Duh, Indovision!

18 Dec

“Dear indovision, kenapa sejak kemarin petang indovision di rumah kami tak tayang. Di layar tertulis This card is not authorised. CA STBID is 3873 2320 8778 4689 Smart Card is 0000 2330 3118 (6). ID Pelanggan : 401 0000 83478″

Sepotong surat keluhan itu saya kirim lewat email hari sabtu pagi. Email itu saya tujukan pada call center operator tv berbayar terbesar di Indonesia, Indovision karena layanan Indovision tidak beroperasi di rumah sejak jum’at petang. Surat elektronik itu “terpaksa” saya kirim karena hotline service 24 jam Indovision sangat sulit dihubungi.

Terpaksa, karena sejak Sabtu subuh saya terus kontak melalui 3 nomer hotline berbeda, tapi hasilnya nihil. Dan baru pada sekitar pukull 12.45 bisa bicara dengan petugas callcenter.

Setelah saya sampaikan keluhan kemudian petugas mengecek kerusakan di control room mereka, hasilnya menurut petugas, layanan Indovision saya diputus karena bermasalah dalam tagihan. Saya tak terima, karena saya sudah membayar tagihan sebelumnya yang cukup besar. sebagai akumulasi kesalahan sistem tagihan Indovision.

Tagihan itu sendiri aneh, saya langganan paket super galaxy dengan harga promo 50 persen. Tiba-tiba tagihan diakumulasi dengan jumlah yang fantastis. Saya keberatan karena tagihan tidak sesuai promo. Petugas CS Indovision malah menyalahkan saya yang mendaftar promo setengah harga namun tak memasukkan surat keterangan dari HRD tempat saya bekerja.

Saya katakan, saya ikut promo ini karena syaratnya ringan, cukup melampirkan copy ID pegawai. Sales yang menawarkan paket ini tak pernah sedikitpun menyinggung soal surat keterangan HRD. Aneh begitu ada tagihan dan jumlahnya fantastis mereka seenaknya bilang itu kesalahan saya.

Bulan lalu saya dapat tagihan 548.707. Jumlah itu berkurang jauh dari tagihan awal. Saya lunasi tagihan itu dan bulan ini saya punya tagihan hanya 129.500 saja. Mengapa tiba-tiba diputus karena dianggap bermasalah dalam tagihan? Ini baru tanggal 17 Desember, kalaupun saya belum membayar itu belum jatuh tempo.

Yang saya tak habis mengerti bagaimana tim CS Hotline Indovision melayani keluhan pelanggan? Email yang saya kirim tak satupun berbalas. Begitu juga dengan sms. Yang lebih parah adalah Hotline service susah dihubungi. Kalaupun nyambung, saya tak sekalipun bisa bicara dengan petugas. Selalu berhadapan dengan mesin penjawab otomatis dan diminta menunggu lama dan diakhiri dengan kata “maaf customer officer kami sedang sibuk”.

Karena cara konvensional tak ampuh, saya kemudian menghubungi melalui akun twitter @Indovision_TV. Lumayan cepat tanggapannya. Dan kurang dari sejam Indovision di rumah kembali normal. Namun itu hanya berlangsung sesaat, dua jam kemudian kembali “pingsan” hingga hari Minggu. Dan kembali saya harus menempuh perjalanan panjang untuk menyampaikan keluhan. Sepanjang Sabtu malam tak satupun twit saya ditanggapi, begitupun dengan telepon yang selalu gagal bicara dengan CS officernya.

Pelajaran terbesar dari kasus ini adalah membangun hotline service yang tangguh tidak selesai dari sekedar niat. Nomer CS hotline, sms, maupun alamat email yang ditempel di tiap decoder di rumah pelanggan tentunya bukan pajangan penghias decoder belaka.Harus ada sistem integral dengan petugas yang memiliki sense terhadap pelanggan. Mengapa mencantumkan nomor sms yang bisa dihubungi jika ternyata sms itu tak dijawab. Mengapa pula mempunyai alamat email kalau tak ada tanggapan keluhan pelanggan.

