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/02/846/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/02/846/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 22:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/02/846/</guid>
		<description><![CDATA[tes-tes ping&#8230;&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=846&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>tes-tes ping&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=846&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/11/02/846/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Semangat Bernama Puri</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/31/sebuah-semangat-bernama-puri/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/31/sebuah-semangat-bernama-puri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 15:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[in memoriam]]></category>
		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[puri]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Seharian tak menyentuh komputer ternyata membuat saya ketinggalan kereta. Sebuah kabar menyedihkan malam ini saya terima. Seorang Kompasianer, Puriwati Purasari Andono, mahasiswi Komunikasi UGM telah pergi menghadap sang Khalik kamis lalu. Ia pergi seusai operasi kanker payudara.
Saya dan juga kompasianer lainnya memang terlambat mendengar kabar kematiannya. Tiga hari setelah Puri pergi baru kami semua mendengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=843&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_844" class="wp-caption aligncenter" style="width: 144px"><img class="size-full wp-image-844" title="ceritapuri" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/10/ceritapuri.jpg?w=134&#038;h=200" alt="ceritapuri" width="134" height="200" /><p class="wp-caption-text">Ceritapuri</p></div>
<p>Seharian tak menyentuh komputer ternyata membuat saya ketinggalan kereta. Sebuah kabar menyedihkan malam ini saya terima. Seorang Kompasianer, <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puriwati Purasari Andono</a>, mahasiswi Komunikasi UGM telah pergi menghadap sang Khalik kamis lalu. Ia pergi seusai operasi kanker payudara.</p>
<p>Saya dan juga kompasianer lainnya memang terlambat mendengar kabar kematiannya. Tiga hari setelah Puri pergi baru kami semua mendengar kabarnya. Tak ada kata terlambat untuk sebuah do’a. Sebuah do’a paling tulus bagi perempuan pemberani, yang tak memiliki kata ‘kalah’ dalam hidupnya. Saya yakin Allah pasti memberinya tempat terbaik di sisi-Nya.</p>
<p><a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> memang tergolong baru menjumpai kawan-kawan Kompasiana. Dari halaman blognya terlihat ia baru bergabung sebagai Kompasianer sejak 16 Oktober 2009. Meski baru, bisa saja sebelumnya Ia sudah lebih lama membaca banyak tulisan di sini. <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> baru memposting tulisan 25 Oktober 2009. Tolong dicatat, tanggal itu adalah sekian hari sebelum ajal menjemputnya. Karena ia adalah manusia yang sama dengan kita, sedikitpun ia tak mengetahui rahasia Illahi kepulangannya ke sisi Allah.</p>
<p>Tulisan pertama <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> judulnya Upss… Salah Sangka!! Postingan <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> ini lebih sebagai perkenalannya pada Kompasianer. Dengan gaya cerianya khas remaja, ia menceritakan bagaimana ia divonis menderita kanker payudara. Padahal semula ia mengira hanya terkena <em>Fibroadenomas</em>, semacam benjolan di payudara saja.</p>
<p>Tak ada nada mengeluh atau minta dikasihani dengan postingannya itu. Lihat saja jawabannya saat ditanya kompasianer Rosiy tentang sakitnya.</p>
<p>Ia menjawab begini, <strong>“Makacih yah..kena Kanker Payudara  salam smuana!” </strong></p>
<p>Atau baca juga saat disemangati Rosiy untuk terus menulis.</p>
