Norman dan Kekuatan Media Sosial

7 Apr

Jangan remehkan media sosial. Bagi mereka yang masih beranggapan media sosial adalah kegiatan main-main, sepertinya harus meralat dan membuang jauh-jauh anggapan itu.

Briptu Norman Kamaru adalah contoh nyata betapa dahsyatnya pengaruh media sosial bagi kehidupan seseorang. Sebulan yang lalu nyaris tak ada yang mengenal keberadaan seorang aparat polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) bernama Norman Kamaru. Norman yang berasal dari kesatuan Brimob, bertugas di Gorontalo, nun  di Sulawesi sana.

Jauhnya lokasi Norman dari pusat kekuasaan dan keriuhan di Ibukota Jakarta ternyata mampu ditembus media sosial. Lewat situs Youtube, nama Norman kemudian meng-Indonesia, bahkan mendunia. Ia dikenal berkat video lypsinc Bollywood-nya yang menirukan gaya bintang Bollywood Shah Ruk Khan. Dalam hitungan detik, namanya dikenal banyak orang. Bahkan di twitter, nama Norman sempat menjadi trending topic.

Kemunculan Norman kemudian menjadi luar biasa lantaran diikuti kabar bakal dikenai sanksi oleh institusi Polri karena dianggap lalai dalam tugas. Simpati pun kemudian bermunculan di dunia maya. Hastag WeLoveBriptuNorman menjadi penanda dan menjadi pemersatu warga dunia maya. Norman dicinta karena Norman menghibur, memberi kesegaran diantara kabar tak sedap soal pembobolan dana nasabah Malinda Dee, penipuan oleh si cantik Selly atau pro-kontra gedung baru DPR.

Pekan ini menjadi hari tersibuk bagi briptu Norman. Setelah ditodong wawancara berbagai media melalui saluran telepon, iapun siap menjadi selebriti. Kamis siang ia tiba di Jakarta untuk bertemu Kapolri. Secara marathon ia kemudian bakal tampil di sejumlah stasiun TV untuk tampil di sejumlah program acara hiburan, mulai dari Bukan 4 Mata di Trans7 sampai Tarung Dangdut di MNCTV.

Tinggal menunggu waktu Briptu Norman tampaknya bakal menyusul sukses Shinta-Jojo atau Udin Sedunia di dunia hiburan. Karena Briptu Norman berasal dari institusi Polri agak sulit jika ia kemudian berkarier di dunia hiburan. Namun paling tidak, aksi Briptu Norman di Youtube sudah menuai simpati jutaan orang. Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri.

#Tulisan 6 dari 365

Tags: , , , , , , , , ,

5 Responses to “Norman dan Kekuatan Media Sosial”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Indonesian netizens support ‘Dancing Cop’ · Global Voices - 10 April 2011

    [...] Syaifuddin added: Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri. Norman's action gave evidence that the police is not as fierce as the uniform they wear. The police institution needs gentle images like that, and if the police is smart, it can be used as a good imaging for the police. Written by Tikno Posted 9 April 2011 ·  Print version Tweet [...]

  2. Indonesian netizens support ‘Dancing Cop’ @ Current Affairs - 10 April 2011

    [...] Syaifuddin added: Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri. Norman's action gave evidence that the police is not as fierce as the uniform they wear. The police institution needs gentle images like that, and if the police is smart, it can be used as a good imaging for the police. [...]

  3. Le Ciel et La Terre | Revue de presse | Indonesian netizens support ‘Dancing Cop' - 10 April 2011

    [...] be stern and disciplined like before, well go ahead. People will still fear you, not respect you.Syaifuddin added:Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. [...]

  4. Indonesische netizens steunen ‘dansende agent’ · Global Voices - 11 April 2011

    [...] Syaifuddin [id] voegde hier aan toe: Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri. De actie van Norman is een bewijs dat de politie helemaal niet zo streng is als het uniform dat ze dragen. De politie heeft dit soort vriendelijke boegbeelden nodig, en als ze slim zijn, kan het worden gebruikt om de beeldvorming van de politie te verbeteren. Geschreven door Tikno · Vertaald door Percy Balemans Vertaling geplaatst op 11 april 2011 ·  Afdrukversie Tweet [...]

  5. Građani interneta u Indoneziji podržavaju ‘rasplesanog policajca’ · Global Voices - 11 April 2011

    [...] Syaifuddin dodaje: Aksi Norman memberi bukti bahwa Polisi ternyata tak segarang seragam yang dikenakannya. Institusi Polri butuh citra lembut seperti itu, dan bila Polri pandai memaintain ini bisa dijadikan pencitraan yang baik bagi Polri. Normanov postupak dokazuje da policajci nisu strogi kao uniforme koje nose. Instituciji policije je potreban blaži imidž poput ovog, i ukoliko su pametni upotrebiće ga za stvaranje bolje slike o policiji. Napisao/napisala Tikno · Preveo/prevela Gorana Stojković Prevod objavljen 10 April 2011 ·  Verzija za štampu Tweet [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 739 other followers