Di era teknologi informasi seperti sekarang customer tak bisa dianggap hanya sebagai bagian catatan jumlah pelanggan.Dia harus dimaintain, dimanusiakan. Customer, siapapun dia punya hak penuh atas layanan terbaik. Karena kepuasan customer akan menjadi iklan gratis bagi customer lainnya dari mulut ke mulut. Sementara ketidak pedulian terhadap customer akan membuat sebuah brand laksana menggali kuburnya sendiri.

Tags: , , ,

Logo Mirip, Ada Apa Trancorp dan Kompas Tv?

16 Dec

Trans corp, lini bisnis media tv dari CT Corp kemarin merayakan hari ulang tahunnya yang ke-10. Sebuah acara pagelaran musik dikemas “wah” sebagai pertanda mereka memasuki usia satu dasawarsa. Dalam rentang masa ini, trans corp (dengan 2 stasiun Tv, Trans tv serta trans7) kehadirannya lumayan memukau pemirsa tv tanah air.

Saya tak akan membahas program-program andalan kedua tv tersebut. Saya justru penasaran dengan logo baru Trans corp yang kemarin diperkenalkan kepada khalayak. Coba amati, sekilas logo  ini mirip dengan logo Kompas Tv milik Kompas-Gramedia grup. Efek warna-warni dalam hurup “A” logo Trans Corp  mirip dengan huruf  “K” Kompas Tv.

Logo Trans Corp

Nah, kalau di bawah ini adalah logo Kompas Tv yang lebih dulu hadir dan dikenal publik.Coba tarik kedua sisi huruf “K” di logo ini, akan jadi huruf “A”. Persis dengan logo Trans Corp!

Logo Kompas Tv

Pagi ini di twitter juga bermunculan timeline yang mempertanyakan “kemiripan” ini. Coba simak beberapa diantaranya:

@putra_GPV: @KompasTV memang inspirasi Indonesia yah sampe logonya aja ditiru sama tetangga sebelah… Hahaha…

@freddy_sbotipi Logo baru transcorp yang baru kok mirip Kompastv ya???

@wisnunununu Transcorp logo A nya mirip K Kompas Tv, semakin tua malah semakin payaaahhh.

Soal “kemiripan” ini pagi tadi saya tanyakan ke seorang teman yang ada di redaksi Trans7. Melalui BBM  dia jawab dengan enteng kemiripan itu sebuah kebetulan saja. Karena menurutnya, logo Trans Corp sudah ada sejak Mei 2011. Atau bisa saja konsultan logonya sama, katanya.

Hmm…. Mungkinkah sebuah kelompok usaha sebesar Trans Corp dengan sadar menggunakan logo perusahaannya yang mirip dengan perusahaan lain? Apalagi sama-sama pemain di bidang tv broadcasting ? Ataukah ada udang dibalik logo ini untuk ke depannya? Entahlah.

Jadi, benarkah logo Trans Corp mencontek logo Kompas tv? Silakan nilai sendiri sodara-sodara.

Tags: , , , ,

Wawancara Dengan Eko Eshape, Pemenang Apresiasi Blog kategori Bisnis OnOffID 2011

4 Dec


Nama lengkapnya Eko Sutrisno HP. Di jagat dunia maya sebut Eko Eshape atau cukup ketik Eshape di mbah Google, maka ratusan ribu entry tentang siapa orang satu ini akan muncul. Mas Eko, demikian sapaan saya pada blogger murah senyum ini, saya mengenalnya sejak aktif di Kompasiana tahun 2008 silam. Dan kopdar perdana Kompasiana di Bentara Budaya mempertemukan kami secara langsung.

Pertemanan kami berlangsung hingga kini. Meski tak kerap bersua secara fisik, namun silaturahim dengan mas Eko terus saya pelihara. Jejaring sosial dan blog menjadi perantara komunikasi. Meski tetap hangat pada sahabat, mas Eko yang saya kenal kini sudah banyak berubah. Perubahannya adalah pada aktivitasnya yang segudang. Selain ngantor di sebuah BUMN di lingkungan PU, blogger, pengurus komunitas Blogger Bekasi, anggota komunitas bisnis Tangan Diatas, dia juga pemilik mie sehati. Yang terakhir adalah usaha di bidang kuliner yang dirintisnya bersama sang istri.