<p><a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> menjawab dengan cerianya,<strong> “Sippp <img src="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> Chayooooo…..Puri selalu semangat!! Iyah ni Kak’ Puri suka bgt nulis kLo lgi istirahat gt, tapi masih jelek bgt tulisanna…Huhuhu… <img src="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> Semangat”</strong></p>
<p>Puri…Puri… hidupmu yang singkat ternyata tak sesingkat semangatmu. Lihat saja komentarnya atas tanggapan dan semangat dari kompasianer.</p>
<div>
<p><strong>“selamat pagiiii….. Hmmmm….sambil minum susu nih, ^_~</strong></p>
<p><strong>makacih ya bt smuana, Puri senneg kalo smuana jd ikut2an smangat… <img src="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> Puri yakin banget kuk, kanker bkn penyakit yg menakutkan dan uda byk yg sembuh…makana, semangat yah!!”</strong></p>
</div>
<p>Lagi-lagi saya kagum dengan keyakinannya itu.</p>
<p>Semasa hidup dengan kanker payudara yang dideritanya, saya yakin hari-hari <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> pasti tak senyaman mahasiswi atau remaja lain seusianya. Sakitnya yang hingga kini belum ada obatnya itu, tentunya mengurangi keceriaan, menghambat aktivitas bahkan upayanya meraih mimpi sebagai sarjana komunikasi.</p>
<p>Tapi ternyata saya salah. Sepenggal <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Ceritapuri</a> di Kompasiana ternyata menyingkirkan kesan itu. Ia begitu tabah, jauh melebihi saya yang kerap mengeluh hanya karena kelelahan beraktivitas. Ia jauh lebih kuat dari saya yang kadang maju mundur menghadapi banyak problema hidup.</p>
<p>Ah <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a>, saya kok jadi malu dengan apa yang saya miliki. Sungguh, 5 postinganmu dalam 4 hari telah menularkan semangat luar biasa bagi siapapun mengenai arti berjuang, mengenai semangat pantang menyerah. Hidup harus dihadapi dengan ikhlas, dengan perjuangan tak kenal lelah.</p>
<p>Dalam 4 hari sebelum dipanggil Tuhan, <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> telah menghasilkan 5 postingan di Kompasiana. Tulisan yang akan sangat berarti karena berisi sebuah semangat bernama <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a>.</p>
<p>Semoga 5 postingan ini menjadi api penyemangat bagi siapapun yang mungkin kini sedang menderita penyakit apapun. Semoga keikhlasan, semangat dan keceriaan Puri menular pada kawan-kawan semua.  <a href="http://www.kompasiana.com/ceritapuri">Puri</a> pasti senang jika kita bisa berbagi semangat. Selamat jalan Puri ….</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/843/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/843/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/843/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=843&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/31/sebuah-semangat-bernama-puri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/10/ceritapuri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ceritapuri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com//wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukungan Fesbuker Untuk Chandra dan Bibit</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/30/dukungan-fesbuker-untuk-chandra-dan-bibit/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/30/dukungan-fesbuker-untuk-chandra-dan-bibit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 08:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[bibit samad rianto]]></category>
		<category><![CDATA[chandra hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[
Ditahannya wakil ketua KPK Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh polisi sejak kemarin disesalkan banyak pihak. Apapun alasan polisi, jelas ini sebuah upaya pelemahan fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah upaya yang sangat tidak populer, jauh dari ekspektasi rakyat.
