replanning

Maret 8, 2008 - No Responses

hidup ini mesti di planning ulang. ada beberapa hal yang mesti direvisi, dipertajam. termasuk mimpi-mimpiku.

semula agak jengah untuk bermimpi terlalu tinggi. takut tak tergapai akhirnya kecewa.

namun tak ada salahnya punya mimpi. toh hanya mimpi. tercapai syukur. tidak pun bisa menjadi pemacu semangat.

daging mahal

Februari 23, 2008 - No Responses

daging menghilang pekan ini. para pedagang taki menjual produk ini. mereka memprotes kenaikan harga daging impor hingga menyebabkan harganya mencapai 55 K per kilo.

duh puyeng. gimana mau ngasih makanan bergizi buat anak-anak kalo harga-harga berakrobat kek gini.

sampai kapan ya hidup di indo jadi nikmat lagi. uang makin tak ada harganya.

jika ninis alergi

Februari 18, 2008 - No Responses

sejak semalam, si bungsu ninis sekujur badannya tiba-tiba memerah. gatal tentunya karena ia tak henti menggaruk semua bagian tubuhnya. akibatnya, semalaman ia tak bisa tidur lelap. sesekali ia menangis dan menjerit, seolah berbagi rasa sakit pada kami. miris mendengarnya!

untuk mengurangi rasa sakitnya, kami hanya memberikan bedak dingin caladine. biasanya ini cukup menolong. namun ternyata tidak. sekujur tubuhnya merah pekat.

akhirnya, pagi tadi kami bawa ia ke dokter dekat rumah karena tak tahan melihat gadis kami begitu menderita. tapi membawa ninis ke dokter adalah perjuangan tersendiri. ia menolak mentah-mentah karena trauma melihat kakaKnya nabila saat dibawa ke dokter dan akhirnya diinfus. ia meraung-raung ketakutan.

setelah dibujuk berhasil juga mengajaknya ke dokter. dokter mendiagnosis kemungkinan ia alergi makanan. sempat bingung juga karena kami sekeluarga tak memiliki riwayat alergi terhadap apapun, termasuk makanan. dokter minta kami mengingat makanan apa yang diberikan padanya. dugaan kami siomay yang terakhir ia makan sore kemarin adalah penyebabnya. sebab setelah itu ia menolak makan dan hanya minum susu.

kok bisa ya shiomay?

Check out my Slide Show!

Februari 17, 2008 - No Responses

akhir episode suharto

Januari 30, 2008 - No Responses

27 januari 2008 suharto, mantan presiden itu berpulang. banyak yang meratapi, banyak pula yang mencaci. dua kubu yang sama sahnya menjadi penilai atas orang kuat ini.

32 tahun memerintah bukan waktu yang sedikit. suka tak suka dia adalah peletak dasar pembangunan negeri ini, dari kondisi yang terbelakang menjadi sedikit naik kelas.

sayang di ujung usia pemerintahannya, korupsi membabi buta. logika memerintahnya pun tak karuan. parlemen diisi kroni-kroninya, mulai dari anak-bapak-ibu jadi anggota parlemen. belum lagi anaknya dijadikan menteri sosial. bisa jadi pengangkatan anaknya ini adalah blunder bagi hms.

namun disisi lain ini menjadi bukti bahwa legitimasi hms sebagai presiden waktu itu makin tipis, sehingga ia tak punya pendukung lagi, selain orang terdekatnya, yakni keluarga.

sekarang saat ia telah berpulang, banyak yang kehilangan. mereka yang kehilangan membanding-bandingkan ‘nikmatnya’ jaman suharto dibandingkan sekarang. harga-harga yang stabil, tak pernah ada kerusuhan. pokoknya saat itu hidup begitu nyaman di indo.

siapa bilang? memang untuk wong cilik tidak begitu terasa. tapi kita tak boleh lupa, hms lah yang memberangus kehidupan intelektual dengan aksi bredel sejumlah penerbitan pers, buku dan kegiatan politik. bukankah itu inti dari kehidupan sebuah negeri.

rakyat cukup makan kenyang, belanja murah. jangan pernah pintar, jangan pernah berserikat, dan jangan berpolitik. siasat cerdik membungkam sebuah bangsa. dan sekaranglah hasilnya. bangsa ini carut marut sedikit banyak adalah warisan lama hms.