Berkat mie sehati pula, hari Minggu (3/12 2011) mas Eko memenangkan penghargaan Apresiasi Blog kategori Bisnis di ajang OnOffID 2011. Pengusaha mie ini mengalahkan blogger-blogger hebat lainnya di ajang bergengsi yang semula bernama pesta blogger itu.

Bareng Blogger Bekasi di Depan Mie Sehati

Terus terang saya diam-diam adalah pengagum blogger satu ini. Saya sering mengintip kiprahnya dalam dunia perblog-an sejak dulu. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala jika melihat sepak terjangnya, aktif di banyak komunitas, mobile dengan pekerjaan, namun tetap fokus pada bisnis yang dirintisnya dari bawah.

Siapa sebenarnya sosok mas Eshape ini? Dari intipan di blognya, blogger ini lahir di Kemetiran Kidul 33 Yogyakarta, 14 September 1959. Ia adalah alumni Teknik Sipil UGM.
Semasa mahasiswa aktif sebagai pendiri teater Sipil UGM, anggota dan sutradara di Teater Gadjah Mada, anggota teater Stemka dan Teater 10.

Pernah membuat grup lawak 3T dan menjadi juara lomba lawak nasional tahun 1978. Oops, ternyata punya background sebagai pelawak juga, pantas senang ketawa. Hehehe….

Setelah kemenangan kemarin, saya mewawancarai mas Eko yang sedang berada di Yogyakarta, menyiapkan pelatihan pembuatan mie dan menyiapkan soft launching Mie Sehati di kantin UGM. Berikut petikan wawancara saya lewat email.

Selamat ya mas Eko atas kemenangan blognya, miesehati.com di ajang onoffID 2011. Apa arti kemenangan ini bagi anda dan mie sehati yang anda gawangi?

Ini merupakan sebuah tanggung jawab baru untuk dapat berbagi lebih banyak buat teman-teman yang kukenal maupun yang akan kukenal.

Apa sudah memperkirakan sebelumnya bakal menang di ajang ini? Bagaimana anda melihat kandidat lainnya?

Ingin menang pastinya iya, mengingat tahun lalu juga sudah masuk nominasi. Cuma tahun lalu aku hanya bersaing dengan blogpreneur dari komunitas Tangan Di Atas (TDA) saja, tahun ini selain bersaing dengan para blogpreneur juga bersaing dengan para blogger yang jagoan di bidang mereka masing-masing. Jadi ada rasa pesimis, apalagi aku tidak bisa hadir di acara ini, tambah pesimis jadinya. Hanya saja aku selalu berdoa, semoga yang terbaik yang menang dan semoga doa itu terjawab dengan benar.

Logo Baru Mie Ayam dan Es Sehati


Tahun ini ajang pesta blogger OnOffID mengusung tema “Ideas Meet Opportunities”. Tema ini menarik karena nyatanya banyak sekali ide berserakan di ranah maya, dan ini banyak dimanfaatkan oleh nara blogger. Nah, bagaimana anda memaknai pertemuan ide dengan kesempatan ini dalam keseharian anda sebagai blog-preneur?

Ini ajang yang dipersiapkan dengan baik. Aku menyimak live twit dari pak Anis Baswedan dan sangat menyesal tidak bisa hadir di acara ini, padahal tiga tahun berturut-turut aku selalu hadir di acara pesta blogger. Aku selalu memberi masukan dalam setiap acara pesta blogger, tapi untuk tahun ini aku tidak bisa memberi masukan karena tidak bisa hadir.

Soal ide dan kesempatan memang sudah menjadi makanan pokok teman-teman di TDA. Banyak ide yang berserakan dan hanya bisa bermanfaat kalau segera dijadikan kesempatan terbaik, karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Tangkap kesempatan yang ada dan langsung ACTION, baru kemudian dipikir dan dihitung (APH atau Action Pikir Hitung)

Soal mie sehati, idenya dari mana? siapa yang menginspirasi anda sehingga memutuskan menggeluti bisnis mie, jauh dari bidang pekerjaan di kantor ataupun latar belakang pendidikan anda?