Polisi lupa, kita saat ini sedang berperang melawan korupsi, dan yang berada dalam upaya tersebut bukan hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=837&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="/DOCUME%7E1/SYAIFU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<div id="attachment_839" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-839" title="77148_bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzah" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/10/77148_bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzah.jpg?w=300&#038;h=225" alt="77148_bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzah" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Bibit dan Chandra</p></div>
<p>Ditahannya wakil ketua KPK Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh polisi sejak kemarin disesalkan banyak pihak. Apapun alasan polisi, jelas ini sebuah upaya pelemahan fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah upaya yang sangat tidak populer, jauh dari ekspektasi rakyat.</p>
<p>Polisi lupa, kita saat ini sedang berperang melawan korupsi, dan yang berada dalam upaya tersebut bukan hanya KPK, tapi seluruh rakyat. Kita sudah muak dengan korupsi. Karena korupsi bukan saja menggerogoti keuangan negara, namun juga menjadikan kita bangsa yang terbelakang. Gemar mengambil milik orang lain.</p>
<p>Gerakan rakyat mendukung Chandra dan Bibit pun sejak kemarin sudah masif diperlihatkan. Puluhan intelektual sipil seperti Ery Riyana, Eep Syaefulloh, Ahmad Syafii Ma&#8217;arif, hingga intelektual muda Anies Baswedan menjaminkan dirinya bagi C&amp;B. Mereka minta keduanya dikepaskan dengan jaminan para tokoh tersebut. Karena mereka percaya, keduanya tak akan melarikan diri atau tak akan membuang barang bukti.</p>
<p>Belum cukup dengan itu, kalangan pengguna facebook atau fesbuker pun menggalang dukungan. Hingga pukul 15.06 WIB, dukungan bagi C&amp;B sudah mencapai 25.637 fesbuker. Gerakan ini sendiri mempunyai target dukungan sejuta fesbuker.</p>
<p>Bukan perkara mudah mengumpulkan dukungan sebanyak itu. Tapi bukan perkara sulit pula jika fesbuker memang concern pada gerakan anti korupsi. Karena kini saatnya kita mempunyai kepedulian yang sama terhadap gerakan ini. Ini juga kalau para fesbuker masih ingin melihat dan merasakan Indonesia menjadi lebih baik.</p>
<p>Dukungan semacam ini bukan pertama kali terjadi. Ingat saat Prita Mulyasari tersangkut kasus dengan RS.Omni Internasional Serpong. Ribuan fesbuker dengan rela memberi dukungan dalam berbagai cara.</p>
<p>Entah apakah statemen politik (political statement) macam ini efektif, kemudian hari terbukti kasus Prita menjadi magnet yang luar biasa bagi banyak kalangan. Selain media online, pers mainstream pun memberitakan fenomena Prita dengan masifnya dukungan masyarakat maya pada kasusnya.</p>
<p>Bahkan bagi mereka yang bukan fesbuker sekalipun, termasuk Presiden SBY pun kemudian mengomentari kasus ini dan berharap diselesaikan secara adil. Dan kita tahu seperti apa ending kasus Prita.</p>
<p>Saya sendiri berharap, apa yang dilakukan fesbuker menggedor perhatian para petinggi negara, utamanya Presiden yang seolah tak ambil pusing dengan pertikaian KPK dan Polri. Presiden harus bersikap jika tak mau ditinggalkan rakyat.</p>
<p>Sekali lagi, inilah saatnya rakyat menagih janji pemberantasan korupsi yang dulu jadi jualan semasa pemilu. Kami tak butuh lip service, tapi bukti nyata. Perang melawan korupsi belum selesai kawan.</p>
<p>Kalau mau gabung, ini <a href="http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=169178211590&amp;ref=nf">link laman Facebook</a>-nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/837/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=837&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/30/dukungan-fesbuker-untuk-chandra-dan-bibit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/SYAIFU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2009/10/77148_bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">77148_bibit_samad_riyanto_chandra_m_hamzah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mainan Baru Yahoo! Meme</title>
		<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/28/mainan-baru-yahoo-meme/</link>
		<comments>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/28/mainan-baru-yahoo-meme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 19:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[syaifuddin sayuti]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo!]]></category>
		<category><![CDATA[meme]]></category>
		<category><![CDATA[microblogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syaifuddin.wordpress.com/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan saya punya teman baru yang mengasyikkan. Namanya Meme (dibaca mimi). Awas bukan Cut Memey artis yang pernah bikin heboh dulu. Imut ya namanya. Kesannya cute dan girly. Tapi jangan salah, dia bukan seorang cewek.  Ini produk teranyar Yahoo!