kini, mestinya aparat hukum punya keleluasaan mengusut kejahatan politik dan ekonomi hms. bukan untuk balas dendam tapi untuk menata ulang sejarah bangsa, dan mengembalikan hak rakyat untuk mengontrol kekuasaan. 

membicarakan keburukan orang yang telah wafat memang tabu. tapi menegakkan kebenaran jauh lebih hakiki, asal tidak dijadikan santapan politik lagi.

nestapa di negeri tempe

Januari 20, 2008 - No Responses

saya lupa sejak usia berapa makan tempe. namun saya masih ingat penganan ini begitu istimewanya dalam keluarga kami. meski harganya murah, namun rasanya luar biasa. kami semua senang dengan lauk ini, karena diolah dalam bentuk apapun, tempe selalu enak.

dulu, semasa kecil saya paling senang dengan tempe goreng (tanpa campuran apa-apa). kalau sudah makan tempe goreng, penganan lain lewat. belakangan mbah saya di nganjuk sana, membuat varian lain dinamakan ‘jangan tempe’. ini semacam sayur tempe bersantan yang diberi rajangan cabe rawit jawa. rasanya selangit.

saat besar, pengalaman kuliner saya makin bertambah dengan ragam jenis penganan tempe lainnya, seperti tempe goreng tepung, keripik tempe, tempe bacem, hingga orek tempe yang saya kenal di warteg.

beragam jenis olahan tempe, menunjukkan betapa popularnya tempe di negeri ini. tak pelak membuat negeri ini menyandang sebutan negeri tempe.

sejatinya, jika tergolong makanan rakyat banyak, mestinya harganya murah meriah. sebab tempe dikonsumsi mulai kalangan jelata seperti diriku hingga presiden.

namun apa yang terjadi belakangan ini menunjukkan sebaliknya. harga kedelai sebagai bahan baku tempe melonjak, kini mencapai 7.500 rupiah per kilo. semua produsen tempe menjerit karena tak kuat membeli kedelai lagi yang umumnya diimpor itu.

konsumen pun sempat tercengang manakala mendapati tempe raib dari pasar. ya, produsen tempe sempat mogok 3 hari beberapa saat lalu. mereka minta pemegang kebijakan negeri ini mengendalikan harga kedelai impor hingga tak meroket seperti sekarang. jika dibiarkan, entahlah apakah kita masih bisa makan tempe di kemudian hari.

ini adalah bencana pangan kesekian yang terjadi di negeri ini. penyebabnya, ladang kedelai yang makin menyempit sehingga kebutuhan kedelai nasional pun tak terpenuhi dari petani lokal.

mengimpor adalah solusi awal. namun jika harga meroket siapa yang kuat? puasa makan tempe mungkin bijak. tapi apa gantinya? sebab tempe selama ini kadung jadi komoditas lauk murah meriah. lha, kalau puasa makan tempe berarti alamat puasa makan seterusnya nih…. 

3 tahun tsunami Aceh

Desember 26, 2007 - No Responses

hari ini 3 tahun lalu, saudara kita di aceh meregang nyawa. alam murka dengan memuntahkan banjir air bah tsunami. peristiwa ini didahului gempa besar 8,9 skala richter. aceh nan damai pun nyaris hilang dari titik bumi.

tidak hanya negeri ini yang koyak akibat tsunami. thailand, srilangka, hingga maldives pun tercabik olehnya. tapi yang paling dahsyat –setidaknya dari sisi jumlah korban dan kerusakan– adalah aceh.

lebih dari 100 ribu orang tewas akibat tsunami di aceh saat itu. kita berduka atas musibah ini.

musibah ini menunjukkan bahwa alam tak bisa dikompromi oleh manusia. saat Allah menujukkan kuasa-nya, sesungguhnya manusia tak bisa apa-apa.

kami 11 tahun

Desember 23, 2007 - One Response

tak ada seremoni atau pesta menggenapi 11 tahun kehidupan rumah tangga kami yang jatuh 14 Desember silam. selain karena kami pada dasarnya tak suka pesta, bagi kami menapaki 11 tahun usia pernikahan yang lebih penting adalah mensyukuri nikmat Allah. karena telah memberi begitu banyak bagi kami, saya, istri dan anak-anak kesempatan hidup, merajut cinta, meraih mimpi dan mencari ridho Allah bersama-sama. 

semua memang sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah. saat saya ajukan keinginan menikah, meski pada awalnya bapak agak keberatan, restu itu akhirnya diberikan. keberatan bapak bukan karena sosok, tapi lebih pada kemampuan saya menafkahi keluarga.