Adalah seorang pak Syamsu Irman, Master Mie Perto yang ikut jadi anggota Mastermind Cikarang 2 dan kebetulan aku sering diminta untuk bicara di kelompok tersebut. Akupun sering mengikuti perjalanan sang Master Mie Perto untuk berbagi ke mana-mana dan akhirnya kutulis perjalanan itu dalam blog miesehati.wordpress.com Ketika istriku diangkat sebagai asisten Sang Master Mie Perto, maka mulailah aku lebih terlibat secara langsung dan membuat blog berbayar miesehati.com

Mie sehati cocok untuk semua latar belakang pendidikan, jadi apa salahnya kalau akupun menggeluti bisnis yang ternyata banyak memberi inspirasi kaum menengah ke bawah untuk berwirausaha.

Eshape Family


Mengapa masuk ke bisnis mie, padahal sudah ribuan orang ‘bermain’ di bisnis serupa? Apa bedanya mie sehati dengan mie yang tak sehati?

Bisnis mie ini bisnis makanan yang cocok di segala cuaca dan segala waktu, jadi tidak pernah kehabisan pelanggan.Kata istriku mie sehati singkatan dari mie yang enak di lidah dan di hati.

Mie sehati dan keluarga mie perto yang lainnya dibuat dari gilingan mie sendiri dan tanpa memakai pengawet maupun penyedap, sehingga sehat dan bergizi.

Kendala apa yang anda dihadapi saat mula pertama menjalankan bisnis mie sehati?

Kendala bisnis dimanapun sama. Tahun pertama adalah kendala di tenaga kerja, tahun selanjutnya adalah kendala di keberlangsungan bisnis. Omzet yang naik turun dan kesabaran dalam menjaga irama bisnis. Ini terjadi di semua bisnis, hanya soal panjang pendek waktunya saja yang berbeda.

Mie sehati ini kan bukan sekedar jualan mie, tapi juga ada aspek edukasi dengan menjajakan mie yang sehat dan berbagi kiat bisnis melalui pelatihan. Sejauh ini sudah berapa banyak pelatihan yang dibuat, bagaimana animo masyarakat dan apakah sudah ada alumni pelatihan mie sehati yang juga sukses berbisnis mie?

Jumlah pelatihan agak susah disebutkan, apalagi karena lokasi pelatihan yang makin bertebaran dan pencatatan kita yang kurang tertib. Animo masyarakat pada pelatihan ini sangat luar biasa dan bagi saya pribadi sering membuat air mata ini ingin menetes jatuh.
Para peserta pelatihan banyak yang datang dari jauh, dari luar kota bahkan dari luar pulau. Mereka memang ada yang naik mobil mewah tapi sebagian besar naik angkutan umum ataupun naik sepeda motor dengan risiko menginap di jalan.

Beberapa alumni kita yang sudah masuk media cetak maupun media audio visual (televise) antara lain ya Mie Jawara atau juga Mie Wasabi. Namun ukuran kesuksesan sebenarnya bukan itu. Sukses itu relative banget, orang jawa bilang wang sinawang. Rumput tetangga kadang terlihat lebih hijau dari rumput kita sendiri

Anda juga terlibat dalam komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA). Seberapa kuat pengaruh TDA bagi pengembangan bisnis mie sehati?

Sejak ikut mastermind di TDA, maka saya langsung tertarik untuk aktif di TDA. Inilah komunitas wirausaha terbaik yang pernah saya ikuti. Semangat berbagi dan menebar berkah itulah ciri orang-orang TDA. Belum kenalpun kalau sudah tahu kawan baru kita orang TDA langsung jadi seperti ketemu keluarga. Istri sayapun aktif di TDA dan menjadi Bendahara TDA Jogja.

Ada saran bagi blog-preneur pemula? Apa yang harus dilakukan jika ingin men-set-up bisnis?