Jika melihat selintas pasti akan mengasosiasikannya pada microblogging twitter. Tak salah, Meme memang sebuah microblogging besutan Yahoo! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=834&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Belakangan saya punya teman baru yang mengasyikkan. Namanya<a href="http://meme.yahoo.com/syaifuddin/"> Meme</a> (dibaca mimi). Awas bukan Cut Memey artis yang pernah bikin heboh dulu. Imut ya namanya. Kesannya <em>cute </em>dan <em>girly</em>. Tapi jangan salah, dia bukan seorang cewek.  Ini produk teranyar Yahoo!</p>
<p>Jika melihat selintas pasti akan mengasosiasikannya pada microblogging <a href="http://twitter.com/syai_fuddin">twitter</a>. Tak salah, Meme memang sebuah microblogging besutan Yahoo! yang tentunya diposisikan berhadapan dengan Twitter atau Plurk yang lebih dulu eksis.</p>
<p>Apa menariknya Meme dibandingkan Twitter? Mengapa harus punya Meme? Toh dengan twitter sepertinya sudah cukup. Apalagi twitter belakangan lagi <em>happening</em> banget. Rasanya para blogger sejati hampir semuanya punya akun di twitter. *namanya juga rasanya, kalo salah ya sorry*</p>
<p>Yang jelas Meme tak membatasi karakter teks yang bisa kita kirim. Mungkin ini karena meme masih dalam uji coba. Beda dengan Twitter yang membatasi postingan teks sepanjang 140 karakter. Jadi kita bisa lebih ekspresif menumpahkan tulisan.</p>
<p>Dari sisi tampilan, Meme menurut saya lebih segar. Tampaknya sesuai dengan style Yahoo! yang akhir-akhir ini mengupgrade tampilannya sehingga terlihat lebih muda dan fresh. Lihat saja warna-warna <em>theme</em> Meme, menggunakan warna dominan yang <em>soft</em>. Dari sisi ini, jelas target pasar yang dituju Meme adalah anak muda, atau bisa dikatakan mereka yang berjiwa muda. Meski tampilan <em>theme </em>berwarna cerah, bukan berarti Meme tak mengakomodir pengguna pria. Meme juga menyediakan warna solid yang cenderung <em>dark</em>. Warna ini biasa disuka kaum adam.</p>
<p><a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/10/yahoo-meme.jpg"><img src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/10/yahoo-meme-300x111.jpg" alt="" width="300" height="111" /></a>Lalu apa keunggulan Meme dibanding twitter? Selain bisa mengetik teks mini, Meme memberi fasilitas penggunanya untuk mengupload foto, audio dan video. Inilah kelebihan yang ditawarkan Meme dibandingkan twitter. Pengguna Meme akan dimudahkan saat sharing lagu, foto hingga cuplikan video. Untuk video memang masih terbatas sumbernya, dari youtube dan vimeo.Tapi untuk foto, kita bisa upload langsung dari komputer kita.</p>
<p>Oya, Meme juga bisa diakses secara mobile. Sayangnya fasilitas mobile belum bisa dirasakan pengguna dari Indonesia. Fasilitas ini baru bisa digunakan pengguna Meme dari Philipina. Tak apalah, perlahan jika komunitas pengguna Meme di negeri ini makin membesar, bukan tak mungkin banyak pihak yang membuka kerja sama dengan Yahoo!</p>
<p>So, kalau ingin sharing apapun lewat microblogging baru, kenapa tak coba follow saya di Meme. Mudah kok. Yang terpenting kita punya akun di yahoo. Oya, ini akun saya : <a href="http://meme.yahoo.com/syaifuddin/">http://meme.yahoo.com/syaifuddin/ </a></p>
<p>Saya tunggu lho&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syaifuddin.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syaifuddin.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syaifuddin.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syaifuddin.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syaifuddin.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syaifuddin.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syaifuddin.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syaifuddin.wordpress.com/834/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syaifuddin.wordpress.com/834/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syaifuddin.wordpress.com/834/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syaifuddin.wordpress.com&blog=2113117&post=834&subd=syaifuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syaifuddin.wordpress.com/2009/10/28/mainan-baru-yahoo-meme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/af8941dd6d18edb60ebc16ceba92317d?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">udin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/10/yahoo-meme-300x111.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>