bapak khawatir dengan pekerjaan saya di sebuah agency yang belum mapan, saya akan kesulitan memanage keluarga.  waktu itu saya yakinkan ortu, selama kami berniat lillahi ta’ala, insya Allah rejeki akan datang dengan sendirinya.  

ternyata keyakinan kami dijawab semua oleh Allah. meski tak berlebih, rejeki setelah menikah ternyata alhamdulillah lancar. kami bisa memenuhi kebutuhan anak-anak, bisa membeli rumah meski rumah pertama (yang dulu) ukurannya minimalis alias sederhana bertipe 21. 

lalu apa mulus-mulus saja kehidupan kami? Tidak juga. sama dengan keluarga lain, kami juga banyak menghadapi cobaan, ujian dan kendala. sampai detik inipun saya terus belajar menjadi suami yang baik bagi istri tercinta. saya juga terus menyelami bagaimana berperan yang pas sebagai teman dan ayah anak-anak. dua hal ini tak akan pernah selesai dan tidak ada sekolahnya. sekolahnya adalah pengalaman hidup. 

11 tahun memang bukan waktu yang sedikit. tapi juga belum sebanding dengan pengalaman orang tua yang puluhan tahun. mohon do’a dan dukungannya semoga kami bisa terus bersama hingga akhir hayat. 

terima kasih ya Rabb

kau telah anugerahkan istri yang solehah

anak-anak yang manis dan berbakti 

terima kasih istriku

telah sudi menemani lelaki yang jauh dari sempurna ini 

terima kasih anak-anak

maafkan ayah yang belum bisa mewujudkan semua mimpi kalian

terima kasih atas pengertian kalian…. 

bali

Desember 5, 2007 - No Responses

mata dunia saat ini menoleh ke bali. bukan ada bom atau terorisme. bali sedang gelar hajatan, bukan ritual tahunan nyepi atau galungan, tapi ktt pbb untuk perubahan iklim.

ktt ini menjadi penting, sebab bumi sedang meradang. pemanasan global jadi bahasa bersama setelah bencana makin sering dan perubahan suhu begitu ekstrim.

sebagai usaha patut diacungi jempol. tapi lihat keculasan negeri besar -enggan mengurangi emisi gas buang–karena erat kepentingan kapital. banyak produsen yang akan terkena  imbasnya. dan jika ekonomi yang berkata, negeri mana yang suka persoalan ini dikutak-katik?

bersahabat dengan alam adalah jalan terbaik. perlakukan lingkungan sebagaimana mestinya, tidak dieksploitasi demi keuntungan sesaat.

banyak bukti menyengsarakan jika kita abai pada lingkungan. banjir yang kian sering. ancamannya bukan hanya dari air hujan, tapi juga dari laut pasang. ini tak bisa dibiarkan, jika ingin hidup lebih lama di bumi.

oh bumiku!

Nopember 27, 2007 - No Responses

tak ada hujan yang besar, namun banjir merendam kawasan Muara Baru jakarta utara, dadap tangerang hingga subang jawa barat. ribuan warga rumahnya terendam, rusak, dan banyak warga sakit. bahkan jalan tol menuju bandara sukarno hatta terendam air hingga menyebabkan banyak warga terjebak di bandara. selain itu, banyak penerbangan dibatalkan karena awaknya tak bisa melintasi jalan menuju bandara. 

ini memang bukan banjir biasa, karena berasal dari pasang air laut. meski bukan banjir pertama sejenis, tapi peristiwa kali ini tergolong luar biasa. bahkan ketinggian air di muara baru sempat mencapai 2 meter!

sadar tak sadar, ini salah satu efek  global warming, pemanasan global. ramalan pakar, sejumlah pulau di dunia ini bakal tenggelam lantaran es di kutub mencair lebih ekstrim setelah menipisnya lapisan ozon.

kalaulah terjadi sekarang, ini bukan kecepetan. tapi karena perilaku kita sudah sedemikian parah memperlakukan lingkungan tempat kita hidup. berapa hektar pohon tiap harinya ditebang demi pembangunan? belum lagi sampah yang menggunung di sungai dan laut.

ngeri membayangkan sebagian ibukota terbenam suatu saat? nah, sekarang sudah kejadian meski dalam skala kecil.

akankah perilaku kita berubah terhadap lingkungan? atau kita tega membiarkan anak cucu kita hidup di angkasa lantaran tak ada lagi ruang tersisa di daratan?