Saya banyak belajar pada teman-teman TDA, misalnya pak Rawi yang punya segudang ide dan selalu mengedepankan ACTION. Saya juga belajar dari pak Ato Kupat Tahu Bandung yang selalu menunjukkan bukti ACTION dulu baru berpikir.

Jadi menurut saya saat ini, maka untuk terjun ke dunia blogpreneur ya hanya itu saja rumusnya. Terus menulis dan kalau nemu ide langsung jadikan kesempatan untuk ACTION. Sama dengan tema ON OFF ya? Jangan pernah bosan untuk melakukan ACTION dan jangan tergesa-gesa ingin memetik hasilnya secepatnya. Semua perlu proses dan perlu waktu.

Apa rencana kedepan mie sehati yang ingin anda wujudkan? Mau dibawa kemana nanti mie sehati?

Saat ini warung mie sehati masih sagat kecil. Disamping untuk menunjukkan bahwa semua usaha itu dimulai dari yang kecil, maka saya tetap punya mimpi untuk punya tempat yng lebih besar, sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan nanti Mie Sehati ini hanya brand saja, untuk menunjukkan bahwa warung kita berkonsep hijau (Go Green), tapi yang kita jual adalah segala macam makanan yang digemari masyarakat.

Oya anda karyawan, pengusaha, blogger dan traveler, bagaimana cara anda membagi waktu sehingga semua kegiatan itu bisa berjalan selaras? Kapan waktunya untuk menulis blog?

Saya pernah diberi nasehat oleh seorang teman, bahwa kalau kita ingin menyerahkan sebuah tugas dan ingin berhasil tugasnya, maka serahkan saja pada orang yang paling sibuk.
Biasanya orang sibuk itu pandai membagi waktu, begitu katanya. Jadi saya nikmati saj akesibukan ini. Kalau ada yang berbenturan ya kita lihat skala prioritasnya saja.
Menulis blog paling cocok biasanya saya lakukan sehabis subuh atau menjelang tidur.

Ada rencana membuat buku lagi?

Saya sedang dikejar-kejar oleh penerbit untuk menerbitkan buku lagi, tapi ada nasehat dari beberapa teman untuk tetap jadi penulis bebas. Cetak sendiri bukumu dan edarkan sendiri Akibatnya buku selanjutnya belum juga muncul.

Kalau harus mengatakan dalam satu kalimat, siapa itu Eko Eshape?

Blogger yang rajin berbagi
Beberapa kawan menyebutku blogger yang jadi penawar penyejuk.

Sukses terus ya mas Eko dengan mie sehatinya….

Makasih mas. Semoga berkah untuk kita semua. Amin.

*foto-foto diambil dari personal blog Eshape.

Tags: , , , ,

Pernikahan Ibas-Aliya Bukan Royal Wedding

24 Nov

Sejak selasa kemarin perhatian media kita beralih dari hiruk pikuk Sea Games yang menempatkan Indonesia sebagai juara umum. Beralihnya bukan pada perkara korupsi yang dikaitkan dengan penyelenggaraan Sea Games, namun pada pernikahan Ibas-Aliya.

Pernikahan yang tak biasa, karena melibatkan dua nama besar di negeri ini. Ibas adalah Sekjen Partai Demokrat yang juga putra bungsu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Aliya adalah putri sulung Hatta Rajasa, Menko Perekonomian yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional.

Banyak gosip dan spekulasi yang menyatakan bahwa ini merupakan pernikahan koalisi dua kekuatan politik. Pernyataan itu tak bisa dibantah, sah-sah saja terlontar. Karena faktanya memang demikian.

Sepekulasi ini masih ditambah lagi gosip bahwa besan presiden sedang menyiapkan diri menuju kursi RI-1 di tahun 2014. Konon menurut kabar burung politik, sang besan akan dipasangkan dengan adik ipar presiden. Benar tidaknya kabar ini wallahualam..

Kembali ke soal pernikahan ini. Tak ada yang salah seorang Presiden menikahkan putranya. Tak ada yang salah juga dengan siapa dia berbesanan. Tak ada yang salah pula jika prosesi pernikahan Ibas-Alya konon menelan biaya hingga Rp. 40 M. Meski demikian menurut Julian Aldrin Pasha, sang jubir Presiden tak sepeser pun biaya pernikahan itu diambil dari uang Negara.

Saya hanya berucap Alhamdulillah kalau itu benar. Berarti presiden kita adalah orang yang amanah, bisa memisahkan urusan negara dengan urusan pribadi. Mantap! Dua jempol.

Tapi kenapa akad nikahnya digelar di istana peristirahatan presiden di Cipanas ya? Bukankah itu melekat pada jabatan SBY sebagai Presiden.

Pertanyaan yang sama dulu juga pernah menggantung di benak saya saat si sulung Agus Harimurti menikah dengan Annisa Pohan di istana Bogor.

Mereka memang putra presiden, itu fakta. Pernikahan ini merupakan acara pribadi, ini juga fakta yang tak terbantahkan karena demikian yang selalu didengungkan pihak istana. Namun penggunaan istana Cipanas yang merupakan bagian tak terpisahkan dengan jabatan Presiden rasanya kurang pas. Entahlah, logika saya agak kacau soal ini.

Pagi tadi saat melihat acara Selebrita di trans7 saya kaget karena program itu memberi tag pernikahan Ibas-Alya sebagai Royal Wedding. Setahu saya Royal Wedding adalah sebutan bagi pernikahan di sebuah kerajaan macam pernikahan William-Kate di Inggris atau pernikahan putri sultan Yogya beberapa saat lalu. Ada monarki (kerajaan) dalam pernikahan tersebut.

Sementara pernikahan Ibas dan Aliya adalah pernikahan biasa, meski keduanya adalah putra petinggi negeri ini.
Menurut kru redaksi trans7, mereka di newsroom sudah menghindari penggunaan istilah Royal Wedding untuk memberitakan pernikahan Ibas-Aliya. Namun program Selebrita bukan program inhouse Trans7, ini adalah program dari luar yang dibuat production house Indigo dengan supervisi tim produksi Trans7.

Tapi apapun dalih mereka, menurut saya itu adalah kecerobohan yang tak perlu. Apalagi ini dilakukan oleh host broadcaster pernikahan Ibas-Aliya sendiri. Kecuali kalau trans7 memang sengaja mau menyindir pernikahan Ibas-Aliya sebagai Wedding yang Royal karena menghabiskan banyak uang. Hehe….

Tags: , ,

Tangan Tuhan dalam Ibadah Haji

2 Nov

Bapak dan Ibuku

Menunaikan ibadah haji bagi umat muslim adalah salah satu rukun Islam yang mesti dilakukan bagi mereka yang mampu. Mampu bisa diartikan secara finansial ataupun kesiapan mental. Secara financial mungkin calon haji dari Indonesia adalah kalangan paling sabar. Sebab ongkos naik haji yang cukup tinggi, terus naik sesuai nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Karenanya banyak cara yang ditempuh umat muslim Indonesia demi bisa berangkat haji ke tanah suci. Mulai dari menabung mengumpulkan rupiah demi rupiah, menjual harta benda berupa tanah hingga rumah. Pendek kata jika sudah tiba waktunya, harta dunia tak ada artinya dibandingkan panggilan ibadah haji.

Bagi kedua orang tua saya pergi haji adalah barang mewah. Bapak saya selama aktif sebagai karyawan kecil sebuah BUMN selalu punya mimpi suatu saat bisa pergi berhaji. Namun berbeda dengan rekan-rekannya yang bisa menyisihkan gaji untuk tabungan haji, tabungan bapak selalu kalah dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Bahkan simpanan keluarga berupa sepetak tanah yang pernah dimiliki bapak terpaksa dilego demi membiayai kuliah saya di sebuah PTN di Bandung.

Menyesalkah bapak saat itu tak kunjung punya modal yang pas untuk berhaji? Secara langsung tak pernah ada rona kecewa meski tak bisa menabung demi membiayai perjalanan ibadah ke tanah suci. Bagi bapak biaya pendidikan bagi kami, 3 anaknya juga sama pentingnya dengan perjalanan haji.

Bapak tetap bekerja dengan giat dan memberi teladan yang baik bagi kami anak-anaknya dengan menunjukkan kerajinan, keseriusan dan kesungguhan dalam bekerja. Jarang sekali bapak telat masuk kantor. Bahkan kerap kerja lembur di akhir pekan demi memperoleh tambahan biaya hidup bagi kami sekeluarga. Meski lelah bapak tak sekalipun mengeluh.

Selain lembur di kantor, bapak juga berupaya mencari tambahan penghasilan dengan coba-coba berwirausaha sebagai peternah burung puyuh. Sayangnya usaha ini tak lama. Karena tak cukup waktu usaha ini pun tutup. Setelah itu bapak juga sempat membeli bajaj yang dibawa narik seorang kerabat. Tak jarang bapak juga mengemudikan sendiri bajajnya untuk sekedar menambah asap dapur di rumah.

Pengabdian bapak di kantor dan usaha kerasnya menghidupi kami ternyata dicatat Allah sang Maha Melihat. Diujung masa baktinya sebagai pegawai, tak disangka bapak memperoleh berkah berangkat ibadah haji ke tanah suci tanpa sedikitpun keluar uang. Rupanya ketekunan dalam ibadah dan prestasi dalam bekerja menjadi catatan sendiri pihak manajemen. Dan perjalanan ibadah haji ke tanah suci di tahun 2004 adalah bukti nyata dari do’a-do’a panjang yang dipanjatkan bapak selama ini.

Setelah bapak berhaji, ada pula peristiwa yang membuat saya terharu. Begitu pensiun dan mendapat uang hasil pengabdian di tempat kerja selama lebih dari 25 tahun, bapak langsung ingat pada sang belahan jiwanya, yang tak lain adalah ibu saya. Sebagian uang pensiun pun dipersembahkan bagi ibu yang belum berangkat haji. Semula ibu menolak karena ingin uang tersebut digunakan sebagai biaya hidup di hari tua saja. Namun bapak memaksa, karena hanya dengan cara itulah bapak membalas rasa terima kasihnya pada ibu yang telah menemaninya selama ini, merawat dan membesarkan ketiga anak tanpa pernah menuntut balas.

Ibu berangkat ke tanah suci di tahun 2006 dengan perjuangan yang tak kalah serunya. Saat itu ibu nyaris batal berhaji lantaran kuota haji untuk DKI Jakarta sudah penuh dan ibu masuk daftar tunggu 3-4 tahun ke depan. Rasa cemas dan bingung sempat melanda keluarga kami. Namun lagi-lagi tangan Allah SWT bermain dalam hal ini. Ibu diberi jalan berhaji dengan pindah domisili ke Bengkulu tempat domisili adiknya. Dari Bengkulu ibu yang ditemani adik iparnya berangkat haji dari embarkasi Padang Sumatera Barat.

Agak riskan juga melepas ibu berhaji, karena pasti melelahkan dan menguras daya tahan fisiknya yang mulai menua. Coba saja bayangkan, dari Jakarta ibu harus ke Bengkulu terlebih dahulu karena ikut rombongan haji dari provinsi Bengkulu. Dan dari situ kemudian menuju kota Padang Sumatera Barat sebelum diberangkatkan ke tanah suci.
Jalan memutar yang lumayan melelahkan.

Namun Alhamdulillah selama di tanah suci ibu nyaris tak memperoleh halangan apapun terkait kesehatannya. Padahal sebelum berhaji, ibu punya keluhan penyakit reumatik di kakinya yang lumayan akut. Jika digunakan jalan atau duduk terlalu lama maka akan terjadi pembengkakan. Syukur selama di tanah suci ibu jadi sehat wal afiat. Mondar-mandir di masjidil haram tak membuat penyakitnya kambuh. Dan kondisi ini berlangsung hingga ibadah selesai dan ibu kembali ke tanah air.

Tags: ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 510 other followers